23 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Berantas Buta Aksara Al-Qur'an, Pelajar di PALI Gagas Inovasi "Taman Batulis" di Desa Muara Ikan

Penulis: Ika PS 10 February 2026 08:53 WIB Dilihat: 19 kali Komentar: 0
Berantas Buta Aksara Al-Qur'an, Pelajar di PALI Gagas Inovasi "Taman Batulis" di Desa Muara Ikan

PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR (PALI) – Sebuah langkah inspiratif dalam bidang pendidikan keagamaan lahir dari Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Seorang inovator dari kategori pelajar/mahasiswa bernama Indra, mencetuskan sebuah inovasi daerah yang diberi nama "Taman Batulis Al-Qur'an" di Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara.

Inovasi ini diusulkan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025 sebagai wujud kepedulian terhadap tingginya angka buta aksara Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Berangkat dari Minimnya Pemahaman Agama

Kehadiran Taman Batulis Al-Qur'an dilatarbelakangi oleh kondisi awal anak-anak dan masyarakat di Desa Muara Ikan yang sangat minim bimbingan dalam mempelajari Al-Qur'an. Sebelumnya, tidak ada pihak yang secara khusus mengajarkan dan memotivasi mereka, sehingga banyak yang buta huruf Al-Qur'an.

Tingkat buta aksara Al-Qur'an memang menjadi tantangan tersendiri secara nasional. Data menunjukkan adanya tren peningkatan masyarakat yang tidak mampu membaca Al-Qur'an, yakni dari sekitar 58,6% pada tahun 2018 menjadi sekitar 72% hingga 73% pada tahun 2023.

Merespons hal tersebut, Taman Batulis hadir sebagai lembaga pendidikan non-formal yang bertujuan untuk:

Mengajarkan anak-anak dan masyarakat membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid dan menulis huruf Arab dengan benar.

Mendidik akhlak mulia, disiplin, dan tanggung jawab sejak dini.

Mempersiapkan anak-anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Mencetak generasi khafidz (penghafal) Al-Qur'an.

Metode Belajar yang Menyenangkan dan Terstruktur

Agar proses pembelajaran berjalan efektif dan tidak membosankan, pengelola Taman Batulis Al-Qur'an menerapkan sejumlah metode pengajaran yang terstruktur. Beberapa metodologi yang digunakan antara lain:

Metode Perencanaan dan Pembagian Kelas: Santri dikelompokkan berdasarkan kemampuan, mulai dari kelas pemula (Iqra 1-3), kelas lanjutan (Iqra 4-6), hingga kelas tahsin/tajwid untuk yang sudah lancar.

Metode Qiro'ati: Mengandalkan teknik repetisi (pengulangan) dan hafalan yang mempercepat anak dalam menguasai bacaan.

Metode Integratif: Mengkombinasikan ceramah, diskusi, serta permainan (kuis) agar suasana belajar menjadi interaktif dan menyenangkan.

Metode ABCD (Asset Based Community-driven Development): Digunakan secara khusus untuk melatih para tenaga pendidik atau guru agar memiliki keterampilan mengajar yang mumpuni.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Desa dan Semangat Swadaya

Inovasi Taman Batulis Al-Qur'an ini sejalan dengan program 100 hari kerja Bupati PALI tahun 2025, Asgianto, ST., yang menargetkan PALI bebas dari buta baca Al-Qur'an.

Dalam operasional pelaksanaannya, kegiatan ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBD) Desa Muara Ikan melalui kerja sama dengan Kepala Desa, Ruslan Mansyur, S.E.. Selain itu, program ini juga didorong oleh semangat swadaya.

Kini, Desa Muara Ikan mulai dikenal luas sebagai "Desa Taman Baca Tulis Al-Qur'an". Inovasi ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran agama, tetapi juga berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong literasi dasar dan pembentukan karakter kepedulian sosial di lingkungan masyarakat PALI. Tercatat, keberhasilan program serupa sebelumnya pernah mengantarkan Taman Batulis Al-Qur'an meraih Juara Harapan III Kategori Inovasi Desa pada ajang Inovasi Daerah di tahun 2025.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026