26 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Touchless Wudhu Tap: Inovasi Pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Hadirkan Wudhu Lebih Higienis dan Hemat Air

Penulis: Ika PS 02 July 2025 09:04 WIB Dilihat: 2 kali Komentar: 0
Placeholder

Air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya. Namun, dalam aktivitas sehari-hari, penggunaan air sering kali masih kurang efisien, termasuk pada fasilitas tempat wudhu di sekolah maupun masjid. Keran yang masih dioperasikan secara manual tidak jarang dibiarkan mengalir meskipun tidak digunakan, sehingga menyebabkan pemborosan air. Di sisi lain, penggunaan keran secara bergantian juga berpotensi menjadi media perpindahan kuman dan virus melalui sentuhan tangan.

Berangkat dari kepedulian terhadap permasalahan tersebut, dua pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Khairina Reva Aurellia dan Shyfa Dwiputri Sugiarto, menghadirkan inovasi Touchless Wudhu Tap dengan IR Sensor E18-D80. Inovasi ini dirancang sebagai solusi sederhana namun efektif untuk menciptakan fasilitas wudhu yang lebih higienis, hemat air, dan mudah diterapkan di berbagai lingkungan, seperti sekolah, masjid, maupun fasilitas umum lainnya.

Menjawab Tantangan Kebersihan dan Efisiensi Air

Kebiasaan membuka dan menutup keran secara manual sering kali menimbulkan dua persoalan sekaligus. Pertama, keran menjadi titik sentuh yang digunakan banyak orang sehingga berpotensi menjadi media penyebaran penyakit. Kedua, air sering terus mengalir ketika pengguna lupa menutup keran atau membiarkannya terbuka lebih lama dari yang diperlukan.

Melihat kondisi tersebut, para pelajar mencoba menghadirkan teknologi yang mampu mengatasi kedua persoalan tersebut secara bersamaan. Melalui pemanfaatan sensor inframerah (IR Sensor E18-D80), keran dapat bekerja secara otomatis tanpa perlu disentuh. Air hanya mengalir ketika tangan berada di bawah sensor dan akan berhenti secara otomatis ketika tangan dijauhkan. Sistem ini mampu menghemat penggunaan air sekaligus meningkatkan kebersihan fasilitas wudhu.

Teknologi Sederhana dengan Manfaat Besar

Keunggulan utama Touchless Wudhu Tap terletak pada penggunaan teknologi yang sederhana namun memiliki dampak yang signifikan.

Sistem ini memanfaatkan IR Sensor E18-D80 sebagai pendeteksi gerakan tangan yang terhubung dengan solenoid valve, pompa air, serta mikrokontroler. Ketika sensor mendeteksi adanya tangan, sistem secara otomatis membuka katup air sehingga air mengalir. Setelah tangan dijauhkan, aliran air langsung berhenti tanpa perlu menutup keran secara manual.

Selain mudah digunakan, alat ini juga dirancang menggunakan komponen yang mudah diperoleh di pasaran sehingga proses perakitan maupun perawatannya relatif sederhana dan berbiaya rendah. Bahkan, keseluruhan prototipe dapat dibuat dengan biaya sekitar Rp87.000, menjadikannya solusi yang ekonomis untuk diterapkan di berbagai fasilitas umum.

Dibangun Melalui Pendekatan Research and Development

Dalam pengembangannya, inovasi ini menggunakan metode Research and Development (R&D).

Proses dimulai dengan mengidentifikasi permasalahan pemborosan air di tempat wudhu sekolah. Selanjutnya dilakukan perancangan alat menggunakan sensor inframerah, pembuatan prototipe, pengujian langsung di lingkungan sekolah, hingga evaluasi terhadap efektivitas alat.

Setiap hasil uji coba menjadi dasar untuk melakukan penyempurnaan sehingga sistem mampu bekerja lebih optimal, responsif, dan nyaman digunakan oleh masyarakat. Pendekatan tersebut memberikan pengalaman nyata kepada para pelajar dalam mengembangkan sebuah produk teknologi yang berbasis pada kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi Sekolah Mendorong Lahirnya Inovasi

Keberhasilan Touchless Wudhu Tap tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak di lingkungan sekolah.

SMAN 2 Unggulan Talang Ubi melalui kepala sekolah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan inovasi dengan membentuk tim inovasi sekolah, menyediakan ruang belajar, serta memfasilitasi berbagai kebutuhan selama proses penelitian dan pengembangan berlangsung.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim inovasi di lingkungan sekolah sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, dan menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan di sekitar mereka.

Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Selain memberikan manfaat langsung bagi pengguna, Touchless Wudhu Tap juga berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Penggunaan air menjadi lebih efisien karena keran hanya aktif ketika benar-benar digunakan. Sistem tanpa sentuhan juga membantu menjaga kebersihan serta mengurangi risiko penyebaran kuman melalui fasilitas umum.

Di sisi lain, inovasi ini menjadi media pembelajaran bagi peserta didik dalam menerapkan teknologi tepat guna sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan melalui penghematan sumber daya air.

Menghemat Air Hingga 60 Persen

Hasil implementasi menunjukkan bahwa penggunaan sensor otomatis mampu memberikan manfaat yang nyata.

Dengan sistem berbasis sensor, air hanya mengalir sesuai kebutuhan sehingga mampu mengurangi pemborosan air hingga 40–60 persen dibandingkan penggunaan keran manual. Selain lebih hemat, pengguna juga merasakan pengalaman berwudhu yang lebih nyaman karena tidak perlu lagi menyentuh keran sebelum maupun sesudah digunakan.

Keunggulan lainnya adalah sistem ini dapat dipasang pada instalasi keran yang sudah ada tanpa memerlukan perubahan besar terhadap infrastruktur, sehingga lebih mudah direplikasi oleh sekolah, masjid, maupun fasilitas umum lainnya.

Mudah Direplikasi dan Dikembangkan

Salah satu nilai lebih dari inovasi ini adalah kemudahannya untuk diterapkan di berbagai tempat.

Proposal menjelaskan bahwa konsep keran otomatis berbasis sensor telah banyak dikembangkan di lingkungan pendidikan maupun rumah ibadah sebagai bentuk adaptasi terhadap teknologi tanpa sentuhan. Hal tersebut menunjukkan bahwa inovasi ini memiliki peluang besar untuk direplikasi dengan biaya yang relatif murah serta proses instalasi yang cepat.

Ke depan, para pengembang juga merencanakan kerja sama dengan sekolah, masjid, dan berbagai instansi lainnya agar penggunaan Touchless Wudhu Tap semakin luas. Evaluasi rutin terhadap kinerja sensor, survei kepuasan pengguna, serta penyempurnaan desain akan terus dilakukan agar alat semakin efisien dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Inovasi Sederhana yang Memberikan Dampak Nyata

Touchless Wudhu Tap membuktikan bahwa inovasi tidak harus selalu menggunakan teknologi yang rumit maupun biaya yang besar. Berawal dari sebuah gagasan sederhana, para pelajar mampu menciptakan solusi yang menjawab persoalan nyata mengenai kebersihan, efisiensi penggunaan air, dan pelestarian lingkungan.

Melalui inovasi ini, SMAN 2 Unggulan Talang Ubi kembali menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, peduli terhadap lingkungan, dan mampu menghadirkan teknologi tepat guna bagi masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026