Senyum Cemerlang Generasi Muda: Lewat "GISSELA ONLINE", Konsultasi Gigi Anak Tak Lagi Menakutkan
Kesehatan gigi dan mulut anak-anak usia sekolah sering kali masih menjadi pekerjaan rumah yang besar di bidang kesehatan. Banyak orang tua yang kurang menyadari pentingnya perawatan sejak dini, ditambah lagi dengan tingginya rasa takut anak-anak jika harus berkunjung langsung ke fasilitas atau dokter gigi. Akibatnya, banyak kasus kerusakan gigi pada anak usia sekolah dasar yang tidak tertangani dengan cepat, yang berujung pada menurunnya kualitas kesehatan gigi mereka.
Menjawab permasalahan tersebut, Shelvie Uthamie, AMKG, dari Puskesmas Air Itam, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melahirkan sebuah terobosan baru bernama GISSELA ONLINE (Gigiku Sehat Senyum cemerLAng Online). Diusung dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025, program ini hadir sebagai platform edukasi dan konsultasi gigi berbasis daring yang dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak sekolah beserta orang tua mereka secara langsung.
Cara kerja inovasi ini sangat humanis dan praktis dengan memanfaatkan kebiasaan masyarakat menggunakan aplikasi WhatsApp. Prosesnya dimulai dengan kegiatan penjaringan dan pemeriksaan (skrining) rutin di sekolah. Apabila ditemukan masalah pada gigi siswa, petugas akan mengambil foto gigi tersebut dan mengirimkannya langsung kepada orang tua atau wali murid (atas persetujuan mereka) beserta informasi rujukannya via pesan WhatsApp. Melalui integrasi barcode WhatsApp, orang tua dapat dengan mudah berkonsultasi secara interaktif, mendapatkan jadwal perawatan tanpa harus mengantre lama, serta menerima materi edukasi seperti video dan infografis terkait cara menjaga kesehatan gigi di rumah.
Pendekatan "jemput bola" secara digital ini terbukti ampuh mendobrak jarak dan keengganan masyarakat. Berdasarkan data evaluasi kegiatan Puskesmas Air Itam, sebelum adanya GISSELA ONLINE pada rentang tahun 2021 hingga 2022, angka kunjungan anak sekolah yang mendapatkan perawatan gigi sangat rendah, yakni hanya berkisar 10 hingga 21 siswa per tahun. Namun, sejak inovasi ini diimplementasikan, angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai 124 kunjungan pada tahun 2023 dan 121 kunjungan pada tahun 2024.
Kehadiran GISSELA ONLINE tidak hanya menghemat waktu dan biaya perawatan bagi masyarakat karena dilayani di Puskesmas terdekat, tetapi juga sukses membangun kolaborasi yang solid antara tenaga kesehatan, pihak sekolah, dan orang tua sebagai agen perubahan. Lewat pemanfaatan teknologi yang ada di genggaman, masa depan senyum cemerlang anak-anak kini dapat dipantau dan dirawat dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan tak lagi menakutkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!