24 August 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Inovasi Pangan Pelajar PALI: Ubah Buah Senduduk Bulu Jadi Sirup Herbal 'SINDU' yang Kaya Khasiat

Penulis: Ika PS 15 June 2024 06:48 WIB Dilihat: 5 kali Komentar: 0
Inovasi Pangan Pelajar PALI: Ubah Buah Senduduk Bulu Jadi Sirup Herbal 'SINDU' yang Kaya Khasiat

Kekayaan alam yang tumbuh liar di sekitar lingkungan sering kali menyimpan potensi besar yang belum tergarap optimal. Di tangan kreatif dua pelajar SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Nayla Oriza Hardyan dan Kenia Al Mavira, buah dari tanaman liar senduduk bulu (Clidemia hirta) yang biasanya dibiarkan tumbuh begitu saja, kini berhasil disulap menjadi minuman herbal menyegarkan bernilai ekonomis tinggi yang diberi nama "SINDU" (Sirup Senduduk Bulu).

Inovasi produk non-digital ini resmi diajukan dalam ajang bergengsi Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Kategori Pelajar. Melalui penelitian ini, kedua inovator muda tersebut berupaya menghadirkan alternatif minuman sehat berbasis kearifan lokal sekaligus mendorong diversifikasi pangan fungsional yang aman dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Mengangkat Pamor Tanaman Liar Sebagai Sumber Antioksidan Alami

Ide pembuatan Sirup SINDU didasari oleh melimpahnya populasi tanaman senduduk bulu di wilayah PALI yang selama ini hanya dianggap sebagai tumbuhan semak tanpa manfaat berarti. Padahal, secara ilmiah, buah senduduk bulu yang telah matang memiliki karakteristik warna ungu tua kehitaman yang menandakan tingginya kandungan senyawa fitokimia alami, seperti antosianin, flavonoid, dan tanin.

Kandungan senyawa aktif tersebut membuat buah senduduk bulu memiliki khasiat antioksidan yang sangat kuat. Mengonsumsi sirup herbal ini secara teratur dipercaya mampu membantu tubuh menangkal radikal bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imunitas), serta menjaga kesehatan saluran pencernaan. Dengan mengubahnya menjadi bentuk sirup, buah yang awalnya berasa sepat ini bertransformasi menjadi minuman yang lezat, manis, dan disukai semua kalangan.

Proses Ekstraksi Alami Tanpa Pemanis Buatan

Untuk mempertahankan kandungan nutrisi dan senyawa aktif di dalam buah, proses produksi Sirup SINDU dilakukan melalui beberapa tahapan yang higienis dan terukur. Langkah pertama dimulai dengan menyortir buah senduduk bulu yang benar-benar matang, kemudian dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada bulu-bulu halusnya.

Buah yang telah bersih kemudian diekstrak dengan cara dihancurkan atau direbus dengan air dalam proporsi yang tepat untuk mengeluarkan sari warnanya yang pekat. Sari buah tersebut selanjutnya disaring dan dimasak kembali bersama gula pasir alami sebagai pengawet sekaligus penyeimbang rasa manis, tanpa tambahan pemanis buatan maupun zat pewarna kimia sintesis. Setelah mencapai kekentalan sirup yang pas, produk didinginkan dan dikemas ke dalam botol steril yang siap dipasarkan.

Peluang Replikasi UMKM Berbasis Bahan Baku Lokal

Ditinjau dari aspek ekonomi dan bisnis, inovasi Sirup SINDU memiliki potensi pasar yang sangat menjanjikan dengan biaya produksi yang relatif terjangkau. Karena bahan baku utamanya berupa buah senduduk bulu dapat diperoleh secara gratis di alam, modal usaha yang diperlukan hanya dialokasikan untuk pembelian gula, gas, dan kemasan botol yang estetis.

Formulasi sirup yang sederhana ini membuatnya sangat mudah direplikasi oleh masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten PALI. Pengembangan produk ini secara massal tidak hanya berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga dapat meningkatkan nilai ekonomi tumbuhan lokal yang selama ini terabaikan. Untuk mendukung keberlanjutannya, tim peneliti juga merencanakan strategi pemasaran modern secara digital melalui platform media sosial.

Edukasi Lingkungan dan Dukungan SMAN 2 Unggulan Talang Ubi

Keberhasilan menciptakan produk Sirup SINDU ini menjadi bukti nyata komitmen SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi dalam memfasilitasi dan mendukung kegiatan riset siswanya. Lingkungan sekolah berhasil distimulasi menjadi wadah edukasi interaktif yang mampu memacu siswa berpikir kritis terhadap potensi lingkungan di sekitarnya.

Berdasarkan hasil uji coba dan evaluasi berkala melalui metode observasi, inovasi ini mendapat respons positif dari para konsumen yang menyukai kesegaran rasa serta warna ungu alaminya yang menarik. Melalui langkah inovatif ini, Nayla dan Kenia tidak hanya berhasil menciptakan minuman fungsional yang menyehatkan, tetapi juga memberikan inspirasi berharga bahwa dari tanaman liar di sekitar rumah, bisa lahir sebuah solusi pangan yang kreatif, ekonomis, dan bermanfaat bagi kesehatan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026