Dari Pelosok PALI untuk Generasi Cerdas: Kisah Inspiratif Bus Sekolah Gratis Desa Babat
PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR (PALI) – Pemerintah Desa (Pemdes) Babat yang terletak di Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), meluncurkan sebuah inovasi pelayanan publik yang patut diapresiasi. Program inovatif di bidang transportasi ini diberi nama yang cukup unik dan berkesan, yakni BISKUAT ARTIS PEMBANTU, yang merupakan akronim dari Bis Siswa Angkutan Gratis Pendidikan Anak Baik Orang Tua Terbantu.
Inovasi yang diusung oleh Kepala Desa Babat, Arie Meidiansyah Fitri, S.Pd., M.Pd., ini juga diajukan sebagai peserta dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025 untuk kategori Inovasi Desa.
Latar Belakang dan Tujuan Program
Lahirnya program transportasi gratis ini didasari oleh keprihatinan atas tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kelompok usia produktif. Banyak pelajar di bawah umur yang nekat membawa kendaraan bermotor sendiri akibat sulitnya mendapatkan akses transportasi untuk menuju sekolah, diperparah dengan kurangnya ketersediaan sarana transportasi umum di wilayah tersebut.
Kehadiran bus ini secara khusus menyasar anak-anak sekolah yang berdomisili di wilayah Dusun 4 dan Dusun 10 Simpang Tiga, Desa Babat. Kawasan ini menjadi prioritas karena memiliki jarak tempuh yang jauh menuju sekolah, kondisi akses jalan yang kurang memadai, serta tidak dilalui oleh trayek angkutan umum reguler.
Tujuan utama dari pengadaan bus sekolah gratis ini meliputi:
Mengurangi kebiasaan berkendara pada pelajar di bawah umur.
Menekan angka pelanggaran lalu lintas sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan di kalangan pelajar.
Mempermudah akses perjalanan bagi pelajar dari tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Memberikan layanan angkutan siswa secara penuh tanpa dipungut biaya sedikitpun.
Tata Cara Operasional dan Rute Bus
Meski baru diikutsertakan dalam lomba inovasi tahun ini, pelaksanaan program pengadaan bus sekolah gratis bagi pelajar ini sebenarnya telah berjalan efektif sejak awal bulan Februari 2021 di bawah pengawasan langsung dari Kepala Desa Babat. Saat ini, operasional pelayanan angkutan sekolah dijalankan menggunakan satu unit bus berukuran sedang berwarna putih.
Setiap harinya, armada bus ini dikemudikan oleh seorang supir yang dibantu oleh seorang kernet, dan beroperasi menyesuaikan dengan jadwal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Untuk menaiki fasilitas ini, para pelajar harus mematuhi sejumlah kedisiplinan dan tata tertib:
Bus memiliki titik kumpul keberangkatan di area Balai Desa Simpang Tiga.
Jalan yang dilintasi oleh bus setiap harinya dimulai dari Simpang Tiga, Desa Panta Dewa, Desa Purun, hingga Desa Babat.
Sekolah-sekolah yang dilalui oleh rute bus ini membentang mulai dari SLTPN 2 Penukal hingga SMKN 1 Penukal.
Demi kenyamanan dan keamanan, kapasitas maksimal bus dalam satu kali perjalanan dibatasi sebanyak 36 orang pelajar.
Dari jumlah maksimal tersebut, 26 orang mendapat alokasi tempat duduk yang tersedia, sementara 10 orang lainnya harus berdiri selama perjalanan.
Pelajar yang ingin menggunakan fasilitas ini diwajibkan memakai seragam sekolah dan harus naik atau turun di titik-titik yang telah disediakan.
Pelajar harus disiplin waktu; jika terlambat di lokasi keberangkatan maupun kepulangan pada jadwal yang telah ditetapkan, mereka akan ditinggal.
Jika sedang tidak beroperasi melayani siswa, bus ini wajib diparkirkan di Rumah Kepala Dusun (Kadus) yang berlokasi di Dusun 4 Desa Babat. Pada tahap perencanaan awalnya, pihak desa merencanakan pengadaan dua unit armada bus, namun dalam tahap realisasinya saat ini baru satu unit armada yang berhasil dioperasikan.
Manfaat Nyata bagi Orang Tua dan Siswa
Antusiasme masyarakat, khususnya para pelajar, terhadap pelayanan bus sekolah ini terbukti sangat tinggi. Hal ini ditandai dengan selalu penuhnya penumpang pada setiap jadwal keberangkatan armada bus. Inovasi "BISKUAT ARTIS PEMBANTU" terbukti telah memberikan ragam manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, di antaranya:
Berhasil mengurangi penggunaan sepeda motor oleh para pelajar yang belum cukup umur untuk berkendara.
Membantu masyarakat lebih hemat biaya transportasi sehari-hari.
Orang tua tidak perlu lagi merasa repot untuk membagi waktu demi mengantar dan menjemput anak mereka ke sekolah.
Menciptakan ruang interaksi, di mana anak dapat bersosialisasi dan menjalin pertemanan dengan murid dari sekolah lain di dalam bus.
Angka kecelakaan yang rentan menimpa para remaja atau pelajar dapat diminimalisir dengan baik.
Membentuk karakter anak menjadi pribadi yang lebih mandiri serta menunjang kesehatan mereka.
Melalui keberhasilan inovasi ini, pihak inovator (Pemdes Babat) memiliki harapan besar agar inisiatif mereka tidak hanya berhenti di tingkat desanya saja. Mereka berharap langkah ini dapat memotivasi para pemuda desa untuk melahirkan prestasi, memperkenalkan nama baik daerah, dan yang terpenting, dapat menjadi contoh serta acuan positif bagi desa-desa lainnya, khususnya di wilayah Kabupaten PALI.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!