LokaPALI: Menghidupkan Akar Budaya Melalui Jendela Realitas Tertambah
Di ruang kelas yang sering kali dipenuhi buku teks yang statis, siswa kerap merasa asing dengan nilai-nilai budaya yang menjadi akar kehidupan mereka sendiri. Bagi generasi yang tumbuh besar dalam kepungan layar digital, kearifan lokal sering dianggap sebagai catatan sejarah yang usang, jauh dari jangkauan dunia interaktif yang mereka kenal. Menjembatani jurang antara tradisi luhur dan antusiasme digital, dua pendidik dari Kabupaten PALI, Sapta Risnanto dan Okti Tersani, menghadirkan inovasi LokaPALI (Augmented Reality berbasis kearifan lokal masyarakat PALI).
Menyambut Budaya dengan Sentuhan Teknologi
Inovasi yang diusung dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025 ini hadir sebagai solusi atas rendahnya minat siswa mempelajari kearifan lokal akibat metode pembelajaran yang monoton. LokaPALI mengubah materi budaya yang awalnya hanya berupa teks menjadi pengalaman visual interaktif melalui teknologi Augmented Reality (AR).
Secara teknis, inovasi ini dikembangkan melalui metode Research and Development (R&D) yang sistematis, mencakup lima tahap utama: analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Proses kreatifnya melibatkan penggunaan perangkat lunak modern seperti Blender 3D, Unity, dan Visual Studio untuk menciptakan model 3D, audio, serta animasi budaya lokal yang dapat dipindai langsung melalui smartphone siswa.
Hasil Nyata dan Dampak Pembelajaran
Implementasi LokaPALI membawa perubahan signifikan dalam ruang kelas. Berdasarkan uji coba, hasil yang dicapai sangat memuaskan:
Peningkatan Pemahaman: Sebanyak 94,64% siswa menyatakan materi budaya menjadi jauh lebih mudah dipahami.
Minat Belajar: Sebanyak 98,21% siswa merasa media ini sangat menarik untuk digunakan.
Peningkatan Akademik: Terjadi lonjakan nilai rata-rata post-test dari 54,95 menjadi 75,21 setelah penggunaan media ini dalam proses pembelajaran.
Visi Masa Depan
LokaPALI bukan sekadar alat peraga edukasi, melainkan sebuah arsip digital yang melestarikan tradisi dengan cara yang relevan bagi generasi masa kini. Inovasi ini membuka peluang kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku budaya, dan pengembang teknologi untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih kontekstual. Selain sebagai media di sekolah, LokaPALI memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sarana promosi pariwisata edukatif di Kabupaten PALI, memastikan identitas daerah tetap kokoh berdiri di tengah arus modernisasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!