23 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

"SIBUNCIT AJAIB": Mengubah Kebiasaan Cuci Tangan Menjadi Lebih Higienis dan Modern Lewat Sentuhan Teknologi Pelajar

Penulis: Ika PS 22 June 2025 04:27 WIB Dilihat: 3 kali Komentar: 0
"SIBUNCIT AJAIB": Mengubah Kebiasaan Cuci Tangan Menjadi Lebih Higienis dan Modern Lewat Sentuhan Teknologi Pelajar

Di tengah tingginya aktivitas masyarakat pasca-pandemi COVID-19, menjaga kebersihan tangan tetap menjadi tameng utama dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit menular seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Sayangnya, niat baik untuk mencuci tangan sering kali justru menjadi bumerang ketika kita menggunakan dispenser sabun konvensional di tempat umum. Kewajiban untuk menekan pompa secara manual membuat alat tersebut rentan menjadi sarang berkumpulnya kuman dan bakteri, memicu terjadinya kontaminasi silang antar pengguna.

Merespons tantangan higienitas tersebut, dua pelajar kreatif dari kelas XI.E SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Salsabilla Sya'Bina Pratiwi dan Imelda, menghadirkan sebuah solusi brilian berbasis rekayasa teknologi. Diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025, inovasi ini diberi nama unik: SIBUNCIT AJAIB (Mesin Sabun Cuci Tangan Ajaib).

Canggih Tanpa Harus Rumit

Konsep utama dari SIBUNCIT AJAIB adalah memutus rantai kontak fisik antara tangan yang kotor dengan dispenser sabun. Hebatnya, Salsabilla dan Imelda merancang sistem otomatisasi ini tanpa menggunakan bahasa pemrograman atau mikrokontroler yang rumit (seperti Arduino Uno). Mereka merakitnya menggunakan komponen elektronik analog dasar yang sangat mudah dipahami.

Cara kerjanya memanfaatkan sensor inframerah (Proximity Sensor) yang dipasang menghadap ke bawah. Saat tangan didekatkan, sensor akan membaca pergerakan tersebut dan mengirimkan sinyal menuju Transistor TIP32C. Transistor ini bertindak layaknya sakelar otomatis yang langsung menyalakan pompa air mini (mini water pump) DC. Sabun cair pun akan mengalir keluar melalui selang dalam takaran yang pas. Begitu tangan dijauhkan, sensor akan memutus arus, dan sabun berhenti menetes secara otomatis tanpa membuang-buang sabun.

Sistem canggih ini juga didesain sangat portabel karena ditenagai oleh baterai rechargeable tipe 18650 yang dipadukan dengan Modul Charging TP4056. Artinya, alat ini bebas diletakkan di mana saja, bahkan di lokasi yang tidak memiliki akses listrik PLN seperti halaman sekolah atau wastafel outdoor. Semua komponen tersebut dibungkus rapi menggunakan penutup (casing) berbahan dasar kayu ringan yang dilapisi pelindung agar tahan terhadap percikan air.

Inovasi Murah Meriah yang Mudah Direplikasi

Selain sangat efektif dalam mencegah penularan penyakit, SIBUNCIT AJAIB juga memukau dari sisi ekonomi. Perakitan satu unit alat canggih ini diperkirakan hanya menelan biaya Rp89.000 saja. Ketersediaan bahan baku yang murah dan proses perakitan yang sederhana menjadikan inovasi ini sangat potensial untuk direplikasi secara mandiri (Do It Yourself) oleh masyarakat umum, pihak sekolah, maupun pengelola fasilitas publik.

Melalui SIBUNCIT AJAIB, Salsabilla dan Imelda tidak hanya membuktikan kemampuan mereka dalam merekayasa teknologi terapan, tetapi juga memberikan sumbangsih nyata dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Mereka telah berhasil mengubah ritual cuci tangan yang tadinya biasa saja menjadi sebuah pengalaman yang modern, efisien, aman, dan menyenangkan bagi semua kalangan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026