25 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Teknologi Sederhana untuk Lingkungan Bersih: DEM Permudah Proses Pembersihan Debu di Sekolah

Penulis: Ika PS 23 May 2025 08:19 WIB Dilihat: 1 kali Komentar: 0
Teknologi Sederhana untuk Lingkungan Bersih: DEM Permudah Proses Pembersihan Debu di Sekolah

Inovasi sederhana yang berangkat dari permasalahan sehari-hari mampu menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan. Berawal dari proses membersihkan debu yang masih dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu serta tenaga yang cukup besar, dua pelajar SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Arie Setyo Prayogi dan Muhammad Daffa Algus Faqih, mengembangkan inovasi Dust Electric Multipurpose (DEM), sebuah kemoceng elektrik yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembersihan debu di lingkungan sekolah.

Inovasi ini menjadi salah satu peserta dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2025 kategori Pelajar. Dengan memanfaatkan motor listrik berdaya rendah dan baterai isi ulang, DEM menawarkan cara yang lebih praktis, hemat tenaga, dan ekonomis dalam menjaga kebersihan ruang belajar.

Berangkat dari Permasalahan Kebersihan di Lingkungan Sekolah

Aktivitas membersihkan debu pada meja, rak buku, ventilasi, maupun sudut ruangan merupakan pekerjaan rutin yang membutuhkan ketelitian. Namun, penggunaan kemoceng manual sering kali membuat proses pembersihan berlangsung lebih lama, terutama pada area yang sulit dijangkau. Kondisi tersebut juga menyebabkan pengguna lebih cepat lelah sehingga hasil pembersihan kurang optimal.

Melihat kondisi tersebut, kedua inovator mengembangkan Dust Electric Multipurpose (DEM) sebagai alat pembersih debu yang memanfaatkan putaran motor listrik untuk menggerakkan bulu kemoceng secara otomatis. Dengan demikian, pengguna hanya perlu mengarahkan alat ke permukaan yang akan dibersihkan tanpa harus mengeluarkan tenaga berlebih.

Menghadirkan Alat Pembersih yang Praktis dan Efisien

DEM dirancang menggunakan motor DC berukuran kecil, baterai isi ulang, sakelar, dan rangka yang ringan sehingga nyaman digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk siswa maupun petugas kebersihan sekolah. Seluruh komponen dipilih agar mudah diperoleh, hemat energi, serta memiliki biaya produksi yang relatif terjangkau.
Pengembangan alat dilakukan melalui tahapan studi literatur, perancangan desain, pemilihan komponen, proses perakitan, pengujian kecepatan putaran motor dan daya tahan baterai, hingga evaluasi sebelum diterapkan dalam kegiatan kebersihan sekolah. Pendekatan tersebut memastikan alat dapat berfungsi secara optimal dan mudah digunakan.

Memberikan Dampak Nyata terhadap Efisiensi Pembersihan

Hasil uji coba menunjukkan bahwa penggunaan DEM mampu meningkatkan efisiensi waktu pembersihan. Berdasarkan implementasi di lingkungan sekolah, waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan debu di satu ruang kelas berkurang dari sekitar 20 menit menjadi 10 menit, atau lebih cepat hingga 50 persen dibandingkan penggunaan kemoceng manual. Selain itu, pengguna juga merasakan beban kerja yang lebih ringan karena alat bekerja secara otomatis.

Keunggulan lainnya adalah biaya produksi yang relatif rendah, komponen yang mudah diperoleh di pasaran, serta perawatan yang sederhana. Hal tersebut menjadikan DEM sebagai inovasi yang berpotensi diterapkan secara luas, baik di lingkungan sekolah maupun untuk kebutuhan rumah tangga.

Mendukung Budaya Hidup Bersih Melalui Inovasi Pelajar

Pengembangan Dust Electric Multipurpose (DEM) tidak hanya menghasilkan sebuah alat pembersih, tetapi juga menumbuhkan semangat inovasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Dalam proses pengembangannya, inovasi ini mendapat dukungan dari guru pembimbing, kepala sekolah, petugas kebersihan, serta orang tua yang turut memberikan masukan selama tahap uji coba dan implementasi.

Ke depan, DEM diharapkan dapat terus disempurnakan dan direplikasi di berbagai sekolah sebagai media pembelajaran berbasis teknologi sekaligus solusi praktis untuk meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan belajar. Inovasi ini membuktikan bahwa ide sederhana yang lahir dari kebutuhan sehari-hari dapat berkembang menjadi karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026