23 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Mengubah Limbah Menjadi Energi: 'Mobil Tenaga Air' Karya Siswa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi

Penulis: Ika PS 19 June 2025 04:43 WIB Dilihat: 1 kali Komentar: 0
Placeholder

Tumpukan sampah plastik yang mencemari lingkungan sering kali dianggap sebagai beban yang sulit dikelola, namun di tangan para pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, limbah tersebut disulap menjadi media pembelajaran yang inovatif. Fadli Saputra dan Sutedi Hirmawan, dua siswa yang terlibat dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), berhasil menciptakan prototipe "Mobil dari Bahan Bekas Tenaga Air dan Kincir" sebagai solusi kreatif untuk mengurangi penumpukan limbah sekaligus memperkenalkan konsep energi terbarukan.

Proyek ini berangkat dari keprihatinan mendalam terhadap dua isu utama: minimnya kesadaran akan pengelolaan sampah yang efektif dan ketergantungan generasi muda terhadap perangkat digital yang membatasi aktivitas fisik. Dengan mengusung metode eksperimen rekayasa teknologi sederhana, para siswa mencoba memanfaatkan energi kinetik air—sebuah sumber energi alternatif yang bersih dan ramah lingkungan—untuk menggerakkan mainan edukatif berbahan dasar barang bekas.

Inovasi dari Sederet Barang Bekas

Seluruh komponen utama mobil ini diperoleh dari limbah rumah tangga yang mudah ditemukan, menegaskan prinsip daur ulang yang diusung tim inovator. Botol plastik bekas digunakan sebagai badan (body) mobil, tutup botol disulap menjadi roda, sementara kincir air dirakit dari sendok plastik bekas dan sedotan. Seluruh kerangka ini disatukan menggunakan peralatan sederhana seperti lem tembak, gergaji kecil, dan tusuk sate sebagai poros roda.

Cara kerja inovasi ini tergolong sederhana namun sangat edukatif:

Air dialirkan dari wadah penampung ke arah kincir yang terpasang pada sisi mobil.

Dorongan air tersebut memutar kincir, dan putaran poros kincir kemudian ditransmisikan langsung ke roda mobil.

Semakin besar volume dan tekanan air yang dialirkan, semakin cepat putaran kincir yang dihasilkan, sehingga mobil dapat bergerak maju tanpa membutuhkan baterai maupun listrik.

Manfaat Edukatif dan Lingkungan

Langkah nyata Fadli dan Sutedi ini memberikan kontribusi yang lebih besar daripada sekadar menciptakan mainan. Selain mengurangi jumlah sampah plastik yang berpotensi mencemari tanah dan air, proyek ini berhasil meningkatkan keterampilan motorik serta kemampuan berpikir kritis siswa melalui aktivitas hands-on atau praktik langsung. Mainan edukatif ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mempelajari prinsip fisika dasar, seperti gaya gravitasi dan energi kinetik, dengan cara yang menyenangkan.

Ke depannya, inovasi ini diproyeksikan untuk tidak hanya berhenti sebagai alat peraga di sekolah. Tim inovator telah menyiapkan strategi keberlanjutan, termasuk mengusulkan produk ini dalam pembelajaran IPA atau prakarya, mengadakan workshop daur ulang, serta menyediakan panduan digital berupa video tutorial agar konsep ini dapat direplikasi oleh siswa dan masyarakat luas secara mandiri. Dengan pendekatan yang ekonomis dan ramah lingkungan, proyek ini membuktikan bahwa teknologi tepat guna dapat dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026