26 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Tren Kuliner Vegetarian: Siswa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Sulap Bawang Bombai Jadi Nugget Sehat

Penulis: Ika PS 02 August 2024 07:30 WIB Dilihat: 1 kali Komentar: 0
Placeholder

Pergeseran gaya hidup masyarakat modern saat ini memicu tingginya ketergantungan pada produk makanan siap saji (fast-food) yang praktis namun sering kali minim variasi pangan nabati. Menjawab tantangan tersebut sekaligus memberikan opsi konsumsi yang lebih sehat bagi kelompok vegetarian, dua pelajar dari SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yaitu Rizky Dewantara dan Reisan Gustiar, meluncurkan sebuah produk terobosan kuliner bernama "NUBOI" (Nugget Bawang Bombai).

Melalui proposal yang diajukan dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2024, kedua siswa tersebut memanfaatkan bawang bombai (Allium cepa) sebagai bahan baku utama untuk menggantikan peran daging ayam atau sapi yang selama ini mendominasi pasar nugget komersial. Selain menghadirkan cita rasa yang baru, produk ini dikembangkan tanpa tambahan bahan pengawet maupun pewarna sintesis, sehingga kualitas nutrisi alami di dalamnya tetap terjaga utuh.

Hilangkan Aroma Khas Lewat Teknik Pengolahan Khusus

Sebelum adanya inovasi ini, masyarakat pada umumnya hanya memanfaatkan bawang bombai sebatas bumbu dapur, penghias hidangan, atau pelengkap masakan karena ukuran dagingnya yang tebal. Namun, di tangan Rizky dan Reisan, karakteristik sayuran ini dirombak total menjadi makanan camilan yang ramah bagi semua kalangan.

Salah satu keunikan utama dari NUBOI terletak pada karakteristik sensoris akhirnya. Melalui formulasi dan teknik pengolahan yang tepat, aroma tajam serta bau khas yang biasanya melekat pada bawang bombai berhasil dihilangkan sepenuhnya setelah diolah menjadi produk nugget. Langkah inovatif ini terbukti mampu meningkatkan minat konsumsi masyarakat terhadap bawang bombai, sekaligus membuka peluang bagi para pelaku vegetarian untuk menikmati kelezatan ragam olahan nugget tanpa khawatir akan kandungan lemak hewani.

Komposisi Sederhana dan Peluang Usaha Baru

Proses pembuatan NUBOI dirancang secara ringkas dengan menggunakan peralatan dapur konvensional agar mudah direplikasi oleh masyarakat luas secara mandiri. Adapun alat yang digunakan meliputi kompor, sendok, mangkok, pisau, damparan (talenan), dan wajan. Sementara untuk bahan bakunya, inovator memadukan komponen-komponen berikut:

Bawang bombai sebagai bahan dasar utama.

Tepung tapioka dan air untuk membentuk tekstur adonan.

Telur dan Royco sebagai pengikat rasa dan penyedap.

Tepung panir sebagai lapisan luar untuk memberikan sensasi renyah khas nugget setelah digoreng.

Proposal ini disusun di bawah bimbingan tim guru SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, yaitu Agung Dirga Kusuma Pd., Gr.M.Pd, Hesti Ekromia S.Pd., S.Kom.Gr, dan Yulianti Eka Saputri S.Pd., Gr. Melalui penelitian awal yang berfokus pada ruang lingkup teknik pembuatan dan metode pemasaran ini, NUBOI diharapkan tidak hanya menjadi alternatif camilan sehat bagi keluarga, melainkan juga dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi ide usaha mikro (UMKM) baru yang kompetitif di Kabupaten PALI.

Ringkasan Eksekutif Inovasi

Inisiator & Lembaga: Rizky Dewantara dan Reisan Gustiar (Siswa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Tahun Ajaran 2023/2024).

Guru Pembimbing: Agung Dirga Kusuma Pd., Gr.M.Pd, Hesti Ekromia S.Pd., S.Kom.Gr, dan Yulianti Eka Saputri S.Pd., Gr.

Bentuk Inovasi: Inovasi Daerah Lainnya (Kategori Pelajar/Mahasiswa) berupa produk pangan nabati sehat non-digital.

Keunggulan Produk: Bebas zat pengawet, bebas pewarna buatan, ramah kelompok vegetarian, dan berhasil mengeliminasi aroma menyengat khas bawang bombai.

Bahan Dasar: Bawang bombai, tepung tapioka, telur

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026