23 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

"Touchless Wudhu Tap": Solusi Cerdas Pelajar PALI dalam Menghemat Air dan Menjaga Higienitas

Penulis: Ika PS 18 June 2025 08:39 WIB Dilihat: 1 kali Komentar: 0
Placeholder

Menjawab tantangan kebersihan dan pemborosan air di fasilitas umum, dua siswi SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Khairina Reva Aurellia dan Shyfa Dwiputri Sugiarto, menghadirkan inovasi "Touchless Wudhu Tap with IR Sensor: Simple, Smart, and Saving Water". Alat ini memanfaatkan teknologi sensor inframerah untuk mengotomatisasi aliran air wudhu, sehingga air hanya mengalir saat tangan terdeteksi dan berhenti secara otomatis ketika tidak digunakan. Inovasi sederhana namun berdampak besar ini tidak hanya menjaga higienitas di lingkungan sekolah pasca-pandemi, tetapi juga berhasil menciptakan efisiensi penggunaan air hingga 40-60% dibandingkan metode keran manual konvensional.

Latar Belakang dan Permasalahan

Di lingkungan sekolah dan fasilitas umum lainnya, keran air manual sering menjadi penyebab pemborosan air yang kronis. Banyak pengguna yang lupa mematikan keran setelah berwudhu, menyebabkan air terbuang percuma setiap harinya. Di sisi lain, penggunaan keran manual yang disentuh oleh banyak tangan juga menimbulkan risiko kesehatan, mengingat fasilitas tersebut menjadi media penularan kuman dan virus. Berdasarkan data WHO (2021), fasilitas higienis merupakan garda terdepan untuk mencegah penyebaran penyakit, namun fasilitas cuci tangan publik masih sangat terbatas dan belum optimal.

Teknologi di Balik "Touchless Wudhu Tap"

Inovasi yang dikembangkan di bawah bimbingan guru (Agung Santosoh, S.Pd., Elin Sumaya, S.Pd., dan Putri Pratama Lestari, S.Pd.) ini menggunakan pendekatan metode Research and Development (R&D). Inti dari teknologi ini adalah penggunaan Sensor IR E18-D80, sebuah sensor optik jarak yang responsif mendeteksi gerakan tangan.

Sistem kerjanya terintegrasi dengan solenoid valve dan pompa air mini. Saat tangan mendekati sensor, sinyal akan memicu aliran air, dan secara otomatis memutus aliran air saat tangan menjauh. Sistem ini dirancang untuk dapat dipasang pada instalasi keran yang sudah ada tanpa perlu mengubah infrastruktur pipa secara besar-besaran. Komponen yang digunakan meliputi:

Sensor IR E18-D80 sebagai detektor.

Solenoid Valve 12V sebagai pengatur buka-tutup air.

Adaptor dan Step Down 5V sebagai catu daya.

Relay dan komponen pendukung lainnya dengan total biaya perakitan yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp87.000,00 per unit.

Dampak dan Keberlanjutan

Inovasi ini tidak hanya sekadar alat, tetapi juga instrumen edukasi bagi siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan sumber daya air. Kontribusi Touchless Wudhu Tap bagi pembangunan berkelanjutan mencakup:

Sanitasi dan Lingkungan: Mengurangi limbah air yang terbuang dan meminimalisasi kontak fisik (higienitas tinggi).

Ekonomi Sekolah: Mengurangi biaya operasional sekolah karena penggunaan air yang lebih efisien.

Pembelajaran: Menjadi media praktik bagi siswa dalam merekayasa teknologi tepat guna yang aplikatif.

Evaluasi dan Masa Depan

Uji coba yang dilakukan pada 19-27 Mei 2025 menunjukkan hasil yang sangat memuaskan, di mana sistem bekerja konsisten dengan waktu respon yang cepat dan aliran air yang stabil. Ke depannya, tim inovator berencana untuk terus melakukan pengembangan desain agar lebih ergonomis dan tahan lama, serta menjajaki peluang replikasi di fasilitas umum lain seperti masjid dan perkantoran. Strategi keberlanjutan juga telah disiapkan melalui pemeliharaan rutin, edukasi pengguna, serta dukungan dari pihak manajemen sekolah melalui SK Tim Inovasi, memastikan Touchless Wudhu Tap tetap berfungsi optimal sebagai solusi modern yang cerdas dan hemat air.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026