26 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Human Grid PALIventure: Merajut Logika dalam Langkah Budaya

Penulis: Ika PS 11 June 2025 09:34 WIB Dilihat: 1 kali Komentar: 0
Human Grid PALIventure: Merajut Logika dalam Langkah Budaya

Di ruang-ruang kelas yang sering kali mengharuskan siswa duduk diam, sejatinya ada energi besar yang menanti untuk disalurkan. Anak-anak usia dini bukanlah robot yang hanya menunggu instruksi, melainkan penjelajah kecil yang belajar paling baik melalui gerakan, sentuhan, dan interaksi. Namun, sering kali pembelajaran logika dan teknologi terjebak di balik layar kaca yang dingin, memisahkan mereka dari kesenangan fisik yang menjadi kodrat masa kanak-kanak.

Menyadari hal ini, Andriani dan Puji Tri Hastuti dari SDN 17 Talang Ubi menghadirkan Human Grid PALIventure. Inovasi yang diusung dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025 ini hadir sebagai antitesis dari pembelajaran yang kaku. Alih-alih terpaku pada perangkat digital, mereka membawa pemikiran komputasional (computational thinking) ke lantai kelas, mengubah langkah kaki siswa menjadi algoritma yang hidup.

Berpikir Sistematis Melalui Permainan Fisik

Human Grid PALIventure adalah metode unplugged coding yang sangat cerdas. Di atas sebuah banner berukuran 2x2 meter yang disulap menjadi papan grid, siswa belajar menyusun instruksi—seperti maju, belok, atau mengambil—untuk menyelesaikan misi. Namun, ini bukan sekadar permainan labirin biasa. Papan grid tersebut dipenuhi dengan ikon-ikon kearifan lokal Kabupaten PALI, seperti Ikan Serandang, Tugu Simpang Lima, hingga tradisi Nugal.

Siswa secara bergantian berperan sebagai "programmer" yang menyusun urutan panah, dan "robot" yang bergerak menelusuri grid untuk mencapai destinasi budaya tersebut. Melalui proses ini, anak-anak kelas 1 dan 2 SD belajar memecah masalah (decomposition), menyusun urutan (sequencing), dan melakukan perbaikan jika terjadi kesalahan (debugging), tanpa harus menyentuh layar laptop sama sekali.

Menanamkan Akar Budaya di Era Digital

Inovasi ini berhasil menjawab tantangan di wilayah dengan keterbatasan akses digital, sekaligus membuktikan bahwa literasi masa depan bisa dimulai dengan cara-cara yang akrab dengan keseharian anak. Guru tidak lagi hanya berdiri di depan kelas memberikan teori; mereka menjadi fasilitator yang menghidupkan narasi daerah melalui setiap langkah kaki siswa.

Hasilnya pun nyata. Pendekatan ini tidak hanya mengasah kemampuan berpikir logis, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal. Ketika seorang anak berhasil mencapai ikon "Tugu Simpang Lima" melalui susunan kode yang benar, ia sedang merayakan perpaduan antara kecerdasan modern dan kebanggaan akan tanah kelahirannya. Keberhasilan ini bahkan telah disebarluaskan kepada 135 guru kelas 1 di Kabupaten PALI, membuktikan bahwa metode yang inklusif ini sangat mungkin untuk direplikasi di sekolah-sekolah lainnya.

Melalui Human Grid PALIventure, SDN 17 Talang Ubi telah berhasil mengubah lantai kelas menjadi ruang eksplorasi di mana logika dan budaya menyatu, membentuk fondasi karakter yang kokoh untuk generasi penerus PALI.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026