23 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Transformasi Layanan Kesehatan di Ujung Jari: 'PELAWA' Putus Rantai Antrean Panjang di Puskesmas Air Itam

Penulis: Ika PS 16 July 2025 03:52 WIB Dilihat: 1 kali Komentar: 0
Transformasi Layanan Kesehatan di Ujung Jari: 'PELAWA' Putus Rantai Antrean Panjang di Puskesmas Air Itam

Pemandangan ruang tunggu fasilitas kesehatan yang sesak oleh antrean pasien sejak pagi buta kerap menjadi keluhan klasik di tengah masyarakat. Sistem pendaftaran manual tidak hanya memicu penumpukan massa yang berpotensi melanggar protokol kesehatan, tetapi juga memperlambat laju penanganan medis itu sendiri. Merespons tuntutan masyarakat akan pelayanan yang praktis dan efisien, Puskesmas Air Itam di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menghadirkan sebuah terobosan adaptif. Melalui inovasi bernama PELAWA (Pendaftaran Pelayanan via WhatsApp), masyarakat kini tak perlu lagi datang dan berdesakan hanya untuk mengambil nomor antrean.

Digagas oleh Neli Agustin, SE dan Deta Tri Mulyani, inovasi yang mulai dibentuk pada tahun 2023 ini bersinar sebagai salah satu kandidat dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025 untuk kategori Bidang Kesehatan. PELAWA lahir sebagai solusi digital transformatif yang menjembatani tingginya kebutuhan administratif layanan kesehatan dengan kemajuan teknologi komunikasi sehari-hari.

Pendekatan yang digunakan dalam PELAWA sangat inklusif karena memanfaatkan aplikasi WhatsApp, sebuah platform pesan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan masyarakat luas. Mekanisme kerjanya dirancang sangat sederhana agar tak menyulitkan warga. Pasien cukup mengirimkan pesan ke nomor khusus pendaftaran dengan format baku yang berisi Nama, Umur, Jenis Layanan, Tanggal Berobat, dan Nomor NIK atau BPJS.

Dari pesan tersebut, sistem balasan otomatis (auto-reply) dan petugas administrasi di balik layar akan langsung memverifikasi data pendaftar. Pasien kemudian akan menerima pesan balasan berisi jadwal kedatangan yang pasti, nomor antrean, dan dokumen persyaratan yang harus disiapkan. Lewat alur ini, ketika pasien tiba di Puskesmas, mereka cukup menunjukkan bukti pesan tersebut dan bisa langsung mendapatkan penanganan tanpa harus membuang waktu di ruang tunggu.

Sejak diimplementasikan, PELAWA telah menorehkan dampak yang sangat signifikan dengan mereduksi waktu pendaftaran hingga 70 persen lebih cepat. Transformasi ini juga berhasil mengubah sistem pengarsipan dari yang semula menumpuk banyak kertas menjadi sistem digital (paperless) yang jauh lebih rapi, terintegrasi, dan secara efektif menghemat anggaran operasional. Lebih dari sekadar efisiensi birokrasi, inovasi ini menaruh perhatian besar pada prinsip pelayanan yang humanis dengan mendahulukan akses bagi kelompok rentan, seperti pasien lanjut usia (lansia), ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.

Meski di lapangan sempat dihadapkan pada kendala seperti keterbatasan sinyal internet di beberapa titik desa dan masih kurangnya literasi digital di kalangan masyarakat usia lanjut, tim Puskesmas Air Itam sigap meretas hambatan tersebut. Mereka gencar melakukan sosialisasi intensif, membagikan edukasi langsung, serta membuat templat pendaftaran yang ramah pengguna. Ke depannya, inovasi ini ditargetkan untuk terus diperkaya dengan fitur tambahan seperti notifikasi pengingat jadwal dan sinkronisasi langsung ke sistem Rekam Medis Elektronik.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026