23 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Kreativitas di Tengah Keterbatasan: Pelajar SMA N 2 Unggulan Talang Ubi Ciptakan 'VACU-CAN', Vacuum Cleaner Ramah Lingkungan dari Barang Bekas

Penulis: Ika PS 28 June 2025 07:04 WIB Dilihat: 2 kali Komentar: 0
Kreativitas di Tengah Keterbatasan: Pelajar SMA N 2 Unggulan Talang Ubi Ciptakan 'VACU-CAN', Vacuum Cleaner Ramah Lingkungan dari Barang Bekas

Masalah kebersihan di area sempit seperti sela-sela laci, rak buku, hingga papan ketik (keyboard) sering kali menjadi tantangan tersendiri. Alat pembersih manual seperti kuas atau lap tidak selalu efektif mengangkat debu, sementara vacuum cleaner komersial di pasaran umumnya dibanderol dengan harga mahal dan mengonsumsi daya listrik yang cukup besar. Menjawab keresahan tersebut, dua pelajar kreatif dari SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Laras Pertama dan Angelica Panyola, menghadirkan terobosan teknologi tepat guna yang dinamai "VACU-CAN".

VACU-CAN adalah sebuah purwarupa vacuum cleaner mini portabel yang diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025. Berangkat dari kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, proyek yang merupakan bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ini merespons langsung isu penumpukan sampah anorganik rumah tangga.

Rekayasa Cerdas dari Kaleng dan Dinamo Bekas

Kunci dari inovasi VACU-CAN terletak pada desainnya yang 100% mendaur ulang barang-barang yang sering dianggap sebagai limbah tak berguna. Alat ini dirakit menggunakan komponen utama berupa kaleng atau botol plastik bekas sebagai wadah penampung debu. Tenaga hisapnya dihasilkan oleh perpaduan motor DC yang dicopot dari mainan bekas dan kipas rakitan dari botol plastik bekas.

Mekanisme kerjanya cukup mengadopsi prinsip dasar aerodinamika. Saat sistem kelistrikan yang ditenagai oleh baterai sederhana dinyalakan melalui saklar, motor DC akan memutar kipas secara konstan. Putaran ini menciptakan tekanan udara rendah di dalam kaleng, yang memicu udara dari luar masuk dan menyedot partikel debu ke dalam wadah. Untuk mencegah debu berhamburan keluar, para inovator muda ini menyisipkan jaring pelindung nyamuk (mosquito net) atau kain bekas sebagai filter penyaring.

Proses produksinya pun sangat ramah di kantong. Laras dan Angelica berhasil menekan biaya perakitan hingga hanya Rp 25.000—sebagian besar digunakan untuk membeli baterai dan perekat—jauh lebih murah dibandingkan produk komersial yang bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

Dampak Nyata dan Bukti Replikasi

Evaluasi uji coba menunjukkan bahwa VACU-CAN mampu memangkas waktu pembersihan area kecil, dari yang semula memakan waktu 10 menit menggunakan alat manual, kini dapat diselesaikan hanya dalam 3 menit dengan hasil debu yang terhisap lebih merata. Inovasi ini tidak hanya menawarkan fungsi praktis, tetapi juga menjadi instrumen edukasi yang brilian. Siswa dapat belajar secara langsung tentang prinsip kelistrikan dasar, aerodinamika, dan pentingnya budaya daur ulang.

Menariknya, keberhasilan VACU-CAN telah menginspirasi kelompok siswa lain di SMAN 2 Unggulan Talang Ubi untuk mereplikasi dan memodifikasi desain aslinya. Karya ini membuktikan bahwa teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan tidak selalu harus lahir dari laboratorium canggih atau modal yang besar. Berbekal kreativitas dan kesadaran lingkungan, generasi muda mampu menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026