Kreasi Cerdas dari Barang Bekas: 'DIY Dispenser' Karya Siswi SMA N 2 Unggulan Talang Ubi Hadirkan Solusi Ramah Lingkungan
Memenuhi kebutuhan alat rumah tangga tidak selamanya harus menguras isi dompet. Di tengah tingginya harga barang konsumsi saat ini, kesadaran untuk mencari alternatif yang ekonomis dan peduli kelestarian alam semakin meningkat. Berangkat dari isu global mengenai pentingnya mengurangi sampah plastik, dua siswi kreatif dari SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Febi Aryani Vabella dan Naurah Puma Phalosa, berhasil menyulap barang bekas menjadi inovasi tepat guna yang diberi nama "DIY Dispenser".
Inovasi rekayasa teknologi sederhana ini melangkah mantap dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025, yang juga merupakan implementasi dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Lahirnya purwarupa ini didasari oleh keprihatinan terhadap dispenser air konvensional di pasaran yang umumnya membutuhkan biaya tinggi dan sangat bergantung pada daya listrik rumah. Perancangan dispenser daur ulang ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan menawarkan perangkat yang hemat energi, ramah lingkungan, dan sejalan dengan kampanye go green yang kian masif digaungkan.
Proses perakitan DIY Dispenser ini memadukan konsep rekayasa gravitasi dan sirkulasi air dasar dengan memanfaatkan limbah yang mudah ditemukan di sekitar kita. Berbekal anggaran yang sangat terjangkau, yakni Rp179.000, alat ini dirangkai menggunakan bahan utama berupa botol plastik bekas berukuran 2 liter dan tumpukan kardus yang dipotong sebagai penyangga bodi dispenser. Untuk sistem penarikan airnya, inovasi ini memanfaatkan komponen kelistrikan sederhana seperti pompa air mini, selang bening fleksibel, baterai, dan kabel kecil yang direkatkan dengan kuat menggunakan lem tembak. Melalui uji kelancaran fungsi dan evaluasi kebocoran, produk akhir ini terbukti sanggup menampung serta mengalirkan air minum dengan kapasitas 500 ml hingga 2 liter secara stabil.
Selain sangat hemat biaya, keunggulan utama dari DIY Dispenser ini terletak pada sifatnya yang portabel, modular, serta kemudahan dalam hal perawatannya. Alat ini dinilai sangat berpotensi untuk diaplikasikan di skala rumah tangga, daerah terpencil, maupun pada situasi darurat yang minim akses kelistrikan. Pembuatan karya ini tidak hanya menghasilkan produk yang fungsional, tetapi juga menjadi media edukasi yang berharga bagi remaja untuk melatih nalar kritis dan keterampilan teknis. Ke depannya, inovasi ini direkomendasikan untuk dikembangkan lebih jauh, baik dari segi penambahan kapasitas wadah air yang lebih besar maupun pengintegrasian sistem filtrasi di dalamnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!