12 October 2026
Logo

Inovasi Daerah

Menghubungkan Inovator, Menguatkan Daerah, Mengakselerasi Masa Depan

Kaya Khasiat dan Bernilai Ekonomis, Pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Ciptakan Selai Sehat "SEBUSEN" dari Buah Tumbuhan Senduduk

Penulis: Ika PS 30 July 2024 07:16 WIB Dilihat: 6 kali Komentar: 0
Kaya Khasiat dan Bernilai Ekonomis, Pelajar SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Ciptakan Selai Sehat "SEBUSEN" dari Buah Tumbuhan Senduduk

Tumbuhan senduduk (Melastoma malabathricum) selama ini kerap dianggap sebagai tanaman liar biasa yang tumbuh subur di wilayah perkampungan. Namun, di tangan dua pelajar kreatif asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Hartati dan Aisyah Nur Patimah, buah dari tanaman khas ini berhasil disulap menjadi sebuah produk kuliner alternatif yang lezat, bernilai ekonomis, dan kaya akan manfaat kesehatan melalui inovasi bernama "SEBUSEN" (Selai Buah Senduduk).

Melalui proposal penelitian yang diajukan dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten PALI, kedua siswi kelas X.A SMAN 2 Unggulan Talang Ubi ini mengungkapkan bahwa buah senduduk yang telah matang memiliki rasa manis alami dan potensi besar untuk dikembangkan menjadi selai sehat. Tumbuhan ini diketahui mengandung berbagai zat aktif penting seperti flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri dan antioksidan, steroida sebagai antiinflamasi, saponin sebagai antiseptik, serta tanin yang berfungsi sebagai astringen untuk menghentikan pendarahan ringan. Khasiatnya pun sangat beragam, mulai dari meningkatkan sistem peredaran darah, mengatasi gangguan pencernaan (diare dan disentri), mengobati sariawan, radang usus, bisul, hingga membantu mengatasi darah haid yang berlebihan.

Langkah Pembuatan yang Praktis dan Higienis

Inovasi SEBUSEN dirancang melalui tahapan metodologi yang terstruktur, mulai dari pemaparan ide, pencarian bahan baku lokal, penentuan komposisi yang optimal, hingga proses pengemasan agar produk lebih menarik dan terjaga kualitasnya. Proses pengolahannya pun tergolong sederhana dan mudah direplikasi oleh masyarakat.

Langkah pertama dimulai dengan mencuci bersih buah senduduk matang, lalu menghaluskannya di dalam wajan dengan menambahkan sedikit air. Setelah itu, adonan ditambahkan gula pasir dan lembaran daun suji sebagai penguat aroma dan warna alami. Seluruh bahan diaduk secara konsisten di atas kompor hingga teksturnya mengental. Setelah proses pengentalan selesai, selai didinginkan terlebih dahulu sebelum akhirnya dikemas secara higienis ke dalam wadah kemasan cup siap konsumsi.

Analisis Finansial Usaha dan Skema Harga Jual

Pengembangan produk SEBUSEN ini didukung dengan manajemen anggaran operasional yang sangat ekonomis. Berdasarkan perhitungan finansial untuk satu siklus uji coba produksi, biaya bahan baku yang dikeluarkan hanya sebesar Rp1.500,- untuk pembelian 100 gram gula (sementara buah senduduk, air, dan daun suji memanfaatkan potensi gratis dari alam).

Dari anggaran operasional tersebut, dihasilkan sebanyak 5 kemasan cup selai, sehingga diperoleh nilai Biaya Variabel per unit (Variable Cost per unit) yang sangat murah, yaitu sebesar Rp300,- per kemasan. Melalui skema perhitungan titik impas atau Break-Even Point (BEP) yang menggabungkan kalkulasi volume produksi, inovator menetapkan Harga Jual Sesungguhnya yang sangat terjangkau bagi kantong masyarakat, yakni sebesar Rp3.000,- per unit kemasan. Harga akhir ini dibentuk dari kombinasi nilai Harga Jual Estimasi sebesar Rp2.000,- dan target Laba Bersih yang diinginkan sebesar Rp1.000,- per unit.

Hadirnya inovasi SEBUSEN diharapkan tidak hanya menjadi ide bisnis rumahan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi solusi pangan sehat untuk mengurangi risiko penyakit akibat pola konsumsi kolesterol tinggi di Indonesia, khususnya di Kabupaten PALI.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Kirim Komentar

Galeri Video

Geser untuk melihat lainnya
NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

NOMINASI INOVASI DAERAH KATEGORI PERTANIAN DAN PANGAN PIA 2025

PIA 2025 atau Pali Innovation Award Tahun 2025 adalah kegiatan apresiasi dan penganugerahan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Pali kepada inovator daerah yang telah melalui kompetisi panjang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 mulai dari Kick Off, Kurasi Proposal, Pemaparan dan Fact Finding. Kegiatan ini sudah berlangsung keempat kalinya selama 4 tahun sejak tahun 2022, dimana pada saat itu hanya 38 propsal inovasi yang ikut dengan 4 kategori, tahun 2023 peserta naik menjadi 78 proposal, tahun 2024 menjadi 126 proposal dan tahun 2025 ada 175 proposal yang masuk. selama tiga tahun terakhir ada enam kategori yang dilombakan diantaranya Inovasi Perangkat Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Pelajar/Mahasiswa, Desa/Kelurahan dan Pertanian/Pangan. Tahun ini seperti tahun sebelumnya Balitbangda Pali selalu berusaha menghadirkan Juri Terbaik yang memiliki pengalaman dan kualifikasi Nasional diantaranya : 1) Dr. Ing. Wiwiek Joeliani, MT, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, 2) Nailuredha Suherman, SAP Analis Kebijakan Kemenpan RB yang berpengalaman dalam pelaksanaan KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Kemenpan RB, 3) Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, SP., M.Si Wakil Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Guru Besar dalam bidang consumer behavior 4) Prof. Filli Pratama, Phd Direktur Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya, Guru Besar Bidang Food Technology 5) Atang Sulaeman, S.Pt, M.Si Perekayasa Ahli Madya PUSAT RISET TEKNOLOGI INDUSTRI PROSES DAN MANUFAKTUR BRIN 6) Hanif S. Affandi, S.Pt., MSi Ketua Tim Penumbuhan dan Pengembangan Inovasi Daerah Kab. Pali Tahun ini Pemda Pali juga memberikan apresiasi kepada Individa dan lembaga yang telah berdedikasi serta berkontribusi nyata bagi tumbuh kembang inovasi daerah pada 10 bidang sesuai dengan perannya yang luar biasa. Pemerintah Daerah Kab. Pali berkomitmen Besar pada Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah melalui kolaborasi dan sinerji pentahelix sebagai upaya menghadirkan evidence based policy atau kebijakan berbasis bukti yang menjadi landasan mendorong daya saing daerah untuk Pali yang lebih maju menyongsong Indonesia Emas 2025

26 Jun 2026