Kaya Khasiat dan Bernilai Ekonomis, Pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Ciptakan Selai Sehat "SEBUSEN" dari Buah Tumbuhan Senduduk
Tumbuhan senduduk (Melastoma malabathricum) selama ini kerap dianggap sebagai tanaman liar biasa yang tumbuh subur di wilayah perkampungan. Namun, di tangan dua pelajar kreatif asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Hartati dan Aisyah Nur Patimah, buah dari tanaman khas ini berhasil disulap menjadi sebuah produk kuliner alternatif yang lezat, bernilai ekonomis, dan kaya akan manfaat kesehatan melalui inovasi bernama "SEBUSEN" (Selai Buah Senduduk).
Melalui proposal penelitian yang diajukan dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI, kedua siswi kelas X.A SMAN 2 Unggulan Talang Ubi ini mengungkapkan bahwa buah senduduk yang telah matang memiliki rasa manis alami dan potensi besar untuk dikembangkan menjadi selai sehat. Tumbuhan ini diketahui mengandung berbagai zat aktif penting seperti flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri dan antioksidan, steroida sebagai antiinflamasi, saponin sebagai antiseptik, serta tanin yang berfungsi sebagai astringen untuk menghentikan pendarahan ringan. Khasiatnya pun sangat beragam, mulai dari meningkatkan sistem peredaran darah, mengatasi gangguan pencernaan (diare dan disentri), mengobati sariawan, radang usus, bisul, hingga membantu mengatasi darah haid yang berlebihan.
Langkah Pembuatan yang Praktis dan Higienis
Inovasi SEBUSEN dirancang melalui tahapan metodologi yang terstruktur, mulai dari pemaparan ide, pencarian bahan baku lokal, penentuan komposisi yang optimal, hingga proses pengemasan agar produk lebih menarik dan terjaga kualitasnya. Proses pengolahannya pun tergolong sederhana dan mudah direplikasi oleh masyarakat.
Langkah pertama dimulai dengan mencuci bersih buah senduduk matang, lalu menghaluskannya di dalam wajan dengan menambahkan sedikit air. Setelah itu, adonan ditambahkan gula pasir dan lembaran daun suji sebagai penguat aroma dan warna alami. Seluruh bahan diaduk secara konsisten di atas kompor hingga teksturnya mengental. Setelah proses pengentalan selesai, selai didinginkan terlebih dahulu sebelum akhirnya dikemas secara higienis ke dalam wadah kemasan cup siap konsumsi.
Analisis Finansial Usaha dan Skema Harga Jual
Pengembangan produk SEBUSEN ini didukung dengan manajemen anggaran operasional yang sangat ekonomis. Berdasarkan perhitungan finansial untuk satu siklus uji coba produksi, biaya bahan baku yang dikeluarkan hanya sebesar Rp1.500,- untuk pembelian 100 gram gula (sementara buah senduduk, air, dan daun suji memanfaatkan potensi gratis dari alam).
Dari anggaran operasional tersebut, dihasilkan sebanyak 5 kemasan cup selai, sehingga diperoleh nilai Biaya Variabel per unit (Variable Cost per unit) yang sangat murah, yaitu sebesar Rp300,- per kemasan. Melalui skema perhitungan titik impas atau Break-Even Point (BEP) yang menggabungkan kalkulasi volume produksi, inovator menetapkan Harga Jual Sesungguhnya yang sangat terjangkau bagi kantong masyarakat, yakni sebesar Rp3.000,- per unit kemasan. Harga akhir ini dibentuk dari kombinasi nilai Harga Jual Estimasi sebesar Rp2.000,- dan target Laba Bersih yang diinginkan sebesar Rp1.000,- per unit.
Hadirnya inovasi SEBUSEN diharapkan tidak hanya menjadi ide bisnis rumahan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi solusi pangan sehat untuk mengurangi risiko penyakit akibat pola konsumsi kolesterol tinggi di Indonesia, khususnya di Kabupaten PALI.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!