23 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Langkah Kecil Mengenalkan Teknologi Hijau: "Mobil Bertenaga Surya" Lahir dari Tangan Pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi

Penulis: Ika PS 17 August 2025 04:18 WIB Dilihat: 1 kali Komentar: 0
Placeholder

Menanamkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan penggunaan energi terbarukan di era modern ini harus dilakukan sedini mungkin. Sayangnya, konsep sains dan teknologi hijau sering kali dianggap rumit dan membosankan bagi anak-anak. Di sisi lain, dunia anak-anak sangat lekat dengan mainan, namun mayoritas mainan konvensional yang ada di pasaran masih bergantung penuh pada baterai sekali pakai yang justru menyumbang limbah berbahaya bagi lingkungan.

Menyadari celah ini, dua pelajar inovatif dari Kelas 11.B SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, yakni Iqbal Agustian dan Alfathir Alinsya, menciptakan sebuah terobosan edukatif yang menarik. Melalui Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun Ajaran 2024/2025, mereka memperkenalkan proyek rekayasa sains bertajuk Mobil Mainan Bertenaga Surya Ramah Lingkungan.

Bermain Sambil Belajar Sains

Inovasi ini mengusung konsep pembelajaran interaktif, di mana anak-anak tidak sekadar dihibur oleh mainan yang bergerak, tetapi juga diajak memahami prinsip dasar konversi energi cahaya menjadi energi gerak. Desain mobil mainan ini dirancang dengan ukuran yang pas di genggaman anak, yakni panjang 15 cm dan lebar 5 cm.

Secara teknis, mobil ini tidak membutuhkan baterai sama sekali. Sebagai motor penggeraknya, inovasi ini mengandalkan sebuah panel surya mini berkapasitas 1V-2V yang dihubungkan dengan motor DC kecil. Ketika mobil diletakkan di bawah paparan sinar matahari langsung, panel surya akan menyerap cahaya, menghasilkan listrik, dan membuat mobil bergerak secara otomatis.

Murah, Mandiri, dan Memanfaatkan Daur Ulang

Keunggulan lain dari proyek edukatif ini adalah pendekatan perakitannya yang memegang prinsip keberlanjutan dan kemandirian (Do It Yourself). Sebagai rangka utamanya, Iqbal dan Alfathir memadukan kayu ringan dengan material daur ulang, seperti roda dan poros dari ban mobil mainan bekas yang sudah tidak terpakai.

Proses pembuatannya pun sangat ekonomis. Dengan metode perancangan yang efisien, biaya keseluruhan untuk merakit satu unit mobil bertenaga surya ini hanya membutuhkan dana sekitar Rp65.000. Biaya ini dialokasikan untuk pembelian panel surya mini, motor DC, dan perekat, sementara bahan kerangka dan roda didapatkan secara gratis dari pemanfaatan barang bekas.

Dengan biaya yang terjangkau dan nilai edukasi yang sangat tinggi, inovasi Mobil Mainan Bertenaga Surya ini tidak hanya menjadi instrumen pembelajaran yang menyenangkan di sekolah, tetapi juga menjadi kampanye nyata untuk mengurangi limbah baterai beracun. Iqbal dan Alfathir membuktikan bahwa untuk membangun generasi yang melek teknologi hijau, langkahnya bisa dimulai dari sebuah mainan kecil yang digerakkan oleh sinar matahari.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026