22 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Inovasi Sabun Colerak: Solusi Ramah Lingkungan Berbahan Buah Lerak Berhasil Diciptakan

Penulis: Rika PS 05 February 2026 23:28 WIB Dilihat: 3 kali Komentar: 0
Inovasi Sabun Colerak: Solusi Ramah Lingkungan Berbahan Buah Lerak Berhasil Diciptakan

Inovasi Sabun Colerak: Solusi Ramah Lingkungan Berbahan Buah Lerak Berhasil Diciptakan Gagasan pelajar PALI menghadirkan pembersih alami bebas residu kimia yang aman bagi ekosistem dan berpotensi gerakkan UMKM daerah.

PALI, SUMSEL — Di tengah meningkatnya ancaman polusi limbah rumah tangga terhadap perairan dan kelestarian tanah, sebuah inovasi pembersih alami lahir dari kreativitas generasi muda di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Produk pembersih yang diberi nama Sabun Colerak ini memanfaatkan ekstrak buah lerak sebagai bahan utama untuk menggantikan sabun colek sintetis berbahan kimia keras.

Ancaman Residua Kimia Rumah Tangga Penggunaan pembersih kimia harian yang dibuang ke saluran pemukiman menjadi salah satu pemicu utama penurunan kualitas lingkungan harian. Zat aditif dan filler sintetis pada pembersih konvensional sulit terurai secara alami, mencemari sumber air warga, serta merusak populasi organisme penting pengembur tanah seperti cacing tanah.

Kondisi tersebut mendorong tim inovator muda memulai riset mandiri berbasis jurnal ilmiah dan bimbingan pengajar. Fokus penelitian diarahkan pada buah lerak, komoditas lokal yang kaya akan senyawa saponin—agen pembersih alami pengganti busa kimia.

Proses Pengolahan dan Keunggulan Produk Proses pembuatan Sabun Colerak mengutamakan metode sederhana yang efisien dan dapat dilakukan pada skala rumah tangga:

Ekstraksi Saponin: Buah lerak difermentasi menggunakan larutan etanol untuk mengekstrak kandungan aktif saponin secara maksimal.

Penyaringan & Formulasi: Hasil ekstraksi disaring dan diolah menjadi tekstur sabun colek siap pakai tanpa penambahan bahan kimia berbahaya.

Busa Minim & Ramah Lingkungan: Sabun tidak menghasilkan residu berlebih yang merusak ekosistem air serta tetap lembut di kulit.

Multifungsi: Selain ampuh membersihkan lemak peralatan dapur, sabun ini aman digunakan untuk mengepel lantai hingga memandikan hewan peliharaan.

Potensi Ekonomi dan Replikasi Usaha Selain meminimalisasi dampak pencemaran, inovasi Sabun Colerak memiliki daya saing ekonomi tinggi. Penggunaan bahan baku lokal yang terjangkau membuat formulasi ini mudah direplikasi. Produk ini diproyeksikan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pelaku UMKM, komunitas pegiat lingkungan, maupun sekolah-sekolah di daerah lain guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis gaya hidup hijau.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026