Inovasi "BETIS SINTA": Cara Inspiratif Desa Babat Lestarikan Budaya dan Cetak Prestasi Lewat Kelas Tari Gratis
Di tengah gempuran arus modernisasi dan budaya asing, Pemerintah Desa (Pemdes) Babat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hadir membawa angin segar melalui inovasi bernama BETIS SINTA, singkatan dari Belajar Gratis Seni Tari. Program yang masuk dalam Kategori Inovasi Desa pada Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI Tahun 2024 ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, tetapi juga mesin pencetak generasi berprestasi.
Menjawab Tantangan Memudarnya Cinta Budaya Lokal
Kesenian dan kebudayaan sejatinya adalah sarana untuk mengekspresikan keindahan jiwa sekaligus memelihara keberagaman sebuah daerah. Sayangnya, derasnya arus teknologi dan budaya asing yang masuk hingga ke pelosok desa membuat generasi muda sering kali lebih membanggakan budaya luar.
Kondisi masyarakat, khususnya remaja, yang mulai kurang peduli dan kesulitan membedakan budaya lokal dengan budaya asing ini menjadi pemicu utama lahirnya inovasi BETIS SINTA. Pemdes Babat melakukan gebrakan untuk membangun kembali semangat generasi muda agar lebih peduli dalam melestarikan budaya yang mulai memudar.
Kolaborasi Kreatif bersama Sanggar Lokal
Untuk menyukseskan program ini, Pemerintah Desa Babat menjalin kerja sama dengan sanggar tari lokal, Poejang Toean Laoe. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan fasilitas belajar tari secara gratis bagi anak-anak dan masyarakat umum di Desa Babat yang memiliki minat, bakat, serta hobi di bidang seni tari.
Program pembelajaran ini disusun secara terstruktur dengan rincian sebagai berikut:
Jadwal Latihan: Dilakukan tiga kali seminggu, yakni hari Senin (kelas anak-anak), Selasa (kelas umum), dan Kamis (kelas anak-anak dan umum).
Waktu dan Tempat: Latihan berlangsung pada pukul 14.30 hingga 16.30 bertempat di Gedung Arya Gayab.
Fasilitas Pendukung: Proses belajar didukung dengan sarana yang baik, bahkan peserta telah difasilitasi dengan kostum lengkap saat mengikuti berbagai perlombaan atau pentas.
Manfaat Fisik, Mental, dan Prestasi Gemilang
Seni tari tidak hanya bermanfaat sebagai bentuk apresiasi estetika, tetapi juga berperan penting dalam pengembangan diri. Mengikuti program BETIS SINTA terbukti memberikan banyak manfaat bagi pesertanya, seperti menjaga kesehatan fisik, menjaga berat badan, melatih konsentrasi dan keseimbangan, serta meningkatkan suasana hati (mood) dan rasa percaya diri.
Dari segi pencapaian, inovasi ini sukses membawa nama Desa Babat ke panggung yang lebih tinggi. Anak didik sanggar Poejang Toean Laoe secara konsisten menorehkan deretan prestasi membanggakan:
25 Mei 2023: Meraih Juara 1 tingkat Kabupaten pada Pekan Kebudayaan Daerah untuk kategori Tari Kreasi Permainan Tradisional.
9 Juni 2023: Mewakili Kabupaten PALI dan berhasil menyabet Juara 2 tingkat Provinsi pada Pekan Kebudayaan Daerah untuk kategori Tari Kreasi Permainan Tradisional.
14 Mei 2024: Kembali membuktikan tajinya dengan meraih Juara 1 tingkat Provinsi dalam kategori Tari Kreasi Nusantara.
Harapan Menjadi Desa Percontohan
Melalui inovasi BETIS SINTA, Pemerintah Desa Babat berharap program ini dapat menjadi acuan inspiratif bagi pemerintah desa lainnya. Langkah strategis ini membuktikan bahwa dengan fasilitas dan dorongan yang tepat, pemuda desa dapat dimotivasi untuk melakukan kegiatan positif yang menghasilkan prestasi. Pada akhirnya, hal ini tidak hanya melestarikan budaya bangsa, tetapi juga memajukan nama desa dan kabupaten di kancah yang lebih luas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!