22 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Inovasi Anak Bangsa: Guru dan Mahasiswa Asal PALI Ciptakan "AESIS", Losion Anti Nyamuk DBD dari Daun Sambiloto

Penulis: Ika PS 03 February 2026 07:55 WIB Dilihat: 11 kali Komentar: 0
Inovasi Anak Bangsa: Guru dan Mahasiswa Asal PALI Ciptakan "AESIS", Losion Anti Nyamuk DBD dari Daun Sambiloto

PALEMBANG — Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan menular yang serius di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Merespons ancaman ini, dua inovator asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, yakni Andin Wibowo, S.Pd. dan Heni Meliani, S.Pd., berhasil mengembangkan sebuah terobosan baru bernama "AESIS" (Aedes Safety Inovative Solution).

Inovasi ini berupa hand and body lotion berbahan dasar ekstrak daun sambiloto yang diformulasikan khusus untuk menangkal gigitan nyamuk Aedes aegypti, agen utama penyebar virus dengue.

Berawal dari Lonjakan Kasus DBD

Ide pengembangan AESIS tidak lepas dari keprihatinan para inovator terhadap tren kenaikan kasus DBD di daerah mereka. Berdasarkan data, Kabupaten PALI mengalami peningkatan kasus DBD dari 101 kasus pada tahun 2019 menjadi 142 kasus pada tahun 2020.

Berangkat dari masalah tersebut, Andin dan Heni berinisiatif mencari solusi pencegahan menggunakan potensi alam lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekitar. Pilihan mereka jatuh pada daun sambiloto, sebuah tanaman yang sering dianggap sebelah mata namun ternyata menyimpan khasiat luar biasa.

Mengapa Memilih Daun Sambiloto?

Bagi orang awam, sambiloto mungkin hanya dikenal sebagai tanaman obat berasa sangat pahit. Namun dari kacamata sains, tanaman ini adalah insektisida nabati (alami) yang ampuh.

Daun sambiloto kaya akan senyawa metabolit sekunder, seperti saponin, terpenoid, alkaloid, flavonoid, dan tanin. Senyawa-senyawa kimia alami ini sangat tidak disukai oleh serangga. Dengan mengekstrak zat-zat tersebut, AESIS mampu memberikan perlindungan pada kulit manusia dari incaran nyamuk penyebab demam berdarah tanpa mencemari lingkungan atau membahayakan kesehatan layaknya bahan kimia sintetis.

Teruji Aman dan Nyaman di Kulit

Pembuatan AESIS tidak dilakukan sembarangan. Proses pengembangannya memakan waktu sekitar tiga bulan, mulai dari riset, maserasi (penyarian zat aktif) menggunakan pelarut etanol, hingga uji laboratorium di Laboratorium Terpadu UIN Raden Fatah Palembang.

Untuk memastikan losion ini nyaman dan aman dipakai sehari-hari, produk telah melewati serangkaian uji fisik, meliputi:

 

Uji Organoleptik dan Homogenitas: Losion AESIS terbukti memiliki tekstur semi padat yang tercampur sempurna (homogen), berwarna putih hingga putih semi hijau, dan dilengkapi dengan tambahan aroma green tea yang menyegarkan sehingga nyaman saat digunakan.

 

Uji Derajat Keasaman (pH): Tingkat pH produk ini berada di rentang angka 6 dan 7. Angka ini sangat ideal dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), memastikan losion aman, tidak membuat kulit kering, licin, maupun iritasi.

 

Uji Daya Sebar: Losion ini mudah dioleskan dan meresap dengan baik pada permukaan kulit tanpa perlu ditekan kuat.

Dari berbagai formulasi yang dikembangkan, para peneliti menemukan bahwa Formulasi 1 (F1) dengan konsentrasi ekstrak daun sambiloto sebesar 0,4% merupakan racikan fisik yang paling stabil dan terbaik untuk diaplikasikan.

Harapan Ekonomi dan Kesehatan di Masa Depan

Karya inovatif yang diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2025 ini tidak hanya membawa misi kesehatan, tetapi juga visi pemberdayaan ekonomi. Dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang melimpah, biaya produksi AESIS dapat ditekan sedemikian rupa. Nantinya, sebotol losion AESIS ukuran 60 gram ini direncanakan memiliki harga jual yang sangat terjangkau bagi masyarakat, yakni di kisaran Rp12.000.

Melalui inovasi ini, diharapkan angka penularan penyakit DBD dapat ditekan. Di saat yang bersamaan, terbukanya peluang komersialisasi secara luas diyakini mampu menciptakan alternatif produk anti nyamuk yang ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penjualan produk lokal unggulan ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026