PIE-TrafficED: Mengubah Edukasi Lalu Lintas Menjadi Tantangan Seru dan Menegangkan
Edukasi keselamatan lalu lintas sering kali hanya berupa penyuluhan satu arah, ceramah, atau pembagian brosur yang rentan diabaikan oleh para remaja. Padahal, angka kecelakaan dan pelanggaran di jalan raya yang melibatkan pelajar masih tergolong sangat tinggi akibat minimnya pemahaman mereka terhadap rambu dan etika berkendara. Pendekatan yang pasif dan teoritis ini dinilai tak lagi cukup untuk menarik perhatian generasi Z yang hidup di tengah pesatnya era hiburan dan teknologi digital.
Menyadari kebuntuan metode konvensional tersebut, seorang pelajar dari SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Mahsa Cahya Jenar, mengembangkan sebuah terobosan kreatif bernama PIE-TrafficED (Pie Face Traffic Education). Diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025, inovasi ini mendobrak kebiasaan lama dengan menyajikan aplikasi edukasi berbasis Android yang mengawinkan kuis digital dengan permainan fisik ala Pie Face Challenge.
Secara teknis, aplikasi yang dikembangkan menggunakan platform Kodular ini dimainkan secara berkelompok oleh 3 hingga 5 orang. Pemain secara bergiliran memindai barcode pada kartu fisik menggunakan fitur QR Scan di dalam aplikasi PIE-TrafficED. Seketika, layar akan menampilkan soal pilihan ganda seputar rambu dan etika lalu lintas yang terintegrasi secara acak dari platform Quizizz. Ketegangan memuncak karena pemain hanya diberi waktu 20 detik untuk menjawab; jika salah atau kehabisan waktu, mereka harus siap menerima hukuman lemparan krim di wajah dari alat pie face.
Tidak sekadar mengejar sensasi hiburan, aplikasi ini terbukti secara ilmiah menjadi media pembelajaran alternatif yang sangat layak, dengan tingkat kelayakan dari ahli media dan materi mencapai skor lebih dari 82,19%. Selain fitur kuis barcode, aplikasi ini juga dibekali menu materi ringkas dan tayangan video edukatif yang dirancang khusus untuk memandu remaja menuju kesadaran transportasi yang aman dan berkelanjutan.
"PIE-TrafficED bukan sekadar media hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membentuk pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya keselamatan lalu lintas."
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!