23 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Belajar Astronomi Tanpa Batas Biaya: 'T.E.L.E.S.K.O.P' Menyulap Kardus Bekas Menjadi Jendela Semesta di SMAN 2 Unggulan Talang Ubi

Penulis: Ika PS 28 June 2025 03:02 WIB Dilihat: 8 kali Komentar: 0
Placeholder

Mempelajari ilmu astronomi dan sistem optik di bangku sekolah sering kali menemui jalan buntu ketika berhadapan dengan minimnya fasilitas praktik. Alat peraga seperti teleskop umumnya berharga sangat mahal dan jarang tersedia di laboratorium sekolah biasa. Kondisi ini memaksa para siswa hanya belajar melalui teori atau gambar yang disediakan oleh guru, membuat pemahaman akan sains terasa dangkal, membosankan, dan kurang aplikatif.

Melihat kendala tersebut, seorang pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi bernama Rizki Rahmansyah tergerak untuk mencari jalan keluar. Di bawah bimbingan guru-gurunya, ia menyusun sebuah proyek bertajuk T.E.L.E.S.K.O.P. (Teropong Edukatif dari Limbah Kardus) yang diusung dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2024/2025. Inovasi ini membuktikan bahwa mempelajari alam semesta tidak selalu membutuhkan peralatan mutakhir yang menguras biaya sekolah.

Secara teknis, teleskop kardus ini memanfaatkan prinsip kerja ilmu optik dasar dengan memadukan dua buah lensa, yakni lensa cembung sebagai lensa objektif dan lensa okuler, yang dipasang pada kedua ujung tabung. Yang menjadikannya sangat istimewa adalah material utamanya yang berupa kardus bekas, dibantu dengan sistem geser sederhana untuk menemukan jarak fokus terbaik. Proses perakitannya sangat mudah dan dapat dipraktikkan langsung oleh para siswa di kelas (Do It Yourself). Terbukti dari hasil pengujiannya, teleskop sederhana ini mampu memperbesar objek yang jauh dan cukup fungsional untuk pengamatan dasar benda langit seperti bulan maupun bintang terang.

Lebih dari sekadar alat bantu penglihatan, inovasi T.E.L.E.S.K.O.P. membawa dampak berantai bagi ekosistem pendidikan dan lingkungan. Dari segi ekonomi, pembuatan teleskop ini luar biasa hemat karena hanya membutuhkan modal sebesar Rp15.000 untuk membeli bahan pendukung seperti kertas karton, isi lem tembak, dan selotip hitam. Hal ini memungkinkan setiap siswa memiliki alat peraga masing-masing. Dari segi kelestarian alam, penggunaan kardus bekas turut serta dalam mengurangi penumpukan sampah sekaligus memupuk karakter peduli daur ulang pada diri siswa.

Dampak inovasi ini pun sangat terasa di dalam kelas. Pembelajaran yang tadinya hanya sebatas teori pasif, kini berubah menjadi interaktif dan hidup karena siswa dapat langsung mengaplikasikan ilmu optik lewat alat yang mereka buat sendiri. Antusiasme belajar sains meningkat tajam dan inovasi murah meriah ini bahkan telah direplikasi oleh dua sekolah lain melalui kegiatan kolaboratif antar-gugus pendidikan.

Kehadiran T.E.L.E.S.K.O.P. menegaskan bahwa kreativitas adalah kunci untuk mendobrak segala keterbatasan fasilitas pendidikan, membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda PALI untuk menatap bintang dan merakit masa depannya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026