Selamat Tinggal Ujian Kertas! 'Examdalan' Karya Pelajar SMA N 2 Unggulan Talang Ubi Hadirkan Evaluasi Digital Otomatis
Meskipun lebih dari 60% satuan pendidikan saat ini telah memanfaatkan media digital dalam proses belajar-mengajar, pelaksanaan evaluasi atau ujian sering kali masih terjebak pada metode konvensional. Keterbatasan waktu pengerjaan, tingginya biaya percetakan soal fisik, hingga lambatnya proses koreksi dan rekapitulasi nilai manual menjadi tantangan klasik yang terus membebani para guru serta instansi sekolah.
Menjawab problematika tersebut, Reisha Ananta Manar, seorang pelajar dari SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, menginisiasi sebuah terobosan cerdas bernama "Examdalan". Berkompetisi dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025, inovasi berbasis aplikasi mobile ini dirancang secara khusus untuk memodernisasi pelaksanaan ujian di sekolah. Aplikasi ini hadir tidak hanya untuk memfasilitasi ujian digital, tetapi juga menyediakan ruang pelatihan soal yang mempermudah guru dan siswa dalam menjalani proses evaluasi akademik.
Dikembangkan menggunakan platform visual builder Kodular yang ramah pengguna dan terintegrasi dengan Firebase untuk manajemen data, Examdalan menawarkan kepraktisan tanpa menuntut keahlian coding yang rumit. Sistem kerja aplikasi ini dirancang sangat terstruktur melalui beberapa fitur unggulan:
Sistem login yang terintegrasi langsung dengan akun Google secara otomatis memisahkan akses menu antara peran guru dan peran siswa.
Guru mendapatkan kemudahan untuk menyusun atau mengimpor berbagai jenis soal, seperti pilihan ganda dan isian, langsung melalui tautan situs web.
Terdapat fitur penjadwalan ujian yang memungkinkan guru menentukan waktu pelaksanaan, yang kemudian diawasi durasi pengerjaannya secara otomatis oleh sistem aplikasi.
Sistem dilengkapi dengan proses koreksi otomatis untuk soal objektif, di mana jawaban siswa langsung terkirim ke server dan dinilai begitu ujian selesai.
Nilai ujian dapat diakses secara transparan dan real-time oleh siswa, sekaligus langsung terekapitulasi dengan rapi dan informatif di dalam sistem guru.
Transformasi dari sistem manual ke digital ini membawa dampak efisiensi operasional yang luar biasa bagi sekolah. Tidak ada lagi biaya fotokopi, tinta, maupun tumpukan kertas ujian yang berantakan, karena seluruh pelaksanaannya beralih menjadi sepenuhnya paperless. Lebih dari itu, penggunaan Examdalan juga dinilai efektif untuk menekan tingkat kecurangan atau praktik mencontek di kalangan siswa, sekaligus membebaskan tenaga pendidik dari beban koreksi manual yang menyita waktu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!