23 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Solusi Sejuk di Tengah Pemadaman: Pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Ciptakan 'KIPAS' Bertenaga Matahari

Penulis: Ika PS 14 May 2025 04:26 WIB Dilihat: 2 kali Komentar: 0
Placeholder

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi listrik rumah tangga dan seringnya gangguan pasokan listrik yang mengganggu kenyamanan, inovasi sederhana namun berdampak besar lahir dari bangku sekolah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Lendri Yansa dan Goldy Wicaksono Sitompul, dua pelajar dari SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, berhasil menciptakan solusi pendingin udara yang mandiri dan ramah lingkungan bernama "KIPAS" atau Kipas Angin Panel Surya. Proyek yang menjadi bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ini tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga menjadi jawaban atas potensi energi surya Indonesia yang selama ini belum teroptimalkan di tingkat rumah tangga.

Latar belakang lahirnya inovasi ini cukup pragmatis: keresahan siswa terhadap kondisi ruang kelas yang kerap terasa panas dan minim ventilasi, ditambah dengan ketidakpastian aliran listrik dari PLN. Alih-alih mengandalkan pendingin udara konvensional yang boros energi, Lendri dan Goldy memanfaatkan melimpahnya sinar matahari di wilayah mereka. Sistem KIPAS ini dirancang dengan komponen yang cukup sederhana namun efisien, yakni panel surya 20 watt, baterai 12V sebagai penyimpan energi, serta motor kipas DC.

Secara teknis, inovasi ini memiliki performa yang mengesankan. Melalui pengisian daya di bawah sinar matahari penuh selama kurang lebih lima jam, KIPAS mampu beroperasi secara mandiri selama 6 hingga 8 jam tanpa harus terhubung ke listrik konvensional. Proses perakitannya pun tergolong ramah anggaran bagi pelajar, dengan komponen-komponen utama seperti dinamo, saklar, dan panel surya yang dapat dibeli dengan biaya yang sangat ekonomis. Pengujian yang dilakukan pada Februari 2025 membuktikan bahwa perangkat ini mampu memberikan solusi pendingin udara yang stabil, aman, dan tahan lama.

Dampak dari kehadiran KIPAS ini tak hanya dirasakan oleh para penciptanya. Di lingkungan sekolah, alat ini terbukti berhasil menurunkan suhu ruangan dan menciptakan suasana belajar yang jauh lebih kondusif dan nyaman. Kesuksesan ini bahkan menarik perhatian sekolah-sekolah lain yang tertarik untuk mereplikasi konsep serupa dalam proyek P5 mereka sendiri. Dalam kunjungan belajar antar-sekolah, siswa dan guru dari lembaga pendidikan lain telah mengamati proses pembuatan KIPAS sebagai model energi terbarukan yang dapat diterapkan dengan mudah di daerah masing-masing.

Sebagai bentuk kontribusi terhadap agenda global, inovasi ini secara nyata mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam aspek penyediaan energi bersih dan terjangkau, serta penanganan perubahan iklim. Dengan biaya pembuatan yang terjangkau dan penggunaan energi matahari, KIPAS membuktikan bahwa teknologi ramah lingkungan tidak harus mahal dan rumit, melainkan dapat dijangkau oleh masyarakat luas, termasuk di daerah terpencil yang belum tersentuh listrik PLN. Ke depannya, sekolah berencana untuk terus menyempurnakan dan memperbanyak unit pendingin berbasis surya ini guna mendukung kenyamanan operasional di lingkungan pendidikan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026