22 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

SI KEMAS BABAT PRESISI: Ketika Data Kesehatan Desa Diubah Menjadi Aksi Nyata

Penulis: Bayu AK 17 March 2026 03:32 WIB Dilihat: 6 kali Komentar: 0
SI KEMAS BABAT PRESISI: Ketika Data Kesehatan Desa Diubah Menjadi Aksi Nyata

 

PALI — Data kesehatan bukan sekadar angka dan kumpulan administrasi. Jika dikelola dengan tepat, data dapat menjadi dasar untuk menentukan siapa yang membutuhkan pelayanan, di mana intervensi harus dilakukan, dan program apa yang harus diprioritaskan. Gagasan inilah yang dikembangkan melalui SI KEMAS BABAT PRESISI (Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Desa Babat Berbasis Data Desa Presisi) di Desa Babat, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Inovasi digital ini dikembangkan untuk mengoptimalkan WebGIS Data Desa Presisi yang sebelumnya telah memiliki berbagai informasi kesehatan masyarakat, tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai instrumen pengambilan keputusan. SI KEMAS BABAT PRESISI mengubah fungsi tersebut menjadi Decision Support System (DSS) untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan desa.

Dari Data Administrasi Menjadi Peta Kesehatan Desa

Selama ini, tantangan pelayanan kesehatan di tingkat desa salah satunya adalah bagaimana mengubah data yang tersedia menjadi informasi yang dapat langsung digunakan untuk menentukan prioritas. Desa Babat sebenarnya telah memiliki database kesehatan melalui WebGIS Data Desa Presisi yang mencakup sejumlah indikator penting, seperti keluarga dengan anggota penderita penyakit berat, penyandang disabilitas, kepesertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, pemberian ASI eksklusif, pemeriksaan kesehatan anak, MP-ASI, serta tinggi dan berat badan anak.

Namun, sebelum SI KEMAS BABAT PRESISI diterapkan, data tersebut lebih banyak berfungsi sebagai basis penyimpanan informasi. Analisis masih dilakukan secara manual dan menggunakan laporan yang terpisah sehingga proses identifikasi masyarakat yang menjadi prioritas pelayanan membutuhkan waktu lebih panjang.

Melalui inovasi ini, data yang sudah tersedia tidak perlu dikumpulkan kembali. Data diolah dan divisualisasikan menjadi dashboard analitik kesehatan dan Health GIS yang dapat menampilkan informasi secara By Name, By Address, dan By Coordinate. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah desa dan Puskesmas dapat melihat kondisi kesehatan masyarakat sekaligus persebaran kelompok rentan secara spasial.

Satu Data, Satu Dasar Pengambilan Keputusan

Salah satu kekuatan SI KEMAS BABAT PRESISI terletak pada kemampuannya menghubungkan data dengan kebutuhan pelayanan. Dashboard dapat membantu menampilkan profil kesehatan masyarakat, persebaran kelompok rentan, kepesertaan BPJS, kondisi kesehatan balita hingga lokasi keluarga dengan penyakit berat.

Informasi tersebut kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan prioritas program, kunjungan rumah, intervensi kesehatan serta evaluasi program secara lebih cepat dan berbasis bukti.

Dengan demikian, inovasi ini tidak sekadar membuat aplikasi baru. Nilai kebaruannya justru terletak pada perubahan fungsi data yang sudah tersedia—dari arsip digital menjadi instrumen pendukung keputusan pelayanan kesehatan.

Kolaborasi Desa, Puskesmas dan BRIDA

Pengembangan SI KEMAS BABAT PRESISI juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Inovasi ini melibatkan Pemerintah Desa Babat, Puskesmas Simpang Babat dan BRIDA Kabupaten PALI, dengan pemanfaatan Data Desa Presisi yang sebelumnya telah dikembangkan melalui kegiatan pendataan bersama berbagai pihak.

Data kemudian diolah berdasarkan indikator kesehatan, divisualisasikan dalam dashboard interaktif dan Health GIS, lalu dimanfaatkan untuk menetapkan sasaran pelayanan, menyusun program promotif dan preventif, melaksanakan kunjungan rumah serta melakukan monitoring dan evaluasi.

Hasil analisis juga diarahkan untuk mendukung penyusunan RKP Desa, APBDes bidang kesehatan, program Puskesmas serta rekomendasi kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten PALI.

Membawa Pelayanan Kesehatan Lebih Dekat kepada Warga

Bagi pemerintah desa, sistem ini memberikan dasar yang lebih objektif dalam menyusun program kesehatan dan menentukan sasaran intervensi. Bagi Puskesmas, dashboard membantu mengidentifikasi keluarga prioritas untuk kunjungan rumah serta memantau distribusi persoalan kesehatan berdasarkan wilayah.

Sementara bagi masyarakat, manfaat yang ditargetkan adalah pelayanan yang lebih cepat, tepat sasaran dan adil, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, balita serta keluarga dengan penyakit kronis.

Dalam jangka menengah, inovasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi perencanaan program kesehatan berbasis wilayah, memperluas cakupan layanan kelompok rentan dan memperkuat koordinasi lintas sektor melalui penggunaan satu sumber data yang sama. Dalam jangka panjang, SI KEMAS BABAT PRESISI diarahkan untuk mewujudkan tata kelola kesehatan desa berbasis data presisi dan pengambilan keputusan berbasis bukti.

Menuju Smart Healthy Village

SI KEMAS BABAT PRESISI telah diuji coba pada 20 November 2024 dan mulai diimplementasikan pada 4 Januari 2025. Laporan inovasi daerah mencatat tingkat kematangan inovasi sebesar 41 poin.

Lebih jauh, inovasi ini dirancang agar dapat direplikasi di desa lain. Laporan mencatat adanya inisiasi kerja sama replikasi dengan sejumlah daerah, termasuk Prabumulih, Lahat, dan Kabupaten Kudus.

Di tengah tuntutan transformasi digital pemerintahan, pengalaman Desa Babat memperlihatkan satu hal penting: digitalisasi pelayanan tidak selalu harus dimulai dengan membangun sistem baru dari nol. Data yang telah tersedia dapat menghasilkan nilai yang jauh lebih besar ketika diolah menjadi informasi, dipetakan secara spasial, kemudian diterjemahkan menjadi keputusan dan tindakan.

Dari database menjadi dashboard. Dari dashboard menjadi keputusan. Dari keputusan menjadi intervensi.

SI KEMAS BABAT PRESISI menempatkan data di jantung pelayanan kesehatan desa—agar pembangunan tidak hanya berbasis asumsi, tetapi semakin presisi berdasarkan kondisi nyata masyarakat.

SI KEMAS BABAT PRESISI — Data Tepat, Sasaran Tepat, Pelayanan Lebih Tepat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026