24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Transformasi Digital di Lingkungan Sekolah: Aplikasi 'TARAPOR' Karya Siswi SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Pangkas Birokrasi Pelaporan Fasilitas Rusak

Penulis: Ika PS 13 June 2025 04:08 WIB Dilihat: 1 kali Komentar: 0
Transformasi Digital di Lingkungan Sekolah: Aplikasi 'TARAPOR' Karya Siswi SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Pangkas Birokrasi Pelaporan Fasilitas Rusak

Kenyamanan lingkungan belajar, mulai dari kebersihan hingga kelayakan fasilitas, sering kali terhambat oleh lambatnya penanganan masalah di lapangan. Sebuah survei dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 bahkan mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa lebih dari 60 persen sekolah di Indonesia belum memiliki mekanisme pelaporan masalah yang terstruktur dan terdokumentasi dengan baik. Selama ini, keluhan mengenai fasilitas yang rusak, coretan di tembok, genangan air, hingga tumpukan sampah sering kali hanya berakhir di kotak saran konvensional atau sekadar menjadi pembicaraan lisan yang mudah diabaikan dan terlupakan. Menjawab tantangan tersebut, dua siswi inovatif dari SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Dinda Magfirah Saleha dan Intan Anita Pangesti, menghadirkan sebuah terobosan rekayasa teknologi bernama TARAPOR (Aplikasi Pelaporan Masalah Lingkungan Sekolah).

TARAPOR hadir sebagai platform digital komprehensif yang dirancang untuk memfasilitasi seluruh warga sekolah—mulai dari siswa, guru, hingga staf—dalam melaporkan berbagai masalah lingkungan secara cepat, efisien, dan terstruktur. Dikembangkan dengan memanfaatkan platform Kodular dan layanan cloud Firebase dari Google, aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk mengirimkan laporan secara real-time. Pengguna cukup mengakses aplikasi untuk mengisi formulir yang memuat jenis masalah, deskripsi kejadian, dan lokasi, serta melampirkan bukti autentik berupa foto atau video.

Sistem di balik TARAPOR bekerja secara sistematis dan sangat transparan. Laporan yang masuk akan langsung diterima oleh admin sekolah melalui dasbor khusus (Dashboard Admin) untuk diverifikasi dan diteruskan kepada petugas terkait, seperti tim pemelihara lingkungan atau petugas kebersihan. Seluruh proses digitalisasi ini didukung oleh berbagai fitur unggulan, di antaranya:

Antarmuka Pengguna (User Interface): Menyajikan tampilan yang ramah pengguna untuk siswa, guru, dan staf, berisi menu laporan, status laporan, serta profil pengguna.

Manajemen Laporan Terintegrasi: Memungkinkan admin sekolah untuk memverifikasi, menugaskan petugas, dan mengubah status laporan menjadi 'belum diproses', 'diproses', atau 'selesai'.

Sistem Notifikasi Pintar: Mengirimkan pemberitahuan otomatis kepada pelapor mengenai perkembangan status laporannya secara real-time.

Dokumentasi dan Riwayat: Menyimpan semua data laporan untuk keperluan evaluasi rutin guna mengetahui jenis masalah yang sering terjadi dan efektivitas penanganannya.

Inovasi yang mulai diuji coba secara terbatas pada bulan Mei 2025 kepada siswa kelas 11.E ini terbukti mampu memangkas waktu tanggap penyelesaian masalah secara signifikan jika dibandingkan dengan sistem pelaporan manual. Lebih dari sekadar alat administrasi, TARAPOR berperan krusial dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Adanya opsi pelaporan yang mudah—bahkan dapat dilakukan secara anonim—membuat warga sekolah lebih termotivasi untuk berpartisipasi aktif menjaga kebersihan dan kenyamanan. Ke depannya, aplikasi ini menawarkan potensi replikasi yang sangat luas untuk diadaptasi oleh berbagai tingkat satuan pendidikan lainnya demi membangun budaya digital dan kepedulian lingkungan secara berkelanjutan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026