22 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Dari Belajar Konvensional ke Media Digital: Inovasi TTS Budaya Sukses Tingkatkan Minat Generasi Muda Mengenal Budaya Indonesia

Penulis: Ripus 22 May 2025 06:10 WIB Dilihat: 28 kali Komentar: 0
Dari Belajar Konvensional ke Media Digital: Inovasi TTS Budaya Sukses Tingkatkan Minat Generasi Muda Mengenal Budaya Indonesia

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi, tantangan dalam mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda semakin besar. Menjawab tantangan tersebut, dua pelajar asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Zany Putry Sanjuna dan Arjun, menghadirkan sebuah inovasi edukatif bertajuk "Mengenal Indonesia dengan TTS Budaya Berbasis Teknologi".

Inovasi ini menjadi salah satu peserta dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2025 pada kategori Pelajar, dengan mengusung konsep pembelajaran budaya yang dikemas melalui permainan teka-teki silang (TTS) berbasis digital.

Menjawab Tantangan Pelestarian Budaya di Era Digital

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari bangunan bersejarah, kuliner tradisional, hingga destinasi wisata yang menjadi identitas bangsa. Namun, perkembangan teknologi yang tidak diimbangi dengan media pembelajaran yang menarik menyebabkan banyak generasi muda mulai kurang mengenal budaya lokal.

Sebagian besar proses pembelajaran masih mengandalkan metode konvensional yang cenderung monoton sehingga kurang mampu menarik minat pelajar untuk mempelajari budaya Indonesia secara mendalam. Kondisi tersebut mendorong lahirnya inovasi TTS Budaya sebagai media pembelajaran alternatif yang memadukan unsur edukasi dan teknologi.

Belajar Budaya Melalui Permainan Interaktif

Berbeda dengan metode pembelajaran pada umumnya, TTS Budaya menghadirkan pengalaman belajar melalui permainan digital yang interaktif. Pengguna diajak menyelesaikan berbagai teka-teki silang yang berisi materi mengenai bangunan bersejarah, makanan tradisional, dan tempat wisata budaya Indonesia.

Setiap jawaban yang berhasil ditemukan tidak hanya melatih kemampuan berpikir logis, tetapi juga memperkenalkan informasi mengenai keberagaman budaya Nusantara secara menyenangkan. Dengan konsep belajar sambil bermain, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik sehingga diharapkan mampu meningkatkan minat mereka dalam mengenal budaya bangsa.

Permainan ini dirancang agar dapat diakses melalui perangkat komputer maupun telepon pintar sehingga memberikan kemudahan bagi pengguna untuk belajar kapan saja dan di mana saja.

Dikembangkan Melalui Tahapan yang Sistematis

Dalam proses pengembangannya, inovasi ini diawali dengan analisis kebutuhan terhadap media pembelajaran budaya yang lebih menarik bagi pelajar. Selanjutnya dilakukan penyusunan materi budaya, perancangan konsep permainan, pengembangan aplikasi digital, pelaksanaan uji coba, hingga tahap sosialisasi kepada sekolah dan masyarakat.

Selain itu, evaluasi dilakukan secara berkala untuk memperoleh masukan dari pengguna sehingga permainan dapat terus disempurnakan, baik dari sisi tampilan, tingkat kesulitan soal, maupun penambahan materi budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Mendorong Literasi Budaya dan Pemanfaatan Teknologi

Melalui inovasi ini, proses pembelajaran budaya tidak lagi hanya berpusat pada penyampaian materi di dalam kelas, tetapi berubah menjadi aktivitas yang lebih interaktif dan menyenangkan. Pelajar dapat mengenal berbagai warisan budaya Indonesia melalui tantangan permainan yang mendorong rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, sekaligus meningkatkan literasi budaya.

Selain memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, inovasi ini juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelestarian budaya Indonesia. Dengan media yang mudah diakses dan sesuai dengan karakteristik generasi muda, TTS Budaya diharapkan mampu menjadi sarana edukasi yang efektif sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa.

Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan dengan memperluas materi budaya dari seluruh daerah di Indonesia serta diimplementasikan pada lebih banyak sekolah. Melalui kreativitas generasi muda, teknologi tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mampu menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia bagi generasi mendatang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026