22 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Berantas Sengkarut Data Bansos, Pemuda Asal PALI Ciptakan "SIBISA": Solusi Cerdas dan Hemat Tanpa Internet

Penulis: Bayu AK 04 February 2026 08:07 WIB Dilihat: 9 kali Komentar: 0
Berantas Sengkarut Data Bansos, Pemuda Asal PALI Ciptakan "SIBISA": Solusi Cerdas dan Hemat Tanpa Internet

PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR — Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) yang tidak tepat sasaran masih menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar bagi pemerintah daerah hingga pusat. Berangkat dari keresahan tersebut, seorang pemuda asal Desa Tanah Abang Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Afri Sitiawan Saputra, berhasil melahirkan inovasi brilian bernama SIBISA (Sistem Bansos Informasi Satu Data).

Inovasi yang diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025 ini menawarkan jalan keluar yang sangat praktis, murah, dan aplikatif bagi aparatur desa di seluruh penjuru negeri.

Akar Masalah: Data Ganda dan Sinkronisasi NIK

Selama ini, pengelolaan data penerima bansos di tingkat daerah kerap terkendala oleh sistem pencatatan yang masih manual atau tersebar di banyak dokumen yang tidak seragam. Akibatnya, masalah klasik seperti data ganda, NIK yang tidak padan, hingga penerima yang sudah meninggal namun masih tercatat, terus berulang.

Bahkan, temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara nasional pernah mencatat ada 16,8 juta data bansos yang tidak padan dengan NIK dan jutaan data ganda yang membuat penyaluran bantuan menjadi lambat serta tidak tepat sasaran.

Untuk memutus rantai masalah ini di tingkat desa, Afri Sitiawan menciptakan SIBISA dengan moto: "Bisa Data, Bisa Salur, Bisa Tepat".

SIBISA: Mengapa Memilih Microsoft Excel?

Berbeda dengan inovasi digital lain yang kerap menuntut pembuatan aplikasi mahal dan server yang rumit, SIBISA dibangun sepenuhnya menggunakan Microsoft Excel. Pemilihan platform ini bukan tanpa alasan yang cerdas:

Tanpa Perlu Internet: Sistem ini dapat beroperasi penuh secara offline, menjadikannya solusi sempurna untuk desa-desa dengan keterbatasan jaringan internet.

Hemat Anggaran: Tidak ada biaya langganan server atau lisensi aplikasi tambahan, karena Excel hampir selalu tersedia di seluruh komputer fasilitas pemerintah.

Aman dan Familiar: Data tersimpan secara lokal dengan aman, dan antarmukanya sudah sangat akrab bagi para perangkat desa, sehingga tidak memerlukan pelatihan IT yang rumit.

Cara Kerja SIBISA: Sederhana Namun Kuat

Sistem ini menggunakan kecanggihan formula Excel (seperti VLOOKUP, Data Validation, dan Pivot Table) yang dibagi menjadi enam lembar kerja (sheet) yang saling terintegrasi otomatis:

Sheet Validasi & Penerima: Berfungsi sebagai pondasi untuk memastikan pengisian data selalu seragam dan sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Sheet Penyaluran: Mencatat setiap bantuan yang keluar secara mendetail.

Rekap & Dashboard Interaktif: Ini adalah fitur unggulan SIBISA. Hanya dengan satu klik, sistem akan menyajikan laporan bulanan dan visualisasi grafik (dashboard) secara seketika (real-time). Kepala desa dapat langsung melihat persentase bantuan yang sudah tersalurkan maupun yang masih dalam proses.

Dampak Nyata: Bekerja dalam Hitungan Menit

Uji coba implementasi SIBISA telah membuktikan perubahan yang sangat drastis dalam tata kelola administrasi bansos di tingkat desa. Berikut adalah perbandingan efisiensi sebelum dan sesudah menggunakan SIBISA:

Indikator PenilaianSebelum SIBISASesudah SIBISA
Waktu Rekap Bulanan± 3-5 hari± 1-2 jam
Tingkat Kesalahan DataTinggi (10-15%)Sangat Rendah (<2%)
Akses InformasiSulit dan harus dicari manualCepat, real-time melalui dashboard
Proses Validasi DataManual dan memakan waktuOtomatis dengan referensi sistem

Menuju Tata Kelola Desa yang Transparan

Kehadiran SIBISA membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus identik dengan teknologi tinggi yang mahal. Dengan kecermatan melihat masalah dan memaksimalkan alat yang sudah ada, Afri Sitiawan Saputra berhasil menciptakan sistem yang mampu memangkas birokrasi pendataan, mencegah kebocoran bantuan, dan menciptakan transparansi.

Saat ini, desain SIBISA yang sangat mudah dioperasikan membuka peluang besar untuk direplikasi (copy-paste) oleh desa-desa lain, baik di dalam maupun di luar Kabupaten PALI. Melalui inovasi ini, diharapkan penyaluran bantuan sosial di masa depan benar-benar bisa "Tepat Data, Tepat Salur, dan Tepat Sasaran"

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026