Berantas Buta Aksara Al-Qur'an, Pelajar di PALI Gagas Inovasi "Taman Batulis" di Desa Muara Ikan
PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR (PALI) – Sebuah langkah inspiratif dalam bidang pendidikan keagamaan lahir dari Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Seorang inovator dari kategori pelajar/mahasiswa bernama Indra, mencetuskan sebuah inovasi daerah yang diberi nama "Taman Batulis Al-Qur'an" di Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara.
Inovasi ini diusulkan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025 sebagai wujud kepedulian terhadap tingginya angka buta aksara Al-Qur'an di tengah masyarakat.
Berangkat dari Minimnya Pemahaman Agama
Kehadiran Taman Batulis Al-Qur'an dilatarbelakangi oleh kondisi awal anak-anak dan masyarakat di Desa Muara Ikan yang sangat minim bimbingan dalam mempelajari Al-Qur'an. Sebelumnya, tidak ada pihak yang secara khusus mengajarkan dan memotivasi mereka, sehingga banyak yang buta huruf Al-Qur'an.
Tingkat buta aksara Al-Qur'an memang menjadi tantangan tersendiri secara nasional. Data menunjukkan adanya tren peningkatan masyarakat yang tidak mampu membaca Al-Qur'an, yakni dari sekitar 58,6% pada tahun 2018 menjadi sekitar 72% hingga 73% pada tahun 2023.
Merespons hal tersebut, Taman Batulis hadir sebagai lembaga pendidikan non-formal yang bertujuan untuk:
Mengajarkan anak-anak dan masyarakat membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid dan menulis huruf Arab dengan benar.
Mendidik akhlak mulia, disiplin, dan tanggung jawab sejak dini.
Mempersiapkan anak-anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Mencetak generasi khafidz (penghafal) Al-Qur'an.
Metode Belajar yang Menyenangkan dan Terstruktur
Agar proses pembelajaran berjalan efektif dan tidak membosankan, pengelola Taman Batulis Al-Qur'an menerapkan sejumlah metode pengajaran yang terstruktur. Beberapa metodologi yang digunakan antara lain:
Metode Perencanaan dan Pembagian Kelas: Santri dikelompokkan berdasarkan kemampuan, mulai dari kelas pemula (Iqra 1-3), kelas lanjutan (Iqra 4-6), hingga kelas tahsin/tajwid untuk yang sudah lancar.
Metode Qiro'ati: Mengandalkan teknik repetisi (pengulangan) dan hafalan yang mempercepat anak dalam menguasai bacaan.
Metode Integratif: Mengkombinasikan ceramah, diskusi, serta permainan (kuis) agar suasana belajar menjadi interaktif dan menyenangkan.
Metode ABCD (Asset Based Community-driven Development): Digunakan secara khusus untuk melatih para tenaga pendidik atau guru agar memiliki keterampilan mengajar yang mumpuni.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Desa dan Semangat Swadaya
Inovasi Taman Batulis Al-Qur'an ini sejalan dengan program 100 hari kerja Bupati PALI tahun 2025, Asgianto, ST., yang menargetkan PALI bebas dari buta baca Al-Qur'an.
Dalam operasional pelaksanaannya, kegiatan ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBD) Desa Muara Ikan melalui kerja sama dengan Kepala Desa, Ruslan Mansyur, S.E.. Selain itu, program ini juga didorong oleh semangat swadaya.
Kini, Desa Muara Ikan mulai dikenal luas sebagai "Desa Taman Baca Tulis Al-Qur'an". Inovasi ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran agama, tetapi juga berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong literasi dasar dan pembentukan karakter kepedulian sosial di lingkungan masyarakat PALI. Tercatat, keberhasilan program serupa sebelumnya pernah mengantarkan Taman Batulis Al-Qur'an meraih Juara Harapan III Kategori Inovasi Desa pada ajang Inovasi Daerah di tahun 2025.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!