22 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

SINDU, Inovasi PALI Olah Buah Senduduk Bulu Menjadi Sirup Bernilai Tambah

Penulis: Administrator 16 October 2025 22:44 WIB Dilihat: 3 kali Komentar: 0
SINDU, Inovasi PALI Olah Buah Senduduk Bulu Menjadi Sirup Bernilai Tambah

SINDU, Inovasi PALI Olah Buah Senduduk Bulu Menjadi Sirup Bernilai Tambah

PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR — Potensi tumbuhan liar yang selama ini kurang dimanfaatkan mendorong lahirnya inovasi pangan berbasis sumber daya lokal di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Melalui SINDU (Sirup Senduduk Bulu), buah senduduk bulu (Clidemia hirta) dikembangkan menjadi produk sirup alami yang memiliki potensi nilai ekonomi sekaligus membuka peluang pemanfaatan bahan baku lokal.

Inovasi non-digital yang digagas Nayla Oriza Hardyan ini merupakan inovasi masyarakat dan telah memasuki tahap implementasi. SINDU memanfaatkan ekstrak buah senduduk bulu sebagai bahan utama dalam formulasi sirup. Buah tersebut dipilih salah satunya karena dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami.

Dari Tumbuhan Liar Menjadi Produk Bernilai

Senduduk bulu merupakan tumbuhan yang dapat ditemukan di kawasan terbuka, semak belukar, tepian hutan maupun lokasi dengan kondisi tanah tertentu. Dalam dokumen inovasi, tumbuhan ini disebut cukup mudah ditemukan dan memiliki kemampuan bertahan pada kondisi kering. Buahnya berukuran kecil, tumbuh berkelompok, dengan buah muda berwarna hijau dan buah matang berwarna keunguan.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pengembangan produk berbasis potensi lokal. SINDU mencoba mengubah bahan yang sebelumnya belum banyak dimanfaatkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Inovasi ini juga mengusung pendekatan penggunaan bahan alami. Formula SINDU dikembangkan sebagai sirup tanpa pengawet dengan memanfaatkan ekstrak buah senduduk bulu dan bahan pendukung lainnya. Peneliti melakukan sejumlah uji coba untuk mengoptimalkan konsentrasi dan komposisi bahan agar menghasilkan produk yang dinilai efektif dan berkualitas.

Mengedepankan Bahan Alami

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan SINDU adalah penggunaan bahan alami sebagai bagian dari formulasi produk. Ekstrak buah senduduk bulu dimanfaatkan sebagai pewarna alami, sehingga inovasi ini tidak hanya berorientasi pada produk pangan, tetapi juga mengangkat gagasan pengurangan penggunaan bahan kimia tertentu.

Dokumen inovasi menyebutkan bahwa pengembangan sirup tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat bagi kesehatan serta mengurangi penggunaan bahan kimia dengan memanfaatkan bahan alami. Namun, klaim manfaat kesehatan tersebut masih perlu didukung pengujian ilmiah dan laboratorium lebih lanjut sebelum digunakan sebagai klaim kesehatan pada produk komersial.

Pendekatan ini menjadi penting karena pengembangan inovasi pangan tidak cukup hanya menghasilkan produk baru, tetapi juga membutuhkan pengujian keamanan, standardisasi bahan, dan validasi manfaat agar produk dapat berkembang secara berkelanjutan.

Membuka Peluang Ekonomi Lokal

Selain aspek pangan dan kesehatan, SINDU diarahkan untuk membuka peluang pengembangan industri lokal dengan menjadikan buah senduduk bulu sebagai salah satu sumber bahan baku.

Dalam pengembangannya, inovator merencanakan perluasan jaringan penjualan melalui media sosial, kerja sama dengan UMKM untuk proses produksi, serta pengujian laboratorium. Langkah tersebut menunjukkan arah pengembangan SINDU dari sekadar produk inovasi menjadi produk yang berpotensi dikembangkan secara ekonomi.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat pengembangan kewirausahaan dan industri kreatif berbasis potensi daerah. Bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk baru apabila didukung kreativitas, riset, teknologi pengolahan, serta model bisnis yang tepat.

Telah Memasuki Tahap Implementasi

SINDU telah melalui uji coba pada 1 Agustus 2023 dan memasuki tahap implementasi pada 17 Agustus 2024. Dalam ekosistem inovasi daerah Kabupaten PALI, SINDU telah dilengkapi pedoman teknis dan tata laksana produksi. Inovasi ini juga didukung kegiatan sosialisasi dan diseminasi yang melibatkan berbagai kelompok, mulai dari pelajar, mahasiswa, sektor kesehatan, organisasi perangkat daerah, guru hingga masyarakat.

Dokumen inovasi juga mencatat SINDU sebagai bagian dari layanan terintegrasi melalui PALI Innovation Hub, yang mengintegrasikan layanan produk inovasi daerah hasil kolaborasi lintas sektor. Selain itu, terdapat bukti kerja sama replikasi inovasi dengan sejumlah daerah, termasuk Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim.

Dari sisi produksi, dokumen mencatat jumlah produk yang dihasilkan atau diperjualbelikan telah mencapai lebih dari 200 produk.

Inovasi Lokal yang Perlu Terus Diperkuat

SINDU memperlihatkan bahwa inovasi daerah dapat berangkat dari sumber daya yang sederhana dan mudah ditemukan di sekitar masyarakat. Pengolahan buah senduduk bulu menjadi sirup memberikan alternatif pemanfaatan tumbuhan lokal sekaligus membuka peluang pengembangan produk ekonomi kreatif.

Ke depan, penguatan SINDU dapat dilakukan melalui uji laboratorium, standardisasi formulasi, pengujian keamanan pangan, pengembangan kemasan, perizinan produk, serta penguatan strategi pemasaran. Pengujian ilmiah juga penting untuk memastikan setiap klaim mengenai manfaat kesehatan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

Dengan pendekatan tersebut, SINDU tidak hanya menjadi inovasi pengolahan pangan, tetapi juga dapat berkembang menjadi contoh bagaimana potensi lokal, kreativitas masyarakat, riset, dan kewirausahaan dapat dipadukan untuk menciptakan produk bernilai tambah.

SINDU — dari tumbuhan lokal menjadi inovasi, dari inovasi menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat PALI.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026