23 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Inovasi "BETIS SINTA": Cara Inspiratif Desa Babat Lestarikan Budaya dan Cetak Prestasi Lewat Kelas Tari Gratis

Penulis: Bayu AK 02 February 2026 15:51 WIB Dilihat: 17 kali Komentar: 0
Inovasi "BETIS SINTA": Cara Inspiratif Desa Babat Lestarikan Budaya dan Cetak Prestasi Lewat Kelas Tari Gratis

Di tengah gempuran arus modernisasi dan budaya asing, Pemerintah Desa (Pemdes) Babat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hadir membawa angin segar melalui inovasi bernama BETIS SINTA, singkatan dari Belajar Gratis Seni Tari. Program yang masuk dalam Kategori Inovasi Desa pada Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2024 ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, tetapi juga mesin pencetak generasi berprestasi.

Menjawab Tantangan Memudarnya Cinta Budaya Lokal

Kesenian dan kebudayaan sejatinya adalah sarana untuk mengekspresikan keindahan jiwa sekaligus memelihara keberagaman sebuah daerah. Sayangnya, derasnya arus teknologi dan budaya asing yang masuk hingga ke pelosok desa membuat generasi muda sering kali lebih membanggakan budaya luar.

Kondisi masyarakat, khususnya remaja, yang mulai kurang peduli dan kesulitan membedakan budaya lokal dengan budaya asing ini menjadi pemicu utama lahirnya inovasi BETIS SINTA. Pemdes Babat melakukan gebrakan untuk membangun kembali semangat generasi muda agar lebih peduli dalam melestarikan budaya yang mulai memudar.

Kolaborasi Kreatif bersama Sanggar Lokal

Untuk menyukseskan program ini, Pemerintah Desa Babat menjalin kerja sama dengan sanggar tari lokal, Poejang Toean Laoe. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan fasilitas belajar tari secara gratis bagi anak-anak dan masyarakat umum di Desa Babat yang memiliki minat, bakat, serta hobi di bidang seni tari.

Program pembelajaran ini disusun secara terstruktur dengan rincian sebagai berikut:

Jadwal Latihan: Dilakukan tiga kali seminggu, yakni hari Senin (kelas anak-anak), Selasa (kelas umum), dan Kamis (kelas anak-anak dan umum).

Waktu dan Tempat: Latihan berlangsung pada pukul 14.30 hingga 16.30 bertempat di Gedung Arya Gayab.

Fasilitas Pendukung: Proses belajar didukung dengan sarana yang baik, bahkan peserta telah difasilitasi dengan kostum lengkap saat mengikuti berbagai perlombaan atau pentas.

Manfaat Fisik, Mental, dan Prestasi Gemilang

Seni tari tidak hanya bermanfaat sebagai bentuk apresiasi estetika, tetapi juga berperan penting dalam pengembangan diri. Mengikuti program BETIS SINTA terbukti memberikan banyak manfaat bagi pesertanya, seperti menjaga kesehatan fisik, menjaga berat badan, melatih konsentrasi dan keseimbangan, serta meningkatkan suasana hati (mood) dan rasa percaya diri.

Dari segi pencapaian, inovasi ini sukses membawa nama Desa Babat ke panggung yang lebih tinggi. Anak didik sanggar Poejang Toean Laoe secara konsisten menorehkan deretan prestasi membanggakan:

25 Mei 2023: Meraih Juara 1 tingkat Kabupaten pada Pekan Kebudayaan Daerah untuk kategori Tari Kreasi Permainan Tradisional.

9 Juni 2023: Mewakili Kabupaten PALI dan berhasil menyabet Juara 2 tingkat Provinsi pada Pekan Kebudayaan Daerah untuk kategori Tari Kreasi Permainan Tradisional.

14 Mei 2024: Kembali membuktikan tajinya dengan meraih Juara 1 tingkat Provinsi dalam kategori Tari Kreasi Nusantara.

Harapan Menjadi Desa Percontohan

Melalui inovasi BETIS SINTA, Pemerintah Desa Babat berharap program ini dapat menjadi acuan inspiratif bagi pemerintah desa lainnya. Langkah strategis ini membuktikan bahwa dengan fasilitas dan dorongan yang tepat, pemuda desa dapat dimotivasi untuk melakukan kegiatan positif yang menghasilkan prestasi. Pada akhirnya, hal ini tidak hanya melestarikan budaya bangsa, tetapi juga memajukan nama desa dan kabupaten di kancah yang lebih luas.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026