22 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

SATE BABAT Dorong Transformasi Keamanan Desa Babat, Integrasikan CCTV, Command Center dan Partisipasi Warga

Penulis: Administrator 13 January 2026 03:30 WIB Dilihat: 6 kali Komentar: 0
SATE BABAT Dorong Transformasi Keamanan Desa Babat, Integrasikan CCTV, Command Center dan Partisipasi Warga

SATE BABAT Dorong Transformasi Keamanan Desa Babat, Integrasikan CCTV, Command Center dan Partisipasi Warga

PALI — Upaya menciptakan lingkungan desa yang aman, tertib dan nyaman terus dikembangkan Pemerintah Desa Babat, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Salah satunya melalui SATE BABAT (Sistem Keamanan Lingkungan Terpadu Desa Babat), sebuah inovasi pelayanan publik yang mengubah pola keamanan lingkungan dari sistem konvensional menjadi ekosistem keamanan yang mengintegrasikan regulasi, kelembagaan, teknologi dan partisipasi masyarakat.

SATE BABAT dikembangkan sebagai implementasi Peraturan Desa Babat Nomor 11 Tahun 2021 tentang Keamanan dan Ketertiban. Regulasi tersebut menegaskan bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama masyarakat, pemerintah desa, perangkat kewilayahan dan unsur keamanan.

Inovasi ini hadir menjawab sejumlah tantangan keamanan yang sebelumnya masih ditemui di tingkat desa. Patroli belum terjadwal secara terintegrasi, koordinasi antara Linmas, Pemerintah Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas masih bersifat insidental, sementara laporan masyarakat belum terdokumentasi secara digital. Di sisi lain, kebutuhan pengawasan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan terus berkembang.

Dari Ronda Konvensional ke Sistem Keamanan Terintegrasi

SATE BABAT membawa perubahan pada cara desa mengelola keamanan. Jika sebelumnya ronda malam dan pengawasan dilakukan secara manual, kini sistem keamanan dikembangkan melalui integrasi CCTV, Command Center, pelaporan digital, patroli terpadu dan dashboard keamanan desa.

CCTV ditempatkan pada sejumlah titik strategis seperti kantor desa, jalan utama, persimpangan, fasilitas umum, sekolah, tempat ibadah dan lokasi lainnya. Seluruh sistem tersebut terhubung dengan Command Center Desa sehingga pemantauan dapat dilakukan selama 24 jam.

Masyarakat juga diberikan ruang untuk berpartisipasi melalui WhatsApp Center, QR Code maupun Poskamling. Setiap laporan kemudian diteruskan kepada petugas terkait untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti. Rekaman CCTV dan data kejadian menjadi bagian dari dokumentasi yang dapat digunakan untuk evaluasi serta pengambilan kebijakan sesuai kewenangan aparat.

Bukan Sekadar Satkamling

Kekuatan utama SATE BABAT bukan semata-mata pada penggunaan CCTV, melainkan pada perubahan pendekatan keamanan desa. Inovasi ini mengintegrasikan Pemerintah Desa, Satgas Linmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, RT/RW, kepala dusun, Karang Taruna dan masyarakat dalam satu mekanisme koordinasi.

Karena itu, SATE BABAT dikembangkan bukan hanya sebagai sistem ronda atau Satkamling, tetapi sebagai “Smart Village Security System” yang menggabungkan regulasi, teknologi dan gotong royong masyarakat.

Implementasinya dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemetaan wilayah rawan, pembentukan Tim SATE BABAT, pemasangan CCTV, pembangunan Command Center, patroli terpadu, pelaporan masyarakat, verifikasi kejadian, tindak lanjut oleh unsur terkait hingga monitoring dan evaluasi bulanan berbasis dashboard keamanan.

Membangun Rasa Aman, Memperkuat Kepercayaan

SATE BABAT dirancang untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat sekaligus mempercepat respons terhadap gangguan keamanan. Sistem ini juga memberikan manfaat berupa tersedianya bukti digital melalui CCTV, peningkatan koordinasi antara pemerintah desa dan aparat keamanan serta tersedianya data keamanan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Dampak yang diharapkan mencakup meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap Perdes Keamanan dan Ketertiban, terciptanya lingkungan yang lebih aman dan kondusif, meningkatnya kecepatan respons terhadap laporan warga serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah desa dan aparat keamanan.

SATE BABAT telah menjalani uji coba pada 20 November 2024 dan mulai diimplementasikan pada 5 Januari 2025. Dalam laporan inovasi daerah, inovasi ini juga tercatat memiliki tingkat kematangan 69 poin.

Menariknya, konsep SATE BABAT juga telah diarahkan untuk direplikasi melalui inisiasi kerja sama dengan sejumlah daerah, antara lain Kota Prabumulih, Kabupaten Lahat, Kabupaten Kudus dan Kabupaten Musi Banyuasin. Hal ini menunjukkan adanya potensi inovasi tersebut untuk dikembangkan sebagai model keamanan desa yang dapat diadaptasi sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Pada akhirnya, SATE BABAT menunjukkan bahwa transformasi desa tidak selalu berbicara tentang layanan digital yang kompleks. Teknologi akan menjadi lebih bermakna ketika dipadukan dengan regulasi yang jelas, kelembagaan yang kuat dan partisipasi masyarakat.

Dari ronda malam menuju pemantauan berbasis data, dari laporan lisan menuju pelaporan terdokumentasi, dan dari respons insidental menuju koordinasi terpadu—Desa Babat membangun pendekatan baru bahwa keamanan adalah kerja bersama yang perlu dikelola secara cerdas.

SATE BABAT: Bersama Menjaga Desa, Berbasis Data, Cepat Merespons, dan Menciptakan Lingkungan yang Aman.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026