22 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

SERAGI: Menghidupkan Jendela Digital Sekolah dari Barang Bekas

Penulis: Ika PS 16 June 2026 10:30 WIB Dilihat: 10 kali Komentar: 0
SERAGI: Menghidupkan Jendela Digital Sekolah dari Barang Bekas

Di sudut-sudut pedesaan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), impian untuk memiliki jendela digital—sebuah website sekolah—sering kali terkubur oleh kenyataan pahit: biaya sewa hosting yang mahal dan keterbatasan anggaran operasional sekolah. Bagi banyak sekolah dasar di sana, website bukanlah kebutuhan mewah, melainkan jembatan komunikasi dan transparansi yang vital. Namun, untuk membangun "rumah" di dunia maya, mereka sering kali terhalang biaya tahunan yang mencekik, yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Menjawab keresahan itu, tiga pendidik inspiratif—Apri Akhirudin, Agung Dirga Kusuma, dan Iin Syirah—menghadirkan inovasi SERAGI (Server Rakitan Guru PALI). Inovasi yang diusung dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025 ini lahir dari semangat untuk mendobrak keterbatasan biaya melalui kreativitas yang cerdas.

Mengubah Limbah Elektronik Menjadi Pusat Informasi

Secara teknis, SERAGI adalah sebuah terobosan "daur ulang" teknologi yang brilian. Para inovator memanfaatkan Set-Top Box (STB) bekas yang sudah tidak terpakai dan menyulapnya menjadi server mini berbasis Linux. Dengan investasi yang sangat minim—hanya sekitar Rp664.000 untuk pengadaan perangkat awal dan domain—sekolah dapat memiliki server sendiri yang mampu menjalankan website layaknya layanan hosting profesional yang berbayar mahal.

Inovasi ini tidak hanya bicara soal efisiensi biaya. Tim pengembang menggunakan sistem operasi ringan seperti Linux Ubuntu dan platform manajemen berbasis Docker (CasaOS) untuk memastikan server berjalan stabil dan mudah dikelola oleh para guru, bahkan mereka yang bukan berlatar belakang IT. Dengan pendekatan ini, sekolah dasar di pedesaan kini mampu mandiri dalam mengelola publikasi berita, pengumuman, hingga galeri kegiatan tanpa lagi terikat biaya langganan bulanan.

Langkah Kecil yang Menjadi Awal Perubahan Besar

Dampak dari SERAGI mulai terasa nyata. Pada tahun 2024, belum ada satu pun sekolah dasar di Kecamatan Penukal Utara yang memiliki website aktif. Namun, berkat inisiatif dan pendampingan teknis dari tim SERAGI, pada tahun 2025, beberapa sekolah seperti SD Negeri 9 Penukal Utara dan SD Negeri 12 Penukal Utara berhasil memiliki website mandiri. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa digitalisasi pendidikan tidak harus mahal; ia hanya membutuhkan kemauan untuk berinovasi.

Lebih dari sekadar alat, SERAGI adalah simbol pemberdayaan. Inovasi ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam penyediaan pendidikan berkualitas (SDG 4), pengembangan infrastruktur inovatif (SDG 9), serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12) melalui pemanfaatan limbah elektronik. Para guru kini memiliki ruang untuk berbagi praktik baik, dan siswa memiliki kebanggaan tersendiri melihat sekolah mereka tampil di dunia digital.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026