23 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Nuci Lightworks: Menyulap Limbah Botol Menjadi Cahaya Estetik di Sudut Sekolah

Penulis: Ika PS 17 July 2025 02:27 WIB Dilihat: 1 kali Komentar: 0
Placeholder

Lampu hias sering kali hanya dipandang sebagai elemen dekorasi semata tanpa memperhatikan efisiensi energi dan penggunaan material yang ramah lingkungan. Selama ini, hiasan penerang yang digunakan di berbagai tempat masih bergantung penuh pada aliran listrik PLN dan terbuat dari bahan-bahan konvensional. Di sisi lain, tumpukan limbah plastik, khususnya botol bekas, terus meningkat dan diam-diam menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan sekitar.

Menyadari bahwa pelestarian lingkungan bisa dimulai dari langkah kreatif di sekolah, dua pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Nia Putri Rahayu dan Suci Apriliyanti, menghadirkan inovasi kerajinan bertajuk Nuci Lightworks. Inovasi yang diusung dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025/2026 ini bukan sekadar lampu pajangan biasa. Nuci Lightworks hadir sebagai solusi cerdas berbasis tenaga surya dan material daur ulang untuk menekan konsumsi listrik sekaligus mereduksi volume sampah plastik di lingkungan sekitar.

Estetika Baru dari Barang Bekas

Secara teknis, Nuci Lightworks adalah produk rekayasa teknologi yang memanfaatkan botol bekas plastik (PET) sebagai bahan baku utamanya. Proses kreasinya diawali dengan merancang sketsa, lalu memodifikasi botol melalui pemotongan, pengecatan, serta penambahan hiasan tambahan seperti kertas warna dan manik-manik agar tampil memanjakan mata.

Keunggulan utama produk ini terletak pada penggunaan lampu LED yang dipadukan dengan kemandirian energi. Dengan modal yang sangat ekonomis—hanya sekitar Rp120.000 untuk komponen kelistrikan pendukung dan hiasan—botol-botol bekas ini dirakit menjadi sistem penerangan estetik. Bagi sekolah maupun instansi, inovasi ini menjadi alternatif dekorasi cemerlang yang mampu menekan biaya listrik karena tidak menggunakan sumber daya dari PLN.

Membangun Ekosistem yang Peduli Lingkungan

Nuci Lightworks tidak hanya berfungsi sebagai alat penerang, tetapi juga membawa dampak visual dan edukatif yang nyata. Aplikasi penempatan inovasi ini di taman sekolah dan halaman depan kantor terbukti mampu mengubah suasana yang sebelumnya kurang menarik menjadi jauh lebih teduh, estetik, dan nyaman, baik pada siang maupun malam hari.

Karya ini pun sukses memantik kesadaran lingkungan yang lebih luas. Melalui publikasi dokumentasi di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, Nuci Lightworks mendapat respons positif yang luar biasa dari warganet. Banyak sekolah lain yang memuji dan tertarik melakukan studi tiru. Antusiasme ini kemudian mendorong pihak sekolah untuk membentuk tim pemeliharaan khusus serta mengintegrasikan pelatihan inovasi ini ke dalam program ekstrakurikuler siswa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi agar terus berkelanjutan.

Melalui Nuci Lightworks, Nia dan Suci membuktikan bahwa barang yang dianggap sampah masih bisa memiliki nilai guna yang tinggi. Dengan sentuhan kreativitas dan rekayasa teknologi, limbah bisa diubah menjadi pendar cahaya yang menerangi sekaligus merawat bumi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026