13 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Solusi Praktis di Ruang Terbatas: Inovasi 'Water Dispenser Mini' dari Barang Bekas Karya Pelajar SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi

Penulis: Ika PS 25 July 2025 04:47 WIB Dilihat: 21 kali Komentar: 0
Placeholder

Di tengah keterbatasan ruang dan kebutuhan akan akses air minum yang praktis, dua pelajar kreatif dari SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Aden Saputra dan Mudzan Nasrullah Alvaro, menghadirkan terobosan cerdas berupa "Water Dispenser Mini". Inovasi yang dikembangkan sebagai bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ini menjadi jawaban bagi penghuni kamar kos, kantor kecil, hingga rumah tangga yang memiliki ruang terbatas namun tetap mendambakan kemudahan dalam mengakses air minum yang bersih dan higienis.

Berangkat dari kesadaran bahwa air minum adalah kebutuhan pokok, namun perangkat dispenser konvensional sering kali berukuran terlalu besar dan memakan tempat, para siswa ini merancang sebuah dispenser dalam versi yang lebih ringkas. Tidak hanya soal ukuran, inovasi ini juga mengedepankan efisiensi biaya dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar yang sering dianggap sebagai limbah.

Konstruksi Kreatif dari Kardus dan Botol Bekas

Water Dispenser Mini ini dibangun melalui proses perancangan yang sistematis, mulai dari studi literatur, pembuatan sketsa desain, hingga perakitan komponen. Struktur utama dispenser ini mengandalkan bahan kardus bekas yang kokoh, dikombinasikan dengan botol plastik bekas sebagai tangki penampung air berkapasitas 1 hingga 3 liter. Untuk mengalirkan air, tim inovator menggunakan sistem mekanis sederhana berupa pipa sedotan atau kran mini yang dirancang agar air dapat mengalir lancar dan aman.

Keunggulan dari prototipe ini mencakup beberapa aspek utama yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat modern:

Hemat Ruang & Portabel: Dengan desain yang ringkas, dispenser ini sangat cocok ditempatkan di ruangan sempit, bahkan di atas meja kerja, dan mudah dipindahkan karena bobotnya yang ringan.

Hemat Energi: Karena mengandalkan sistem manual (gravitasi), dispenser ini tidak memerlukan listrik, menjadikannya jauh lebih hemat energi dibandingkan dispenser elektrik konvensional.

Ekonomis: Proyek ini membuktikan bahwa teknologi tepat guna tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan barang bekas, biaya produksi hanya berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 50.000, sangat terjangkau bagi berbagai kalangan.

Tantangan dan Pengembangan ke Depan

Meskipun menawarkan berbagai kemudahan, para pengembang muda ini bersikap realistis dalam mengevaluasi karya mereka. Mereka mengakui adanya tantangan seperti material kardus yang tidak tahan air jika tidak dilapisi dengan baik, serta keterbatasan stabilitas untuk menampung beban lebih dari 4 liter. Namun, menurut mereka, kekurangan tersebut dapat diatasi dengan perawatan yang tepat, penggunaan pelapis anti-air, serta pengembangan desain yang lebih presisi ke depannya.

Inovasi ini tidak hanya menjadi solusi bagi individu yang mencari kepraktisan, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana limbah dapat diubah menjadi barang bernilai guna tinggi. Dengan dukungan dari pihak sekolah dan keterlibatan berbagai pihak, proyek ini diharapkan dapat menginspirasi siswa lain untuk terus berinovasi dalam menciptakan solusi sederhana namun berdampak luas bagi kehidupan sehari-hari.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026