Solusi Cerdas Peternak! Siswi SMAN 2 Talang Ubi Ciptakan "PAFERI" dari Limbah Jeroan Ikan
PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR (PALI) – Biaya pakan yang melambung tinggi seringkali menjadi tantangan berat bagi para peternak dan pembudidaya ikan. Merespons keresahan tersebut, seorang siswi dari SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Dea Riska Fadhiilah, berhasil menciptakan sebuah inovasi pakan alternatif bernutrisi tinggi yang diberi nama PAFERI, singkatan dari Pakan Fermentasi Jeroan Ikan. Inovasi cerdas ini turut dilombakan dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025.
Mengubah Limbah Menjadi Berkah
Di Indonesia, limbah organ dalam atau jeroan ikan yang dihasilkan dari sektor perikanan sangatlah melimpah. Jeroan ikan ini menyumbang sekitar 10 hingga 15 persen dari total biomassa ikan yang ada. Sayangnya, limbah organik ini sering kali hanya dibuang begitu saja, memicu pencemaran lingkungan serta menimbulkan bau yang tidak sedap.
Di sisi lain, komponen biaya pakan dalam proses budidaya ikan bisa sangat membebani, menghabiskan 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi. Melalui inovasi PAFERI, Dea berupaya menjembatani kedua permasalahan tersebut dengan mengolah jeroan ikan yang kaya akan protein menjadi pakan fermentasi bernutrisi tinggi. Pakan alternatif dari olahan limbah ini dinilai sangat aman dan cocok diaplikasikan untuk berbagai jenis hewan, seperti ayam, bebek, ikan lele, dan ikan nila.
Proses Pembuatan yang Sederhana dan Murah
Salah satu keunggulan utama dari inovasi PAFERI adalah proses pembuatannya yang sangat praktis dan ramah di kantong, sehingga amat ideal untuk diterapkan oleh para pelaku UMKM berskala rumah tangga. Bahan-bahan yang dibutuhkan pun mudah didapat, yakni jeroan ikan, dedak atau bekatul, larutan mikroba EM4, molase (gula merah cair), serta air bersih.
Adapun tahapan produksinya dirancang sangat sederhana:
Jeroan ikan yang didapatkan dicuci hingga bersih dan dihaluskan, kemudian dicampur dengan dedak menggunakan perbandingan berat yang sama, yakni satu banding satu.
Campuran jeroan dan dedak tersebut lalu disiram perlahan dengan larutan EM4 (1-2 persen) dan molase (2-3 persen) yang sebelumnya telah dilarutkan bersama air bersih.
Setelah diaduk rata hingga mencapai tingkat kelembapan sekitar 35-45 persen, bahan olahan dimasukkan ke dalam wadah ember kedap udara yang ditutup rapat.
Proses fermentasi ini dibiarkan berlangsung selama 5 hingga 7 hari di tempat yang teduh dengan suhu ideal ruangan 25-35 derajat Celcius.
Hasil akhirnya berupa pakan berkualitas dengan aroma asam yang segar, memiliki tekstur lembut, serta berwarna cokelat kekuningan. Aroma khas dari proses fermentasi ini juga terbukti efektif mampu merangsang nafsu makan ikan. Hebatnya, dalam satu kali rincian uji coba produksi berskala kecil, total biaya produksi yang perlu dikeluarkan hanyalah sekitar Rp101.000, mengingat jeroan ikan utamanya bisa didapatkan secara gratis sebagai limbah.
Mendukung Ekonomi Sirkular dan Pembangunan Berkelanjutan
Kehadiran inovasi PAFERI tidak sekadar memecahkan persoalan tingginya harga pakan. Inovasi ini diklaim mampu memberikan dampak turunan yang positif, di antaranya:
Mendukung prinsip tata kelola tanpa limbah (zero waste) dan mengedepankan model ekonomi sirkular (circular economy) dalam pengolahan sumber daya.
Membuka peluang usaha dan bisnis baru yang mensejahterakan UMKM serta masyarakat sekitar melalui sistem rantai pasok pengumpulan bahan, pengolahan produksi, hingga tahap distribusi pakan.
Berdampak positif serta sejalan pada pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), secara khusus pada pilar SDG 2 (Mengakhiri Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Ke depannya, inovasi pakan fermentasi jeroan ikan ini diharapkan dapat terus diadopsi secara luas oleh pembudidaya dan peternak lokal. Dengan demikian, kelestarian lingkungan dapat terus terjaga secara berkelanjutan seiring dengan melesatnya produktivitas ketahanan pangan masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!