23 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

PESAN CERMAT: Digitalisasi Layanan Sanitasi, Solusi Cerdas Basmi Penyakit Kulit di Kecamatan Abab

Penulis: Ika PS 19 July 2025 09:27 WIB Dilihat: 5 kali Komentar: 0
PESAN CERMAT: Digitalisasi Layanan Sanitasi, Solusi Cerdas Basmi Penyakit Kulit di Kecamatan Abab

Di Desa Betung Selatan, Kecamatan Abab, penyakit kulit sempat menjadi keluhan yang kerap menghantui keseharian warga. Berawal dari minimnya kesadaran akan kebersihan lingkungan dan sanitasi diri, infeksi kulit seperti scabies—yang dipicu oleh tungau Sarcoptes scabiei—tumbuh subur dalam kepadatan hunian dan kebiasaan berbagi peralatan mandi. Kerap kali, warga merasa sungkan atau terhambat oleh jarak untuk sekadar berkonsultasi ke klinik sanitasi di puskesmas, sehingga penyakit yang seharusnya bisa dicegah justru terus menular.

Menjawab tantangan tersebut, Deby Chintia Wahyuni, A.Md.KL, dari Puskesmas Abab menghadirkan terobosan inovatif bertajuk "PESAN CERMAT" (Pelayanan Klinik Sanitasi Cegah Masalah Penyakit Kulit). Inovasi yang diluncurkan dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025 ini mengubah paradigma pelayanan kesehatan lingkungan yang kaku menjadi lebih modern dan dapat diakses siapa saja, kapan saja.

Akses Konsultasi dalam Sekali Pindai

PESAN CERMAT mendobrak hambatan tradisional klinik sanitasi yang biasanya mengharuskan pasien datang secara fisik ke fasilitas kesehatan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, warga kini cukup memindai barcode yang tersebar di berbagai sudut desa dan pusat informasi kesehatan. Melalui tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke formulir digital untuk menginput keluhan kulit mereka secara mandiri dan privat.

Data yang masuk kemudian diolah oleh petugas kesehatan lingkungan untuk diberikan tindak lanjut yang presisi. Jika keluhan memerlukan pemeriksaan lebih dalam, petugas akan turun langsung ke lapangan atau memberikan rujukan edukatif. Sistem ini tidak hanya memangkas waktu tunggu, tetapi juga membangun kepercayaan diri pasien yang selama ini mungkin merasa malu untuk mengungkapkan masalah kulit yang mereka alami.

Mengubah Perilaku, Menurunkan Angka Kesakitan

Kehadiran PESAN CERMAT bukan sekadar memudahkan akses, tetapi juga menjadi instrumen edukasi yang efektif. Setiap alur dalam inovasi ini menuntut keterlibatan aktif warga, mulai dari pengisian data hingga proses edukasi sanitasi. Petugas tidak hanya memberikan obat, tetapi juga melakukan pendampingan perilaku seperti pentingnya mencuci tangan pakai sabun, manajemen kebersihan handuk, hingga perilaku mengganti pakaian setelah mandi.

Dampaknya pun langsung terasa. Tren kunjungan pasien terkait penyakit kulit ke klinik sanitasi di Puskesmas Abab menunjukkan penurunan signifikan. Jika pada tahun 2024 angka kunjungan mencapai 91 orang, setelah inovasi ini digulirkan, jumlah kunjungan mampu ditekan secara drastis menjadi hanya 20 orang dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Desa Betung Selatan kini menjadi model keberhasilan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih higienis.

Inovasi ini membuktikan bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada intervensi medis di puskesmas, tetapi juga pada kemudahan akses informasi dan sentuhan teknologi yang tepat guna. Melalui PESAN CERMAT, masyarakat Desa Betung Selatan kini lebih mandiri dalam mengenali gejala penyakit, sadar akan pentingnya sanitasi, dan bergerak bersama menciptakan lingkungan yang bebas dari penyakit kulit.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026