24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Pelajar PALI Sulap Kardus Bekas Menjadi Kipas Angin Portabel Ramah Lingkungan

Penulis: Ika PS 03 May 2025 02:05 WIB Dilihat: 3 kali Komentar: 0
Placeholder

Pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna terus mendorong lahirnya berbagai inovasi kreatif dari kalangan pelajar. Berangkat dari tingginya kebutuhan akan alat pendingin yang praktis, ekonomis, dan ramah lingkungan, pelajar SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Aura Meila Rizki, menghadirkan inovasi kipas angin portabel berbahan dasar kardus bekas sebagai solusi sederhana yang memadukan kreativitas, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Inovasi ini menjadi salah satu peserta dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2025 kategori Pelajar. Kipas angin portabel tersebut dirancang menggunakan material daur ulang sebagai rangka utama yang dipadukan dengan motor DC, baling-baling, serta sumber daya dari baterai atau powerbank sehingga menghasilkan alat pendingin yang ringan, mudah dibawa, dan hemat biaya.

Mengubah Limbah Menjadi Solusi yang Bermanfaat

Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap alat pendingin udara sering kali terkendala oleh harga produk elektronik yang relatif mahal. Di sisi lain, limbah kardus bekas masih banyak ditemukan dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut menjadi inspirasi lahirnya inovasi kipas angin portabel yang memanfaatkan bahan bekas sebagai alternatif produk yang lebih ekonomis sekaligus mendukung pengurangan limbah.

Melalui inovasi ini, kardus bekas diolah menjadi rangka kipas yang kokoh dan dipadukan dengan komponen elektronik sederhana sehingga mampu menghasilkan aliran udara yang cukup untuk penggunaan pribadi. Selain memberikan kenyamanan saat cuaca panas, inovasi ini juga mengajarkan pentingnya pemanfaatan kembali barang bekas agar memiliki nilai tambah.

Menggabungkan Kreativitas dengan Teknologi Sederhana

Pembuatan kipas angin portabel dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari perancangan desain, persiapan bahan, pembuatan rangka, pemasangan motor DC beserta sistem kelistrikan, hingga proses pengujian untuk memastikan alat bekerja dengan baik.

Desain yang sederhana menjadikan produk ini mudah dibuat menggunakan peralatan yang tersedia di lingkungan sekolah maupun rumah. Selain itu, penggunaan bahan daur ulang mampu menekan biaya produksi sehingga inovasi ini dapat diterapkan sebagai media pembelajaran praktik, proyek kewirausahaan, maupun kegiatan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

Mendukung Gaya Hidup Ramah Lingkungan dan Kreativitas Pelajar

Hasil pengujian menunjukkan bahwa kipas angin portabel mampu menghasilkan aliran udara yang memadai untuk penggunaan dalam jarak dekat. Produk ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya ringan, mudah dibawa, hemat biaya, serta memanfaatkan limbah kardus yang sebelumnya tidak bernilai menjadi produk yang bermanfaat.

Selain menjadi solusi sederhana saat cuaca panas, inovasi ini juga mendukung upaya pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan material daur ulang, pengurangan limbah, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Inovasi ini bahkan berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha mikro sekaligus media edukasi bagi pelajar dalam mengembangkan keterampilan teknologi dan kewirausahaan.

Melalui inovasi ini, kreativitas pelajar tidak hanya menghasilkan produk yang fungsional, tetapi juga memberikan inspirasi bahwa barang bekas dapat diolah menjadi solusi yang bermanfaat, bernilai ekonomis, dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026