Langkah Kecil Mengenalkan Teknologi Hijau: "Mobil Bertenaga Surya" Lahir dari Tangan Pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi
Menanamkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan penggunaan energi terbarukan di era modern ini harus dilakukan sedini mungkin. Sayangnya, konsep sains dan teknologi hijau sering kali dianggap rumit dan membosankan bagi anak-anak. Di sisi lain, dunia anak-anak sangat lekat dengan mainan, namun mayoritas mainan konvensional yang ada di pasaran masih bergantung penuh pada baterai sekali pakai yang justru menyumbang limbah berbahaya bagi lingkungan.
Menyadari celah ini, dua pelajar inovatif dari Kelas 11.B SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, yakni Iqbal Agustian dan Alfathir Alinsya, menciptakan sebuah terobosan edukatif yang menarik. Melalui Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun Ajaran 2024/2025, mereka memperkenalkan proyek rekayasa sains bertajuk Mobil Mainan Bertenaga Surya Ramah Lingkungan.
Bermain Sambil Belajar Sains
Inovasi ini mengusung konsep pembelajaran interaktif, di mana anak-anak tidak sekadar dihibur oleh mainan yang bergerak, tetapi juga diajak memahami prinsip dasar konversi energi cahaya menjadi energi gerak. Desain mobil mainan ini dirancang dengan ukuran yang pas di genggaman anak, yakni panjang 15 cm dan lebar 5 cm.
Secara teknis, mobil ini tidak membutuhkan baterai sama sekali. Sebagai motor penggeraknya, inovasi ini mengandalkan sebuah panel surya mini berkapasitas 1V-2V yang dihubungkan dengan motor DC kecil. Ketika mobil diletakkan di bawah paparan sinar matahari langsung, panel surya akan menyerap cahaya, menghasilkan listrik, dan membuat mobil bergerak secara otomatis.
Murah, Mandiri, dan Memanfaatkan Daur Ulang
Keunggulan lain dari proyek edukatif ini adalah pendekatan perakitannya yang memegang prinsip keberlanjutan dan kemandirian (Do It Yourself). Sebagai rangka utamanya, Iqbal dan Alfathir memadukan kayu ringan dengan material daur ulang, seperti roda dan poros dari ban mobil mainan bekas yang sudah tidak terpakai.
Proses pembuatannya pun sangat ekonomis. Dengan metode perancangan yang efisien, biaya keseluruhan untuk merakit satu unit mobil bertenaga surya ini hanya membutuhkan dana sekitar Rp65.000. Biaya ini dialokasikan untuk pembelian panel surya mini, motor DC, dan perekat, sementara bahan kerangka dan roda didapatkan secara gratis dari pemanfaatan barang bekas.
Dengan biaya yang terjangkau dan nilai edukasi yang sangat tinggi, inovasi Mobil Mainan Bertenaga Surya ini tidak hanya menjadi instrumen pembelajaran yang menyenangkan di sekolah, tetapi juga menjadi kampanye nyata untuk mengurangi limbah baterai beracun. Iqbal dan Alfathir membuktikan bahwa untuk membangun generasi yang melek teknologi hijau, langkahnya bisa dimulai dari sebuah mainan kecil yang digerakkan oleh sinar matahari.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!