26 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Revolusi Skrining Pasien: 'MEJA SI KEPO' Percepat Layanan dan Evaluasi Tepat Guna di Puskesmas Air ItamV

Penulis: Ika PS 29 July 2025 07:54 WIB Dilihat: 4 kali Komentar: 0
Revolusi Skrining Pasien: 'MEJA SI KEPO' Percepat Layanan dan Evaluasi Tepat Guna di Puskesmas Air ItamV

Proses pengkajian awal pada pasien rawat jalan sering kali menjadi titik kritis dalam alur pelayanan kesehatan di Puskesmas. Antrean panjang yang disebabkan oleh lamanya waktu anamnesis dan pemeriksaan fisik dasar tak jarang menimbulkan kekhawatiran serta ketidaknyamanan bagi pasien. Menjawab tuntutan efisiensi dan peningkatan mutu pelayanan, tim inovator dari Puskesmas Air Itam, yang dipelopori oleh Mulyati, Am.Kep, Pakunia Lestari, Am.Keb, dan Mesi, AMKL, meluncurkan sebuah terobosan administratif bertajuk "MEJA SI KEPO" (Meja Sistem Kajian Pasien Otomatis).

Inovasi yang berlaga dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025 ini mengusung semboyan "Kepo-in Pasien Sejak Datang". Namun, "kepo" di sini bukanlah rasa ingin tahu yang tidak beralasan, melainkan sebuah pendekatan pengumpulan data klinis yang komprehensif, cepat, dan sistematis berdasarkan metode SOAP (Subjektif, Objektif, Analisis, dan Perencanaan).

Digitalisasi dan Sistematisasi Alur Pengkajian

MEJA SI KEPO dirancang untuk merombak alur pendaftaran dan pengkajian yang semula berjalan lambat. Proses inovatif ini dimulai sejak pasien melakukan pendaftaran secara online dan mengambil nomor antrean. Saat pasien tiba di meja pengkajian, petugas tidak lagi melakukan pendataan secara sporadis. Mereka menerapkan pendekatan SOAP yang terstruktur: menggali keluhan Subjektif pasien, melakukan pengukuran Objektif (seperti suhu tubuh, tekanan darah, denyut nadi, hingga indeks massa tubuh), melakukan Analisis awal, dan menyusun Perencanaan rujukan ke poliklinik yang tepat.

Salah satu keunggulan utama dari MEJA SI KEPO adalah penetapan standar waktu penyelesaian (Service Level Agreement). Untuk pasien yang tidak memerlukan pemeriksaan penunjang diagnostik, proses pengkajian awal dijamin selesai maksimal dalam waktu 5 hingga 10 menit. Sementara itu, untuk pasien dengan kondisi yang lebih kompleks, proses dibatasi maksimal 2 jam.

Dampak Nyata bagi Keselamatan dan Kepuasan Pasien

Penerapan metode pengkajian SOAP yang sistematis pada MEJA SI KEPO membawa perubahan paradigma yang signifikan. Sebelum adanya program ini, pengumpulan data pasien cenderung bersifat umum dan hanya berfokus pada identifikasi keluhan dasar. Kini, data yang dihimpun jauh lebih spesifik, memungkinkan tenaga kesehatan untuk:

Mendeteksi masalah kesehatan baru atau perubahan kondisi secara real-time.

Mengevaluasi tingkat kepatuhan dan efektivitas intervensi pengobatan sebelumnya.

Meminimalkan potensi bahaya, seperti alergi obat atau risiko jatuh, sehingga keselamatan pasien lebih terjamin.

Mengurangi kekhawatiran pasien karena mereka mendapatkan penjelasan analisis awal yang jelas dan komunikatif.

Sebagai strategi keberlanjutan, tim Puskesmas Air Itam berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas petugas dalam menerapkan model pengkajian ini secara akurat dan empatik. Melalui dokumentasi data yang sistematis dan evaluasi berkala, MEJA SI KEPO bukan sekadar loket pemeriksaan awal, melainkan fondasi utama dalam merumuskan keputusan klinis yang tepat sasaran demi kepuasan dan kesembuhan masyarakat PALI.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026