22 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Tinggalkan Terigu, Dua Pelajar PALI Sulap Buah Petaling Jadi "Brownies" Sehat Tanpa Pewarna Sintetis

Penulis: Bayu AK 09 March 2026 04:52 WIB Dilihat: 22 kali Komentar: 0
Tinggalkan Terigu, Dua Pelajar PALI Sulap Buah Petaling Jadi "Brownies" Sehat Tanpa Pewarna Sintetis

PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR — Inovasi membanggakan datang dari Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dua pelajar kelas XII, Trie Ayu Andini dan Idayati Ramadani Kasidi, berhasil menciptakan produk pangan alternatif bernama "Ling-Cake" atau Petaling Cake. Kue brownies inovatif ini dirancang tanpa menggunakan pewarna buatan dan diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025.

Pemanfaatan Potensi Alam Lokal

Kelahiran inovasi ini berawal dari pengamatan kedua inovator terhadap melimpahnya buah petaling (Ochanostachys amentacea) yang tumbuh liar dan subur di Kecamatan Penukal. Selama ini, masyarakat hanya mengolah buah tersebut secara sederhana menjadi tepung.

Melihat peluang ini, Trie dan Idayati merancang Ling-Cake untuk mengangkat derajat bahan pangan lokal. Tepung dari buah petaling yang sudah matang dan dikeringkan digunakan untuk menggantikan sebagian atau bahkan seluruh peran tepung terigu dalam adonan brownies.

Warna cokelat kehitaman yang menjadi ciri khas brownies pada Ling-Cake didapatkan murni dari warna alami buah petaling itu sendiri. Karena tidak memerlukan pewarna makanan sintetis, Ling-Cake menawarkan varian camilan modern yang jauh lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Pemberdayaan Ekonomi Desa dan Mudah Direplikasi

Selain berfokus pada kesehatan, inovasi Ling-Cake juga membawa misi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Pemberdayaan Warga: Kebutuhan bahan baku tepung petaling dibeli langsung dari masyarakat lokal di Desa Gunung Raja, yang secara otomatis membuka pintu pendapatan baru bagi warga penyedia bahan baku.

Ramah UMKM: Proses pembuatan Ling-Cake tergolong praktis, hanya membutuhkan peralatan dapur rumahan seperti kukusan, mikser tangan, dan kompor. Hal ini membuatnya sangat mudah direplikasi oleh ibu rumah tangga maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bermodal kecil.

Kemandirian Pangan: Pemanfaatan tanaman lokal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi biaya produksi kue karena menekan penggunaan bahan dari luar daerah.

Harga Terjangkau untuk Oleh-Oleh Khas

Dari sisi nilai keekonomian, produk Ling-Cake dirancang agar sangat ramah di kantong. Berdasarkan uji coba dan penghitungan produksi, kue brownies petaling yang dikemas dalam wadah food-grade ini memiliki harga jual sesungguhnya sebesar Rp8.000 per unit.

Melalui uji coba implementasi pasar yang dilakukan pada pertengahan 2025, produk ini diharapkan terus dievaluasi dan dikembangkan. Ke depannya, inovasi Ling-Cake diharapkan tidak hanya berhenti di ajang perlombaan, melainkan sukses memperoleh izin edar (PIRT) dan menjelma menjadi produk unggulan desa serta oleh-oleh ikonik khas Kabupaten PALI.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026