22 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Ananas Citrus Aurantifolia Soap, Inovasi PALI Manfaatkan Nanas dan Jeruk Nipis Jadi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR, SUMATERA SELATAN

Penulis: Rika PS 03 February 2026 08:19 WIB Dilihat: 5 kali Komentar: 0
Ananas Citrus Aurantifolia Soap, Inovasi PALI Manfaatkan Nanas dan Jeruk Nipis Jadi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan  PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR, SUMATERA SELATAN

Ananas Citrus Aurantifolia Soap, Inovasi PALI Manfaatkan Nanas dan Jeruk Nipis Jadi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan

PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR, SUMATERA SELATAN — Pemanfaatan potensi pangan lokal untuk menghasilkan produk ramah lingkungan terus dikembangkan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Salah satunya melalui inovasi Ananas Citrus Aurantifolia Soap (Natural Dishwashing Soap From Pineapple and Lime), yang mengolah buah nanas dan jeruk nipis menjadi sabun cuci piring berbahan alami.

Inovasi masyarakat yang digagas Muhamad Okta tersebut merupakan inovasi non-digital yang telah memasuki tahap implementasi. Uji coba inovasi dilakukan pada 2 Februari 2024, kemudian mulai diimplementasikan pada 9 April 2024.

Nanas dan Jeruk Nipis Jadi Bahan Dasar

Gagasan Ananas Soap berangkat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan produk yang lebih aman bagi manusia dan lingkungan. Sabun cuci piring menjadi salah satu produk rumah tangga yang digunakan setiap hari, sehingga pemilihan bahan dan dampaknya terhadap lingkungan menjadi perhatian dalam pengembangan inovasi ini.

Dalam rancangan inovasinya, nanas dan jeruk nipis dipilih karena memiliki komponen alami yang berpotensi mendukung proses pembersihan. Nanas mengandung enzim bromelain yang dalam dokumen inovasi disebut mampu membantu memecah protein dan lemak, sementara jeruk nipis kaya akan asam sitrat yang membantu melarutkan lemak dan minyak.

Kombinasi kedua bahan tersebut juga memberikan aroma segar alami. Inovasi ini sekaligus menawarkan pendekatan berbeda dalam pemanfaatan buah yang selama ini lebih banyak dikonsumsi atau diolah menjadi produk pangan seperti manisan dan sambal.

Mengusung Konsep Ramah Lingkungan

Salah satu keunggulan yang dikedepankan Ananas Soap adalah penggunaan bahan alami sebagai alternatif dalam pembuatan sabun cuci piring.

Dokumen inovasi menyebutkan sabun berbahan nanas dan jeruk nipis cenderung lebih mudah terurai dan diharapkan dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan dibandingkan produk berbahan kimia sintetis. Produk ini juga dikembangkan dengan gagasan mendorong masyarakat menerapkan pola hidup “back to nature” melalui penggunaan produk berbahan alami.

Selain kemampuan membersihkan, inovasi tersebut mengedepankan aroma alami yang segar serta potensi penggunaan bahan lokal yang mudah ditemukan di Kabupaten PALI.

Dari Potensi Lokal Menjadi Produk Inovatif

Ananas Soap memperlihatkan bagaimana potensi pertanian daerah dapat dikembangkan menjadi produk nonpangan yang memiliki nilai tambah.

Pemanfaatan nanas dan jeruk nipis sebagai bahan dasar sabun membuka peluang diversifikasi produk sekaligus memberikan alternatif pemanfaatan komoditas lokal. Pengembangan semacam ini juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk membangun usaha berbasis kreativitas dan sumber daya yang tersedia di daerah.

Dalam dokumen inovasi, salah satu tujuan pengembangan Ananas Soap adalah menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai jual di masyarakat sekaligus meningkatkan pemanfaatan bahan alam.

Didukung Ekosistem Inovasi Daerah

Pengembangan Ananas Soap tidak berdiri sendiri. Inovasi ini tercatat mendapat dukungan dalam ekosistem inovasi daerah Kabupaten PALI, antara lain melalui penguatan sumber daya manusia, pelatihan, sosialisasi dan diseminasi, serta integrasi program inovasi dalam perencanaan pembangunan daerah.

Dokumen juga mencatat inovasi ini telah melibatkan jejaring lintas perangkat daerah dan memiliki pedoman teknis produksi. Proses produksi disebut dapat menghasilkan produk dalam waktu satu hari, sementara layanan inovasi terintegrasi melalui PALI Innovation Hub.

Ananas Soap juga tercatat telah direplikasi melalui kerja sama dengan Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Muara Enim.

Lebih dari 200 Produk Telah Dihasilkan

Dari sisi implementasi, laporan inovasi daerah mencatat jumlah produk Ananas Soap yang telah dihasilkan atau diperjualbelikan mencapai lebih dari 200 produk. Capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi berbasis bahan alami mulai bergerak dari tahap gagasan menuju penerapan produk nyata.

Meski demikian, pengembangan produk rumah tangga berbahan alami tetap memerlukan pengujian kualitas, keamanan, standardisasi formulasi dan pemenuhan ketentuan perizinan yang berlaku agar dapat dipasarkan secara lebih luas.

Mendorong Budaya Inovasi Berbasis Lingkungan

Ananas Soap menjadi salah satu contoh bahwa inovasi daerah dapat dimulai dari bahan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Nanas dan jeruk nipis yang selama ini dikenal sebagai komoditas pangan dikembangkan menjadi produk kebersihan rumah tangga dengan pendekatan ramah lingkungan.

Ke depan, inovasi ini dapat diperkuat melalui pengujian laboratorium, standardisasi produk, penguatan desain kemasan dan merek, legalitas, serta perluasan pemasaran. Penguatan tersebut akan menjadi penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat.

Pada akhirnya, Ananas Soap membawa pesan bahwa inovasi lingkungan dapat dimulai dari rumah dan dari bahan yang ada di sekitar masyarakat. Ketika potensi lokal dipadukan dengan kreativitas dan pengetahuan, buah yang sederhana dapat berubah menjadi produk baru yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Ananas Citrus Aurantifolia Soap — dari nanas dan jeruk nipis, lahir inovasi untuk kebersihan, lingkungan, dan peluang ekonomi masyarakat PALI.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026