27 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Ko-Kreasi Indahnya PALI: Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah yang Berkelanjutan

Penulis: Ika PS 24 August 2025 10:21 WIB Dilihat: 2 kali Komentar: 0
Placeholder

PALI – Inovasi menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong kemajuan daerah, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah daerah bersama masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus menciptakan gagasan baru yang mampu menjawab berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan daerah.

Komitmen tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, yang memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan berbagai terobosan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dalam regulasi tersebut, inovasi daerah mencakup tiga bentuk utama, yaitu inovasi tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik, serta inovasi daerah lainnya sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

Pengembangan inovasi juga harus berpedoman pada sejumlah prinsip, antara lain peningkatan efisiensi, perbaikan efektivitas, peningkatan kualitas pelayanan, tidak menimbulkan konflik kepentingan, berorientasi pada kepentingan umum, keterbukaan, kepatutan, serta dapat dipertanggungjawabkan dan tidak ditujukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Perjalanan Peningkatan Inovasi Kabupaten PALI

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dalam membangun budaya inovasi daerah. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100-4672 Tahun 2020 tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2020, Kabupaten PALI pada tahun 2020 masih berada dalam kategori kurang inovatif.

Perkembangan positif mulai terlihat pada tahun 2021 ketika Indeks Inovasi Daerah Kabupaten PALI meningkat menjadi 39,14 dan masuk dalam kategori inovatif. Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Kabupaten PALI memiliki potensi dan kapasitas yang cukup besar untuk terus mengembangkan inovasi di berbagai sektor.

Momentum tersebut kemudian diperkuat dengan pelaksanaan Lomba Inovasi Daerah yang untuk pertama kalinya dilaksanakan pada tahun 2022 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong aparatur pemerintah, masyarakat, pelajar, komunitas, serta berbagai kelompok lainnya agar berani menuangkan gagasan dan menciptakan solusi atas berbagai persoalan di daerah.

Upaya tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan inovasi Kabupaten PALI. Nilai Indeks Inovasi Daerah terus meningkat hingga mencapai 53,66 pada tahun 2022 dan 2023. Pada tingkat nasional, peringkat Kabupaten PALI juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari peringkat 208 pada tahun 2020 menjadi peringkat 83 pada tahun 2023.

Indahnya PALI sebagai Penggerak Budaya Inovasi

Selama ini, berbagai upaya pengembangan inovasi di Kabupaten PALI tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk atau teknologi baru, tetapi juga membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya inovasi sebagai instrumen dalam menyelesaikan persoalan pembangunan.

Melalui Indahnya PALI, berbagai inovasi yang berasal dari pemerintah, masyarakat, pelajar, komunitas, maupun pelaku UMKM dapat dikomunikasikan dan diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas. Pemanfaatan platform digital, termasuk YouTube, menjadi media untuk menyebarluaskan informasi sekaligus membangun kesadaran bahwa inovasi dapat tumbuh dari siapa saja dan dapat dilakukan melalui berbagai bidang.

Inovasi yang dikembangkan pun memiliki ruang lingkup yang luas, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pendidikan, pertanian, lingkungan, hingga pengembangan produk barang dan jasa masyarakat serta UMKM. Kehadiran berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa semangat berinovasi mulai tumbuh di berbagai organisasi, komunitas, kelompok masyarakat, dan satuan pendidikan di Kabupaten PALI.

Tantangan Keberlanjutan Inovasi

Meskipun perkembangan inovasi daerah menunjukkan tren positif, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapatkan perhatian. Salah satunya adalah kapasitas sumber daya manusia calon inovator yang masih membutuhkan pendampingan, khususnya dalam menuangkan ide ke dalam dokumen inovasi, menyusun tahapan implementasi, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan inovasi.

Tantangan berikutnya adalah keberlanjutan inovasi. Masih terdapat inovasi yang berhenti setelah mengikuti kompetisi, baik di tingkat lokal, regional maupun nasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian inovasi masih dikembangkan dengan orientasi pada pencapaian kompetisi, sementara aspek keberlanjutan, dukungan sumber daya, pembagian peran, kelembagaan, serta kolaborasi antar-pihak belum sepenuhnya dirancang sejak awal.

Selain itu, komitmen dalam membangun kerja sama juga masih perlu diperkuat. Dalam beberapa kerja sama, masing-masing pihak terkadang memiliki tujuan yang berbeda. Ketika tujuan awal telah tercapai, komitmen terhadap implementasi inovasi dapat menurun sehingga kerja sama tidak berlanjut secara optimal.

Kondisi tersebut menjadi tantangan penting agar peningkatan indeks inovasi tidak hanya menghasilkan angka dan peringkat, tetapi benar-benar menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten PALI.

Ko-Kreasi Indahnya PALI sebagai Langkah Strategis

Menjawab berbagai tantangan tersebut, muncul gagasan untuk merancang Ko-Kreasi Indahnya PALI sebagai inovasi daerah yang berfokus pada peningkatan potensi keberlanjutan inovasi melalui kolaborasi dan kerja sama yang lebih terarah.

Ko-Kreasi Indahnya PALI tidak hanya diarahkan untuk melahirkan sebanyak mungkin inovasi baru, tetapi juga memastikan agar inovasi yang telah tumbuh dapat terus berkembang, diterapkan, dievaluasi, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Konsep ko-kreasi menempatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari proses penciptaan dan pengembangan inovasi. Pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, komunitas, pelajar, UMKM, serta lembaga penelitian dapat berbagi peran sesuai dengan kapasitas dan sumber daya masing-masing.

Melalui pendekatan tersebut, kerja sama tidak hanya dibangun berdasarkan kepentingan sesaat, tetapi diarahkan pada tujuan bersama, yaitu memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah Kabupaten PALI.

Ko-Kreasi Indahnya PALI diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat mentoring bagi calon inovator, mempertemukan inovator dengan mitra yang relevan, membangun jejaring kolaborasi, mendorong pengembangan dan implementasi inovasi, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.

Dengan demikian, inovasi yang lahir tidak berhenti sebagai gagasan atau sekadar menjadi karya untuk mengikuti perlombaan, tetapi dapat berkembang menjadi solusi nyata yang diterapkan dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Menuju Ekosistem Inovasi PALI yang Berkelanjutan

Keberhasilan pembangunan ekosistem inovasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah inovasi yang dihasilkan, tetapi juga oleh kemampuan daerah dalam menjaga keberlanjutan inovasi tersebut. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi, komitmen, pendampingan, serta pembagian peran antar-pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam perjalanan inovasi Kabupaten PALI.

Melalui Ko-Kreasi Indahnya PALI, semangat inovasi diharapkan dapat terus dijaga dan dikembangkan menjadi gerakan bersama. Setiap gagasan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi solusi, setiap inovator dapat memperoleh ruang untuk bertumbuh, dan setiap kolaborasi dapat diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang lebih luas.

Pada akhirnya, Ko-Kreasi Indahnya PALI bukan sekadar sebuah program inovasi, melainkan sebuah upaya membangun budaya kolaborasi dan ekosistem riset serta inovasi yang berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan, Kabupaten PALI diharapkan mampu mempertahankan momentum inovasi sekaligus mewujudkan pembangunan daerah yang semakin adaptif, kreatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026