24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Selamat Tinggal Lemari Arsip! Inovasi 'LADAS NIAN' Bawa Birokrasi Puskesmas Air Itam ke Era Pemindaian Digital

Penulis: Ika PS 16 June 2025 04:00 WIB Dilihat: 1 kali Komentar: 0
Selamat Tinggal Lemari Arsip! Inovasi 'LADAS NIAN' Bawa Birokrasi Puskesmas Air Itam ke Era Pemindaian Digital

Tumpukan map tebal di dalam lemari besi dan rak-rak kayu yang memakan tempat perlahan menjadi pemandangan masa lalu di Puskesmas Air Itam, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Selama bertahun-tahun, sistem pengarsipan data kepegawaian yang dilakukan secara manual kerap memicu berbagai hambatan birokrasi, mulai dari lambatnya proses pencarian kelengkapan dokumen, tingginya risiko kerusakan dan kehilangan data, hingga menyempitnya ruang kerja akibat tumpukan kertas. Merespons tuntutan adaptasi teknologi dan reformasi birokrasi modern, sebuah langkah revolusioner akhirnya dicetuskan.

Kini, inovasi bernama "LADAS NIAN" (Langkah cerDAS meNyimpan arsIP kepegawaiAN) hadir sebagai solusi digitalisasi yang tak hanya praktis, tetapi juga sangat efisien. Diinisiasi oleh Megawati, SST, inovasi yang menargetkan peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola internal ini unjuk gigi dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025. LADAS NIAN secara radikal mengubah cara Puskesmas Air Itam mengelola dokumen penting pegawainya hanya dengan memanfaatkan jaringan internet dan pemindai barcode (QR Code) pada ponsel pintar.

Mekanisme Cerdas di Balik Kode QR

Proses transformasi ini dimulai dengan tahap digitalisasi seluruh dokumen fisik kepegawaian—seperti Surat Keputusan (SK), Surat Tugas, Ijazah, hingga KTP—dengan menggunakan scanner menjadi format digital seperti PDF atau JPEG. File-file tersebut kemudian diunggah, diberi nama, dan ditata rapi ke dalam penyimpanan komputasi awan (cloud) terpusat.

Keunikan dan keunggulan utama dari LADAS NIAN terletak pada integrasi sistem penyimpanan tersebut dengan teknologi QR Code yang sangat memperhatikan aspek keamanan dan privasi:

Sistem ini menyediakan dua jenis akses kode QR yang berbeda, yaitu untuk Admin Kepegawaian dan untuk staf biasa.

QR Code Admin memberikan hak akses komprehensif bagi petugas tata usaha untuk memantau, mengoreksi, dan memperbarui seluruh arsip pegawai Puskesmas Air Itam.

Sementara itu, QR Code Staf dicetak khusus untuk masing-masing individu pegawai, sehingga mereka hanya bisa mengakses dan mengunduh data pribadi mereka sendiri tanpa bisa mengintip dokumen milik rekan kerjanya.

Dengan alur kerja ini, setiap kali ada kebutuhan administrasi, pegawai atau admin cukup memindai kode QR tersebut menggunakan ponsel, dan data yang dibutuhkan akan langsung terpampang di layar.

Dampak Nyata: Cepat, Akurat, dan Ramah Lingkungan

Sejak diterapkan, LADAS NIAN telah membuktikan tajinya melalui pencapaian indikator kinerja yang sangat terukur. Evaluasi internal menunjukkan bahwa waktu pencarian data pegawai yang sebelumnya memakan waktu hingga 10 menit dengan cara mengaduk-aduk rak arsip, kini dapat diselesaikan hanya dalam 2 menit. Tidak hanya soal kecepatan, tingkat akurasi data kepegawaian pun melonjak tajam dari 80% menjadi 95%.

Keberhasilan inovasi LADAS NIAN juga membawa angin segar bagi efisiensi anggaran daerah. Puskesmas berhasil menekan biaya operasional karena pengadaan kertas berkurang drastis (paperless), sekaligus membebaskan area puskesmas dari kebutuhan ruang penyimpanan fisik yang memakan tempat. Lebih jauh lagi, langkah taktis Megawati, SST ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan mengurangi limbah kertas dan membangun budaya kerja instansi yang jauh lebih tangkas dan adaptif. Sistem ini pun dinilai sangat ideal untuk direplikasi di berbagai unit layanan kesehatan dan instansi pemerintah lainnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026