Ananas Citrus Aurantifolia Soap, Inovasi PALI Manfaatkan Nanas dan Jeruk Nipis Jadi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR, SUMATERA SELATAN
Ananas Citrus Aurantifolia Soap, Inovasi PALI Manfaatkan Nanas dan Jeruk Nipis Jadi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan
PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR, SUMATERA SELATAN — Pemanfaatan potensi pangan lokal untuk menghasilkan produk ramah lingkungan terus dikembangkan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Salah satunya melalui inovasi Ananas Citrus Aurantifolia Soap (Natural Dishwashing Soap From Pineapple and Lime), yang mengolah buah nanas dan jeruk nipis menjadi sabun cuci piring berbahan alami.
Inovasi masyarakat yang digagas Muhamad Okta tersebut merupakan inovasi non-digital yang telah memasuki tahap implementasi. Uji coba inovasi dilakukan pada 2 Februari 2024, kemudian mulai diimplementasikan pada 9 April 2024.
Nanas dan Jeruk Nipis Jadi Bahan Dasar
Gagasan Ananas Soap berangkat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan produk yang lebih aman bagi manusia dan lingkungan. Sabun cuci piring menjadi salah satu produk rumah tangga yang digunakan setiap hari, sehingga pemilihan bahan dan dampaknya terhadap lingkungan menjadi perhatian dalam pengembangan inovasi ini.
Dalam rancangan inovasinya, nanas dan jeruk nipis dipilih karena memiliki komponen alami yang berpotensi mendukung proses pembersihan. Nanas mengandung enzim bromelain yang dalam dokumen inovasi disebut mampu membantu memecah protein dan lemak, sementara jeruk nipis kaya akan asam sitrat yang membantu melarutkan lemak dan minyak.
Kombinasi kedua bahan tersebut juga memberikan aroma segar alami. Inovasi ini sekaligus menawarkan pendekatan berbeda dalam pemanfaatan buah yang selama ini lebih banyak dikonsumsi atau diolah menjadi produk pangan seperti manisan dan sambal.
Mengusung Konsep Ramah Lingkungan
Salah satu keunggulan yang dikedepankan Ananas Soap adalah penggunaan bahan alami sebagai alternatif dalam pembuatan sabun cuci piring.
Dokumen inovasi menyebutkan sabun berbahan nanas dan jeruk nipis cenderung lebih mudah terurai dan diharapkan dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan dibandingkan produk berbahan kimia sintetis. Produk ini juga dikembangkan dengan gagasan mendorong masyarakat menerapkan pola hidup “back to nature” melalui penggunaan produk berbahan alami.
Selain kemampuan membersihkan, inovasi tersebut mengedepankan aroma alami yang segar serta potensi penggunaan bahan lokal yang mudah ditemukan di Kabupaten PALI.
Dari Potensi Lokal Menjadi Produk Inovatif
Ananas Soap memperlihatkan bagaimana potensi pertanian daerah dapat dikembangkan menjadi produk nonpangan yang memiliki nilai tambah.
Pemanfaatan nanas dan jeruk nipis sebagai bahan dasar sabun membuka peluang diversifikasi produk sekaligus memberikan alternatif pemanfaatan komoditas lokal. Pengembangan semacam ini juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk membangun usaha berbasis kreativitas dan sumber daya yang tersedia di daerah.
Dalam dokumen inovasi, salah satu tujuan pengembangan Ananas Soap adalah menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai jual di masyarakat sekaligus meningkatkan pemanfaatan bahan alam.
Didukung Ekosistem Inovasi Daerah
Pengembangan Ananas Soap tidak berdiri sendiri. Inovasi ini tercatat mendapat dukungan dalam ekosistem inovasi daerah Kabupaten PALI, antara lain melalui penguatan sumber daya manusia, pelatihan, sosialisasi dan diseminasi, serta integrasi program inovasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dokumen juga mencatat inovasi ini telah melibatkan jejaring lintas perangkat daerah dan memiliki pedoman teknis produksi. Proses produksi disebut dapat menghasilkan produk dalam waktu satu hari, sementara layanan inovasi terintegrasi melalui PALI Innovation Hub.
Ananas Soap juga tercatat telah direplikasi melalui kerja sama dengan Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Muara Enim.
Lebih dari 200 Produk Telah Dihasilkan
Dari sisi implementasi, laporan inovasi daerah mencatat jumlah produk Ananas Soap yang telah dihasilkan atau diperjualbelikan mencapai lebih dari 200 produk. Capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi berbasis bahan alami mulai bergerak dari tahap gagasan menuju penerapan produk nyata.
Meski demikian, pengembangan produk rumah tangga berbahan alami tetap memerlukan pengujian kualitas, keamanan, standardisasi formulasi dan pemenuhan ketentuan perizinan yang berlaku agar dapat dipasarkan secara lebih luas.
Mendorong Budaya Inovasi Berbasis Lingkungan
Ananas Soap menjadi salah satu contoh bahwa inovasi daerah dapat dimulai dari bahan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Nanas dan jeruk nipis yang selama ini dikenal sebagai komoditas pangan dikembangkan menjadi produk kebersihan rumah tangga dengan pendekatan ramah lingkungan.
Ke depan, inovasi ini dapat diperkuat melalui pengujian laboratorium, standardisasi produk, penguatan desain kemasan dan merek, legalitas, serta perluasan pemasaran. Penguatan tersebut akan menjadi penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat.
Pada akhirnya, Ananas Soap membawa pesan bahwa inovasi lingkungan dapat dimulai dari rumah dan dari bahan yang ada di sekitar masyarakat. Ketika potensi lokal dipadukan dengan kreativitas dan pengetahuan, buah yang sederhana dapat berubah menjadi produk baru yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Ananas Citrus Aurantifolia Soap — dari nanas dan jeruk nipis, lahir inovasi untuk kebersihan, lingkungan, dan peluang ekonomi masyarakat PALI.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!