Segarkan Ruang Kelas dengan Kreasi Mandiri: Siswa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Rakit Pengharum Ruangan Elektrik dari Barang Bekas
Kenyamanan ruang kelas adalah salah satu faktor penentu keberhasilan proses belajar mengajar. Namun, seiring berjalannya hari, terutama saat siang menjelang, ruangan kelas kerap kali dipenuhi oleh berbagai bau tidak sedap—mulai dari aroma keringat, bau sepatu, hingga pengapnya udara—yang sangat mengganggu fokus dan konsentrasi siswa. Selama ini, solusi yang digunakan hanyalah pengharum ruangan semprot manual yang tidak tahan lama, atau pewangi ruangan berbahan kimia tajam yang penyebarannya tidak merata dan berpotensi mengganggu pernapasan.
Menghadapi permasalahan yang sangat dekat dengan keseharian mereka, dua pelajar kelas XI.B dari SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, yakni Dika dan Juwita Permata Sari, menghadirkan sebuah solusi kreatif berbasis rekayasa teknologi. Melalui program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025, mereka menggagas inovasi bertajuk Room Tool Electric Freshener atau Alat Pengharum Ruangan Elektrik.
Menyulap Barang Bekas Menjadi Teknologi Tepat Guna
Inovasi ini menonjolkan prinsip Do It Yourself (DIY) yang ramah lingkungan dan sangat ekonomis. Untuk merakit satu unit alat ini, Dika dan Juwita memodifikasi barang-barang yang mudah ditemukan di sekitar mereka. Tabung utamanya memanfaatkan toples bekas, sementara sistem penyebar udaranya menggunakan kipas pendingin (cooling fan) kecil yang biasa digunakan pada perangkat elektronik. Sebagai sumber tenaganya, mereka mendaur ulang kepala charger (adaptor) ponsel bekas untuk dihubungkan langsung ke arus listrik, sehingga alat ini tidak membutuhkan baterai sekali pakai.
Cara kerja Room Tool Electric Freshener cukup sederhana namun sangat efektif. Cairan aromaterapi yang ditempatkan di dalam toples akan diuapkan dan disebarkan ke seluruh penjuru ruangan melalui putaran kipas pendingin secara konsisten dan terus-menerus selama alat terhubung ke aliran listrik. Sistem elektrik ini memastikan wewangian tersaring dengan baik dan tersebar merata, menggantikan metode semprot manual yang merepotkan.
Murah, Inovatif, dan Menginspirasi
Dilihat dari sisi anggaran, inovasi pelajar ini sangat hemat biaya. Pembuatan satu unit pengharum ruangan elektrik ini diperkirakan hanya menelan biaya sekitar Rp62.000, yang dialokasikan untuk membeli kipas pendingin, potensiometer, transistor, cairan pewangi, dan lem, sementara charger dan toples didapatkan secara gratis.
Meski masih berbentuk prototipe sederhana dengan jangkauan penyebaran aroma yang terbatas untuk ruangan kecil, inovasi ini sukses menuai respons positif saat diuji coba di kelas. Bau tak sedap berkurang drastis, dan udara kelas terasa lebih segar tanpa adanya suara bising atau panas berlebih dari mesin kipas.
Karya Room Tool Electric Freshener membuktikan bahwa dengan sedikit kreativitas dan kepekaan terhadap lingkungan, barang-barang bekas di sekitar kita dapat disulap menjadi teknologi tepat guna. Inovasi ini tidak sekadar mengharumkan ruangan, tetapi juga menebarkan inspirasi bagi generasi muda PALI untuk terus berani berinovasi dan berkarya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!