22 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Cegah Ancaman Gagal Ginjal Sejak Dini: 'HydroMind', Aplikasi Pengingat Minum Karya Pelajar PALI

Penulis: Ika PS 22 June 1025 04:18 WIB Dilihat: 3 kali Komentar: 0
Placeholder

Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, masyarakat kerap mengabaikan pentingnya hidrasi dan justru lebih memilih minuman tinggi gula maupun bahan aditif lainnya dibandingkan air putih. Kebiasaan buruk ini turut memicu lonjakan kasus penyakit ginjal kronis di Indonesia, di mana data BPJS Kesehatan pada tahun 2024 mencatat 134.057 pasien harus menjalani prosedur cuci darah dengan beban biaya mencapai Rp11 triliun. Merespons krisis kesehatan yang makin mengancam generasi muda ini, dua pelajar dari SMA di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ratih Zaskia Utami dan Putri Meilani, merancang sebuah terobosan digital bernama "HydroMind".

Inovasi yang berlaga dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025 ini lahir dari keprihatinan melihat tingginya angka dehidrasi di kalangan remaja. Berdasarkan riset yang dihimpun para inovator, sebanyak 49,5% remaja Indonesia mengalami dehidrasi ringan akibat kurang minum air putih, sementara 47,7% responden justru terbiasa mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali sehari. Jika dibiarkan berlarut-larut, kekurangan cairan ini dapat memicu kelelahan, penurunan konsentrasi, infeksi saluran kemih, pembentukan batu ginjal, hingga risiko gagal ginjal kronis.

Untuk memutus rantai kebiasaan tidak sehat tersebut, Ratih dan Putri mengembangkan HydroMind menggunakan platform visual programming bernama Kodular, yang memungkinkan pembuatan aplikasi Android secara efisien melalui sistem drag-and-drop. Aplikasi ini didesain sangat praktis dan inklusif; pengguna dapat langsung mengaksesnya melalui Kodular Companion tanpa harus melewati proses login atau pembuatan akun yang rumit.

Sebagai asisten kesehatan digital, HydroMind dibekali dengan berbagai fitur cerdas untuk mengubah perilaku penggunanya:

Sistem notifikasi pengingat minum air secara berkala yang disesuaikan dengan perhitungan personal kebutuhan cairan masing-masing pengguna.

Fitur pencatatan jumlah konsumsi harian agar pengguna dapat memantau secara langsung kemajuan target hidrasinya.

Penyajian materi edukasi kesehatan interaktif yang bersumber langsung dari pedoman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Meski dikembangkan secara mandiri dengan estimasi anggaran yang sangat minim—yakni hanya Rp50.000 untuk kebutuhan akses internet—inovasi ini terbukti membawa dampak perilaku yang sangat positif. Berdasarkan hasil uji coba awal di lingkungan sekolah, tingkat konsumsi air putih siswa yang mulanya hanya berkisar 4 hingga 5 gelas per hari berhasil meningkat pesat menjadi 7 hingga 8 gelas per hari. Kehadiran HydroMind juga sukses mendongkrak literasi kesehatan serta kesadaran diri para siswa untuk menjaga asupan cairannya secara konsisten.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026