24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Sapu Debu Tanpa Lelah: Siswa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Ciptakan 'DEM', Kemoceng Elektrik Praktis dan Ekonomis

Penulis: Ika PS 18 June 2025 02:05 WIB Dilihat: 1 kali Komentar: 0
Sapu Debu Tanpa Lelah: Siswa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Ciptakan 'DEM', Kemoceng Elektrik Praktis dan Ekonomis

Membersihkan debu di perabotan, rak buku, hingga sela-sela ventilasi kelas acap kali menjadi pekerjaan yang melelahkan dan menyita waktu. Penggunaan kemoceng manual mengharuskan penggunanya menggerakkan tangan secara berulang-ulang, yang tak jarang memicu kelelahan otot, terutama bagi petugas kebersihan atau lansia. Menyadari keresahan ini di lingkungan sekolahnya, dua pelajar kreatif dari SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Arie Setyo Prayogi dan Muhammad Daffa Algus Faqih, menghadirkan sebuah terobosan cerdas bernama DEM (Dust Electric Multipurpose).

Inovasi yang berlaga dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025 ini mengusung semangat untuk menyulap alat kebersihan konvensional menjadi barang elektronik yang mutakhir namun tetap merakyat. DEM pada dasarnya adalah sebuah kemoceng elektrik yang dirancang untuk berputar secara otomatis, sehingga penggunanya hanya perlu mengarahkan gagang kemoceng ke area yang kotor tanpa harus menguras tenaga untuk mengibas-ngibaskannya.

Rakit Barang Sederhana Jadi Alat Berdaya Guna

Di balik fungsinya yang sangat membantu, DEM dirakit menggunakan komponen-komponen elektronik sederhana dan barang bekas yang mudah ditemukan. Para inovator muda ini menggunakan motor DC kecil yang hemat energi sebagai mesin penggerak utamanya. Motor ini dihubungkan dengan baterai isi ulang dan sakelar yang direkatkan pada sebuah pipa ringan yang berfungsi sebagai gagang.

Menariknya, untuk bagian ujung kemoceng, mereka berinovasi dengan memanfaatkan kepingan kaset CD bekas yang dibalut dengan kain pembersih, lalu disambungkan ke poros motor DC. Saat sakelar dihidupkan, motor akan memutar kepingan kain tersebut dengan cepat, menciptakan efek sapuan debu otomatis yang sangat efektif menjangkau berbagai sudut sempit.

Pangkas Waktu Bersih-Bersih Hingga 50 Persen

Hasil uji coba di lingkungan sekolah membuktikan bahwa DEM bukan sekadar proyek coba-coba. Kemoceng elektrik ini terbukti mampu memangkas waktu pembersihan secara drastis. Jika sebelumnya membersihkan debu di satu ruangan kelas memakan waktu sekitar 20 menit dengan kemoceng manual, dengan menggunakan DEM, proses tersebut dapat diselesaikan hanya dalam waktu 10 menit.

Lebih dari sekadar efisiensi waktu, inovasi ini menekan risiko cedera sendi dan kelelahan fisik. Desainnya yang ergonomis dan bobotnya yang ringan membuat DEM sangat nyaman digenggam. Selain itu, karena menggunakan suku cadang yang umum di pasaran, alat ini sangat mudah dan murah untuk dirawat maupun diperbaiki jika terjadi kerusakan.

Kehadiran Dust Electric Multipurpose (DEM) menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi tidak selalu menuntut biaya selangit atau peralatan laboratorium yang super canggih. Lewat kepekaan terhadap lingkungan sekitar, pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi berhasil membuktikan bahwa teknologi tepat guna bisa lahir dari ruang kelas, membawa manfaat nyata bagi kebersihan lingkungan, dan yang terpenting, membuat pekerjaan sehari-hari menjadi jauh lebih menyenangkan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026