12 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Solusi Praktis dan Hemat Energi di Dapur: Pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Ciptakan 'Mixer Mini' untuk UKM

Penulis: Ika PS 12 May 1025 06:29 WIB Dilihat: 14 kali Komentar: 0
Placeholder

Peralatan dapur konvensional seperti mixer sering kali memiliki dimensi yang besar, berat, dan membutuhkan daya listrik yang cukup tinggi. Bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) atau sekadar kebutuhan rumah tangga berskala kecil, ukuran besar dan konsumsi energi yang tinggi ini justru menjadi hambatan dalam mobilitas serta meningkatkan biaya operasional produksi. Menjawab tantangan tersebut, dua siswi SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Kayla Alfatthurahma dan Zaskia Carrisa, berinovasi menciptakan "Mixer Mini"—sebuah alat pengaduk adonan yang ringkas, hemat energi, namun memiliki performa mumpuni.

Inovasi yang diusung dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2025 ini lahir dari semangat untuk mendukung produktivitas pelaku usaha kecil. Mixer Mini ini dirancang dengan desain compact yang memudahkan pengguna untuk menyimpan dan membawanya ke mana saja, menjadikannya solusi ideal bagi mereka yang membutuhkan efisiensi ruang tanpa harus mengorbankan kualitas hasil adonan.

Efisiensi Tinggi dengan Anggaran Minim

Berbeda dengan ekspektasi bahwa alat teknologi dapur harus mahal, Mixer Mini ini justru membuktikan bahwa inovasi tepat guna dapat diciptakan dengan anggaran yang sangat terjangkau. Dengan modal hanya Rp 51.000, para inovator mampu merakit alat ini menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat, termasuk dinamo mobil mainan, kabel, baterai, pipa paralon, dan barang bekas lainnya. Meskipun dirakit dengan komponen sederhana, performa yang dihasilkan tidak bisa dipandang sebelah mata. Dilengkapi dengan motor listrik 1400 rpm yang dipadukan dengan gearbox khusus, alat ini mampu menghasilkan putaran yang stabil dan tidak bergetar saat digunakan.

Hasil pengujian di lapangan menunjukkan bahwa Mixer Mini ini memberikan dampak nyata terhadap efisiensi produksi:

Waktu: Durasi pencampuran bahan berkurang hingga 30% dibandingkan dengan menggunakan mixer konvensional.

Energi: Konsumsi listrik jauh lebih efisien, mencapai penghematan hingga 40% berkat penggunaan motor yang tepat guna.

Kualitas: Hasil pencampuran bahan menjadi lebih homogen, yang secara langsung meningkatkan kualitas produk akhir seperti kue, roti, dan makanan olahan lainnya.

Kontribusi Ekonomi dan Lingkungan

Selain memberikan efisiensi bagi pengguna rumahan dan UKM, inovasi ini juga sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan material seperti baja tahan karat (stainless steel) dan aluminium yang tahan lama, alat ini turut mengurangi limbah sekaligus memberdayakan ekonomi lokal melalui peningkatan daya saing produk UKM. Inovator juga berencana untuk terus menyempurnakan prototipe ini ke depannya, dengan menambahkan fitur seperti pengaturan kecepatan variabel (variable speed drive) hingga integrasi teknologi IoT untuk memantau performa alat secara real-time.

Inovasi sederhana dari SMAN 2 Unggulan Talang Ubi ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat lokal mampu memberikan solusi produktif yang nyata, ekonomis, dan berkelanjutan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026