24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Bukan Menunggu di Meja Periksa, Puskesmas Ini Pilih 'Jemput Bola' Buru Suspek TBC ke Rumah-Rumah!

Penulis: Ika PS 05 July 2024 04:50 WIB Dilihat: 3 kali Komentar: 0
Bukan Menunggu di Meja Periksa, Puskesmas Ini Pilih 'Jemput Bola' Buru Suspek TBC ke Rumah-Rumah!

Kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara hingga kini masih menjadi momok menakutkan yang mengancam kesehatan kaum perempuan di Indonesia. Ironisnya, meski metode deteksi dini yang mudah dan terjangkau seperti Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Clinical Breast Examination (CBE) sudah tersedia, angka partisipasi masyarakat sering kali membentur dinding tebal bernama rasa takut dan malu. Menjawab tantangan tersebut, UPTD Puskesmas Simpang Babat meluncurkan langkah transformatif melalui inovasi pelayanan keliling yang diberi nama "PERAWAN CEKING" (Peduli Rahim Wanita dengan Cek IVA Keliling).

Inovasi yang digawangi oleh Wiwin Aprianti, Am.Keb, seorang bidan berdedikasi di Puskesmas Simpang Babat, lahir dari sebuah potret keprihatinan data. Pada tahun 2017, cakupan pemeriksaan IVA di tingkat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir tergolong sangat rendah, yakni hanya menyentuh angka 11,6%. Berdasarkan survei awal terhadap 160 responden di wilayah kerja puskesmas, terungkap fakta mengejutkan bahwa 73% perempuan di antaranya belum pernah sekalipun melakukan pemeriksaan. Alasan utamanya seragam: mereka merasa takut, malu, ragu akan manfaatnya, atau sekadar merasa tubuhnya masih sehat-sehat saja.3

Mendobrak Sekat Geografis dan Psikologis

Menyadari bahwa pendekatan konvensional yang bersifat pasif di dalam gedung puskesmas tidak akan membuahkan hasil optimal, Bidan Wiwin merancang strategi "jemput bola". Bersama tim medis yang diperkuat oleh dr. Ika Agustina dan dukungan Bidan Desa, pelayanan pemeriksaan dipindahkan langsung ke tengah-tengah pemukiman warga—mulai dari optimalisasi Polindes hingga memanfaatkan rumah para kepala dusun (kadus per kadus).

Langkah ini terbukti ampuh meruntuhkan tembok psikologis warga. Para wanita usia subur tidak perlu lagi menempuh jarak jauh atau merasa canggung datang ke fasilitas kesehatan, karena layanan pemeriksaan hadir di lingkungan terdekat mereka secara humanis dan terjadwal secara berkala setiap bulannya.

Prosedur pemeriksaan yang diterapkan pun berjalan secara sistematis dan aman. Menggunakan olesan larutan asam asetat dengan kadar 3–5% pada leher rahim, tim medis dapat langsung mendeteksi ada tidaknya perubahan warna secara visual. Munculnya area berwarna putih atau lesi acetowhite menjadi alarm dini yang mengindikasikan adanya gejala pra-kanker, sehingga tindakan penanganan dapat segera diambil sebelum terlambat.

Catatan Manis Keberhasilan di Lapangan

Sejak digulirkan secara konsisten, inovasi "PERAWAN CEKING" terbukti berhasil mendongkrak angka partisipasi secara masif jika dibandingkan dengan capaian tahun 2017 yang hanya mencakup 347 orang. Sepanjang periode evaluasi, program ini mencatat lompatan kunjungan yang signifikan, dengan puncak partisipasi tertinggi tercapai pada tahun 2018 sebanyak 1.990 orang dan terus termonitor secara berkala hingga tahun-tahun berikutnya.

Secara akumulatif, gerakan keliling ini telah berhasil memeriksa total 2.877 orang. Dari angka tersebut, sebanyak 2.552 orang di antaranya merupakan Pasangan Usia Subur (PUS), yang berarti inovasi ini sukses menjangkau 85% dari total sasaran wilayah—melampaui target minimal yang ditetapkan pemerintah sebesar 80%.

Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen jadwal rutin yang ketat di delapan desa wilayah kerja Puskesmas Simpang Babat, mulai dari Desa Purun Timur di awal bulan, hingga Desa Spantan dan Sungailangan di penghujung bulan. Melalui pemantauan bulanan dan evaluasi yang konsisten, "PERAWAN CEKING" bukan sekadar sebuah program kesehatan biasa, melainkan sebuah manifestasi nyata dari kepedulian negara dalam melindungi rahim dan masa depan wanita Indonesia dari ancaman kanker sejak dini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026