Sentuhan Lembut Sang Inovator: 'GUNTING PASUKAN' Hadirkan Solusi Ampuh Atasi Anak Susah Makan dan Cegah Stunting di PALI
Drama anak susah makan, atau yang sering dikenal masyarakat dengan istilah Gerakan Tutup Mulut (GTM), kerap menjadi momok yang menakutkan sekaligus membuat frustrasi para orang tua. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan, pola makan yang buruk dan asupan gizi yang tidak adekuat ini dapat berujung pada ancaman masa depan yang serius: stunting, yakni kondisi gagal tumbuh akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi dalam jangka waktu yang panjang. Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), angka stunting secara umum sempat menunjukkan tren kenaikan dari 14,6% pada tahun 2022 menjadi 15,4% pada tahun 2023. Di wilayah kerja Puskesmas Air Itam sendiri, bahaya ini mengintai nyata dengan tercatatnya 8 anak yang berisiko stunting pada tahun 2021, yang kemudian menetap di angka 6 anak berturut-turut pada tahun 2022 dan 2023.
Melihat tingginya keluhan orang tua mengenai anak yang kerap pilih-pilih makanan dan sulit makan, Mar'atu Mutiah, SST., M.Tr.Keb, CHTT, seorang tenaga kesehatan dedikatif dari Puskesmas Air Itam, melahirkan sebuah gebrakan inovatif. Melalui Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025, ia menggagas program GUNTING PASUKAN, sebuah akronim kreatif dari ceGah stUNTING dengan Pijat nAfSU maKAN.
Pendekatan Holistik yang Mengedepankan Kasih Sayang
Berbeda dengan metode penyuluhan gizi konvensional yang sering kali berjalan satu arah dan pasif, GUNTING PASUKAN membawa angin segar melalui pendekatan holistic care. Inovasi ini menawarkan terapi komplementer berupa pijat nafsu makan—sebuah sentuhan lembut dan sistematis pada titik-titik tubuh tertentu anak yang bertujuan untuk memberikan efek relaksasi sekaligus merangsang kembali nafsu makan mereka.
Terapi ini tidak eksklusif hanya dilakukan oleh tenaga medis bersertifikat di Puskesmas, tetapi secara proaktif dan masif diajarkan kepada para orang tua di lingkungan tersebut. Untuk memastikan jangkauan yang luas dan efektif, inovasi ini ditopang oleh beberapa pilar layanan unggulan:
Edukasi dan Praktik Langsung: Teknik pijat nafsu makan beserta pengetahuan mengenai pemenuhan gizi disosialisasikan secara langsung kepada orang tua, ibu hamil, ibu balita, serta para kader melalui Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita.
Integrasi Teknologi Digital: Untuk memudahkan orang tua mempraktikkannya secara mandiri di rumah kapan saja, GUNTING PASUKAN menyediakan tutorial langkah-langkah pijat yang dapat diakses dengan sangat cepat melalui pindaian QR Code.
Konsultasi Jarak Jauh: Memahami kesibukan dan keterbatasan mobilitas warga, Puskesmas Air Itam membuka saluran konsultasi online seputar terapi pijat dan pemenuhan gizi anak melalui platform WhatsApp.
Layanan Homecare (Jemput Bola): Petugas kesehatan yang terlatih dan tersertifikasi langsung terjun ke lapangan, mengunjungi rumah-rumah warga untuk memberikan terapi pijat sekaligus edukasi gizi secara hangat dan personal.
Dampak Nyata: Menyelamatkan Masa Depan Generasi, Angka Risiko Menurun Tajam
Implementasi GUNTING PASUKAN secara nyata telah mengubah paradigma pelayanan Puskesmas Air Itam, dari yang awalnya berbasis fasilitas pasif menjadi sangat proaktif, terdigitalisasi, dan berbasis komunitas. Hasil transformasi ini membawa dampak yang sangat menggembirakan. Kesadaran orang tua akan pentingnya pemenuhan gizi dan cara pencegahan stunting meningkat tajam seiring berjalannya program.
Pada tahun 2024, jumlah kasus anak berisiko stunting di wilayah tersebut berhasil ditekan hingga tersisa 3 kasus saja. Keberhasilan ini terus menunjukkan tren positif dengan hanya menyisakan 2 kasus pada paruh pertama tahun 2025. Di saat yang sama, antusiasme masyarakat semakin tinggi dan stigma takut ke fasilitas kesehatan memudar; terbukti dari kunjungan terapi pijat nafsu makan di Puskesmas yang melonjak hingga 15 kunjungan pada tahun 2024, diiringi dengan layanan homecare yang secara rutin menyentuh 5 balita setiap bulannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!