24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Faster Jas Lab: Menembus Batas Laboratorium, Mengantarkan Produk UMKM PALI Naik Kelas

Penulis: Ika PS 06 August 2025 08:25 WIB Dilihat: 2 kali Komentar: 0
Faster Jas Lab: Menembus Batas Laboratorium, Mengantarkan Produk UMKM PALI Naik Kelas

Di balik setiap produk unggulan daerah, terdapat proses panjang yang sering kali luput dari perhatian. Bukan hanya kreativitas dalam menciptakan produk, tetapi juga pembuktian mutu melalui pengujian laboratorium yang menjadi syarat penting agar sebuah produk mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Sayangnya, bagi banyak pelaku UMKM dan inovator di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), akses terhadap layanan laboratorium selama ini menjadi tantangan tersendiri karena belum tersedianya laboratorium pengujian yang memadai di daerah.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten PALI menghadirkan sebuah terobosan bertajuk FASTER JAS LAB (Fasilitasi Terpadu Jasa Laboratorium). Digagas oleh Khairiman, S.Pt., M.Si., inovasi yang diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2023 ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat, pelaku UMKM, dan inovator daerah untuk memperoleh layanan pengujian mutu produk secara lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.

Ketika Keterbatasan Menjadi Awal Sebuah Inovasi

Pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada banyaknya produk yang dihasilkan masyarakat, tetapi juga pada kualitas produk tersebut. Produk pangan, pupuk organik, hingga berbagai hasil inovasi lokal memerlukan sertifikasi dan hasil uji laboratorium agar dapat memenuhi persyaratan perizinan, meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus membuka peluang memasuki pasar yang lebih luas.

Namun, Kabupaten PALI menghadapi keterbatasan fasilitas laboratorium yang mampu melakukan pengujian mutu sesuai standar. Kondisi tersebut menyebabkan banyak produk unggulan masyarakat mengalami hambatan dalam proses pengembangan.

Alih-alih menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti berinovasi, Balitbangda PALI memilih membangun kolaborasi. Melalui Faster Jas Lab, Balitbangda berperan sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan laboratorium-laboratorium terakreditasi sehingga kebutuhan pengujian produk tetap dapat terpenuhi tanpa harus membangun fasilitas laboratorium baru di daerah.

Kolaborasi Menjadi Kekuatan Utama

Berbeda dengan layanan laboratorium konvensional, Faster Jas Lab mengusung konsep fasilitasi terpadu. Balitbangda tidak hanya membantu proses pengujian sampel, tetapi juga memberikan pendampingan hingga produk memperoleh rekomendasi perbaikan berdasarkan hasil laboratorium.

Untuk mewujudkan layanan tersebut, Balitbangda menjalin kerja sama dengan berbagai laboratorium terpercaya, di antaranya Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Laboratorium PT Bina Sawit Makmur–Sampoerna Agro, serta Laboratorium Jasa Pengujian, Sertifikasi dan Kalibrasi IPB University Bogor. Melalui kolaborasi ini, berbagai jenis produk dapat diuji sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing.
Masyarakat cukup menyerahkan sampel produk melalui mekanisme yang telah difasilitasi Balitbangda. Selanjutnya sampel dikirim ke laboratorium mitra untuk dilakukan pengujian. Setelah hasil laboratorium diterima, Balitbangda menganalisis hasil tersebut dan memberikan pendampingan agar kualitas produk terus meningkat sekaligus memenuhi persyaratan perizinan usaha.

Bukan Sekadar Menguji, tetapi Mendampingi

Keunggulan Faster Jas Lab tidak berhenti pada proses pengujian laboratorium. Inovasi ini dirancang sebagai layanan yang berorientasi pada pengembangan produk secara berkelanjutan.

Pelaku UMKM memperoleh laporan hasil uji laboratorium sebagai dasar evaluasi kualitas produk. Jika ditemukan aspek yang perlu diperbaiki, Balitbangda memberikan rekomendasi teknis sekaligus pendampingan agar produk memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan. Pendekatan ini membantu masyarakat meningkatkan daya saing produk sekaligus mempercepat proses memperoleh berbagai bentuk perizinan usaha.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, Faster Jas Lab juga memperkuat sinergi lintas perangkat daerah seperti Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Puluhan Produk Lokal Telah Mendapatkan Fasilitasi

Sejak diimplementasikan, Faster Jas Lab telah memberikan dampak nyata bagi pengembangan produk unggulan Kabupaten PALI.

Sebanyak 22 produk dari masyarakat dan pelaku UMKM telah difasilitasi untuk memperoleh layanan pengujian laboratorium. Produk-produk tersebut meliputi pupuk organik padat, pupuk organik cair, tepung mocaf, beras, aneka camilan, produk berbahan dasar biji karet, hingga produk olahan daun talas beneng.

Jenis pengujian yang dilakukan pun beragam, mulai dari kandungan unsur hara, bahan organik, karbon, analisis proksimat, Angka Kecukupan Gizi (AKG), kandungan sianida, hingga kadar asam oksalat sesuai kebutuhan masing-masing produk. Seluruh hasil pengujian menjadi dasar perbaikan mutu sehingga produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan memasuki pasar yang lebih luas.

Mendorong Inovasi Melalui Kolaborasi

Faster Jas Lab dibangun di atas semangat kolaborasi dan ko-kreasi. Balitbangda tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng perguruan tinggi, sektor swasta, organisasi perangkat daerah, hingga pelaku UMKM dalam satu ekosistem inovasi yang saling mendukung.

Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong inovasi, memperkuat infrastruktur pendukung industri, dan meningkatkan nilai tambah produk melalui riset dan teknologi. Dengan kata lain, Faster Jas Lab bukan sekadar program pengujian laboratorium, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis inovasi di Kabupaten PALI.

Melangkah Menuju Layanan Digital

Sebagai bentuk pengembangan berkelanjutan, Faster Jas Lab terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi. Balitbangda mengembangkan layanan berbasis aplikasi Android dan web sehingga masyarakat dapat mengakses informasi, mengajukan layanan fasilitasi pengujian laboratorium, serta memperoleh pendampingan secara lebih mudah.

Digitalisasi layanan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat di seluruh Kabupaten PALI.

Melalui Faster Jas Lab, Balitbangda Kabupaten PALI membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk menghadirkan pelayanan publik yang inovatif. Dengan mengedepankan kolaborasi, pendampingan, dan pemanfaatan jejaring laboratorium nasional, inovasi ini mampu membuka jalan bagi produk-produk lokal untuk meningkatkan kualitas, memperoleh legalitas, dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026