Sapu Debu Tanpa Lelah: Siswa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Ciptakan 'DEM', Kemoceng Elektrik Praktis dan Ekonomis
Membersihkan debu di perabotan, rak buku, hingga sela-sela ventilasi kelas acap kali menjadi pekerjaan yang melelahkan dan menyita waktu. Penggunaan kemoceng manual mengharuskan penggunanya menggerakkan tangan secara berulang-ulang, yang tak jarang memicu kelelahan otot, terutama bagi petugas kebersihan atau lansia. Menyadari keresahan ini di lingkungan sekolahnya, dua pelajar kreatif dari SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Arie Setyo Prayogi dan Muhammad Daffa Algus Faqih, menghadirkan sebuah terobosan cerdas bernama DEM (Dust Electric Multipurpose).
Inovasi yang berlaga dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025 ini mengusung semangat untuk menyulap alat kebersihan konvensional menjadi barang elektronik yang mutakhir namun tetap merakyat. DEM pada dasarnya adalah sebuah kemoceng elektrik yang dirancang untuk berputar secara otomatis, sehingga penggunanya hanya perlu mengarahkan gagang kemoceng ke area yang kotor tanpa harus menguras tenaga untuk mengibas-ngibaskannya.
Rakit Barang Sederhana Jadi Alat Berdaya Guna
Di balik fungsinya yang sangat membantu, DEM dirakit menggunakan komponen-komponen elektronik sederhana dan barang bekas yang mudah ditemukan. Para inovator muda ini menggunakan motor DC kecil yang hemat energi sebagai mesin penggerak utamanya. Motor ini dihubungkan dengan baterai isi ulang dan sakelar yang direkatkan pada sebuah pipa ringan yang berfungsi sebagai gagang.
Menariknya, untuk bagian ujung kemoceng, mereka berinovasi dengan memanfaatkan kepingan kaset CD bekas yang dibalut dengan kain pembersih, lalu disambungkan ke poros motor DC. Saat sakelar dihidupkan, motor akan memutar kepingan kain tersebut dengan cepat, menciptakan efek sapuan debu otomatis yang sangat efektif menjangkau berbagai sudut sempit.
Pangkas Waktu Bersih-Bersih Hingga 50 Persen
Hasil uji coba di lingkungan sekolah membuktikan bahwa DEM bukan sekadar proyek coba-coba. Kemoceng elektrik ini terbukti mampu memangkas waktu pembersihan secara drastis. Jika sebelumnya membersihkan debu di satu ruangan kelas memakan waktu sekitar 20 menit dengan kemoceng manual, dengan menggunakan DEM, proses tersebut dapat diselesaikan hanya dalam waktu 10 menit.
Lebih dari sekadar efisiensi waktu, inovasi ini menekan risiko cedera sendi dan kelelahan fisik. Desainnya yang ergonomis dan bobotnya yang ringan membuat DEM sangat nyaman digenggam. Selain itu, karena menggunakan suku cadang yang umum di pasaran, alat ini sangat mudah dan murah untuk dirawat maupun diperbaiki jika terjadi kerusakan.
Kehadiran Dust Electric Multipurpose (DEM) menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi tidak selalu menuntut biaya selangit atau peralatan laboratorium yang super canggih. Lewat kepekaan terhadap lingkungan sekitar, pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi berhasil membuktikan bahwa teknologi tepat guna bisa lahir dari ruang kelas, membawa manfaat nyata bagi kebersihan lingkungan, dan yang terpenting, membuat pekerjaan sehari-hari menjadi jauh lebih menyenangkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!