13 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Menembus Pasar Kosmetik Hijau: Inovasi "Mivea Sheet Soap" Ubah Daun Balam dan Senduduk Jadi Sabun Kertas Praktis

Penulis: Ika PS 18 June 2024 06:59 WIB Dilihat: 12 kali Komentar: 0
Menembus Pasar Kosmetik Hijau: Inovasi "Mivea Sheet Soap" Ubah Daun Balam dan Senduduk Jadi Sabun Kertas Praktis

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan tangan kini semakin meningkat, terutama di tengah mobilitas yang tinggi. Namun, membawa sabun cair atau sabun batang konvensional saat bepergian sering kali dinilai tidak praktis karena risiko bocor atau kemasan yang berat. Menjawab tantangan tersebut, dua pelajar kreatif asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rheisya Andreanisa dan Azam Rachman Muftizar Hafiz, meluncurkan sebuah terobosan produk pembersih inovatif yang diberi nama "Mivea Sheet Soap". Inovasi ini memadukan kepraktisan sabun lembaran modern dengan pemanfaatan tanaman herbal lokal yang melimpah di lingkungan sekitar.

Produk inovatif ini lahir dari sebuah gagasan ramah lingkungan untuk memanfaatkan potensi alam berupa Daun Balam dan Daun Senduduk. Kedua jenis daun ini diekstrak secara higienis untuk diambil kandungan aktifnya yang kaya akan manfaat bagi kesehatan kulit. Melalui formula yang terukur, ekstrak herbal tersebut kemudian dikombinasikan dengan bahan pendukung seperti Texapon, Glycerin, Aquadest, serta Essential Oil untuk memberikan aroma segar, sebelum akhirnya diaplikasikan ke atas media Water Soluble Paper (kertas yang larut dalam air) hingga membentuk lembaran sabun siap pakai.

Analisis Finansial yang Matang dan Terjangkau

Tidak hanya unggul dari segi fungsi medis dan lingkungan, "Mivea Sheet Soap" juga dirancang dengan perhitungan bisnis yang sangat matang agar mampu bersaing di pasar luas. Berdasarkan dokumen perencanaan, investasi awal untuk pos Biaya Peralatan (Fixed Cost) ditetapkan sebesar Rp212.000,- yang dialokasikan untuk pengadaan komponen utama seperti kompor, batang pengaduk, kuas, spatula, sarung tangan, hingga kertas saring. Sementara itu, untuk aset penunjang lab lainnya seperti timbangan digital dan beaker glass dioptimalkan dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada demi menekan pengeluaran.

Untuk pos Biaya Bahan (Variable Cost), satu siklus produksi yang menghasilkan sebanyak 20 unit produk membutuhkan anggaran sebesar Rp112.000,-. Melalui kalkulasi tersebut, ditemukan bahwa biaya variabel per unit hanya menyentuh angka Rp5.600,-. Dengan nilai yang sangat ekonomis ini, produk memiliki daya saing yang tinggi dan sangat potensial untuk dikembangkan dalam skala industri rumah tangga kreatif.

Penetapan Harga Strategis demi Keberlanjutan Usaha

Dalam analisis titik impas (Break-Even Point), jika produk menggunakan target harga estimasi awal sebesar Rp8.000,-, maka titik impas unit (BEP Unit) akan tercapai pada penjualan ke-88 unit, dengan target BEP Rupiah sebesar Rp706.666,-. Angka-angka ini menunjukkan indikator keuangan yang sehat dan risiko kerugian yang relatif minim bagi pelaku usaha pemula.

Namun, guna menjamin keberlanjutan usaha dalam jangka panjang serta menutup biaya operasional sekunder, tim inovator menetapkan Harga Jual Sesungguhnya di angka Rp10.000,- per unit. Struktur harga akhir ini dirancang secara proporsional, di mana dari harga dasar estimasi awal Rp8.000,-, ditambahkan margin laba bersih yang diinginkan sebesar Rp1.200,- serta alokasi khusus untuk pos Biaya Promosi sebesar Rp800,- (10% dari harga dasar). Strategi ini memastikan bahwa "Mivea Sheet Soap" tidak sekadar menjadi tugas karya ilmiah pelajar semata, melainkan sebuah produk komersial nyata yang mandiri, responsif terhadap tren pasar, dan siap mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan secara ramah lingkungan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026