24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Segarkan Ruang Kelas dengan Kreasi Mandiri: Siswa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Rakit Pengharum Ruangan Elektrik dari Barang Bekas

Penulis: Ika PS 17 July 2025 04:21 WIB Dilihat: 6 kali Komentar: 0
Segarkan Ruang Kelas dengan Kreasi Mandiri: Siswa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Rakit Pengharum Ruangan Elektrik dari Barang Bekas

Kenyamanan ruang kelas adalah salah satu faktor penentu keberhasilan proses belajar mengajar. Namun, seiring berjalannya hari, terutama saat siang menjelang, ruangan kelas kerap kali dipenuhi oleh berbagai bau tidak sedap—mulai dari aroma keringat, bau sepatu, hingga pengapnya udara—yang sangat mengganggu fokus dan konsentrasi siswa. Selama ini, solusi yang digunakan hanyalah pengharum ruangan semprot manual yang tidak tahan lama, atau pewangi ruangan berbahan kimia tajam yang penyebarannya tidak merata dan berpotensi mengganggu pernapasan.

Menghadapi permasalahan yang sangat dekat dengan keseharian mereka, dua pelajar kelas XI.B dari SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, yakni Dika dan Juwita Permata Sari, menghadirkan sebuah solusi kreatif berbasis rekayasa teknologi. Melalui program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025, mereka menggagas inovasi bertajuk Room Tool Electric Freshener atau Alat Pengharum Ruangan Elektrik.

Menyulap Barang Bekas Menjadi Teknologi Tepat Guna

Inovasi ini menonjolkan prinsip Do It Yourself (DIY) yang ramah lingkungan dan sangat ekonomis. Untuk merakit satu unit alat ini, Dika dan Juwita memodifikasi barang-barang yang mudah ditemukan di sekitar mereka. Tabung utamanya memanfaatkan toples bekas, sementara sistem penyebar udaranya menggunakan kipas pendingin (cooling fan) kecil yang biasa digunakan pada perangkat elektronik. Sebagai sumber tenaganya, mereka mendaur ulang kepala charger (adaptor) ponsel bekas untuk dihubungkan langsung ke arus listrik, sehingga alat ini tidak membutuhkan baterai sekali pakai.

Cara kerja Room Tool Electric Freshener cukup sederhana namun sangat efektif. Cairan aromaterapi yang ditempatkan di dalam toples akan diuapkan dan disebarkan ke seluruh penjuru ruangan melalui putaran kipas pendingin secara konsisten dan terus-menerus selama alat terhubung ke aliran listrik. Sistem elektrik ini memastikan wewangian tersaring dengan baik dan tersebar merata, menggantikan metode semprot manual yang merepotkan.

Murah, Inovatif, dan Menginspirasi

Dilihat dari sisi anggaran, inovasi pelajar ini sangat hemat biaya. Pembuatan satu unit pengharum ruangan elektrik ini diperkirakan hanya menelan biaya sekitar Rp62.000, yang dialokasikan untuk membeli kipas pendingin, potensiometer, transistor, cairan pewangi, dan lem, sementara charger dan toples didapatkan secara gratis.

Meski masih berbentuk prototipe sederhana dengan jangkauan penyebaran aroma yang terbatas untuk ruangan kecil, inovasi ini sukses menuai respons positif saat diuji coba di kelas. Bau tak sedap berkurang drastis, dan udara kelas terasa lebih segar tanpa adanya suara bising atau panas berlebih dari mesin kipas.

Karya Room Tool Electric Freshener membuktikan bahwa dengan sedikit kreativitas dan kepekaan terhadap lingkungan, barang-barang bekas di sekitar kita dapat disulap menjadi teknologi tepat guna. Inovasi ini tidak sekadar mengharumkan ruangan, tetapi juga menebarkan inspirasi bagi generasi muda PALI untuk terus berani berinovasi dan berkarya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026