24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

"SunFan Go": Solusi Pendingin Ramah Lingkungan di Tengah Teriknya Matahari PALI

Penulis: Ika PS 27 July 2025 04:54 WIB Dilihat: 1 kali Komentar: 0
Placeholder

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dikenal memiliki intensitas paparan sinar matahari yang cukup tinggi, terutama di siang hari. Kondisi cuaca panas ini sering kali memicu ketidaknyamanan, baik saat beraktivitas di luar ruangan maupun saat berada di tempat-tempat yang sirkulasi udaranya kurang baik. Untuk mengatasinya, masyarakat biasanya mengandalkan kipas angin elektrik yang bergantung pada daya listrik PLN atau kipas baterai sekali pakai. Sayangnya, di beberapa wilayah pelosok, akses listrik sering tidak stabil, sementara penggunaan baterai sekali pakai justru menciptakan masalah baru berupa limbah elektronik yang berbahaya bagi lingkungan.

Melihat keresahan tersebut, dua siswi SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Riyen Apria Wandalika dan Osintia Agustin, tergerak untuk mengubah tantangan cuaca panas menjadi peluang teknologi. Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema "Gaya Hidup Berkelanjutan", mereka merancang sebuah inovasi cerdas yang dinamakan SunFan Go: Kipas Mini Panel Surya.

Teknologi Sederhana, Manfaat Luar Biasa

SunFan Go hadir sebagai perangkat penyejuk udara portabel yang sepenuhnya mandiri secara energi. Inovasi ini bekerja dengan memanfaatkan panel surya mini yang berfungsi menangkap energi cahaya matahari dan mengubahnya secara langsung menjadi energi listrik untuk memutar motor DC pada kipas.

Keunikan utama dari alat ini adalah ketiadaan baterai sebagai penyimpan daya; kipas ini bekerja secara real-time mengikuti intensitas cahaya matahari yang mengenai panel surya. Langkah ini diambil oleh tim pengembang untuk meminimalisasi biaya produksi, menekan limbah baterai, serta membuat perangkat ini jauh lebih tahan lama dan mudah dirawat. Seluruh komponen utama, mulai dari panel surya mini, motor DC, hingga kerangka kipas, dirancang agar ringkas sehingga mudah dibawa oleh siapa saja—mulai dari petani di ladang, pedagang di pasar, hingga siswa yang sedang berkegiatan di ruang terbuka.

Komitmen pada Masa Depan Berkelanjutan

Inovasi ini membawa pesan besar mengenai pentingnya transisi menuju energi bersih. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di PALI, SunFan Go mampu menekan emisi karbon dan memangkas penggunaan energi konvensional yang merusak bumi. Tak hanya bermanfaat bagi individu, alat ini juga memiliki potensi edukatif yang kuat. Melalui SunFan Go, masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk mengenal prinsip energi terbarukan secara praktis dan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pengembangan SunFan Go saat ini masih berfokus pada penyempurnaan desain dan pengujian performa agar tetap stabil di bawah berbagai kondisi paparan cahaya. Dengan biaya produksi yang sangat ramah di kantong, Riyen dan Osintia berharap bahwa ke depannya, inovasi ini dapat diproduksi secara massal dan didistribusikan kepada warga di daerah terpencil yang paling membutuhkan solusi penyejuk udara hemat energi. SunFan Go adalah bukti bahwa inovasi teknologi tidak harus selalu mahal atau rumit; terkadang, solusi paling efektif justru lahir dari pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia di depan mata dengan semangat untuk menjaga bumi tetap hijau.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026